Rakyat Aceh dan Feodalisme
Aceh sebagai wilayah bekas konflik militer masih menyisakan residu yang mempengaruhi kehidupan politik hingga sekarang. Dampak tersebut terbawa secara dominan dalam pemikiran rakyat yang terkesan dalam pengaruh dan kecenderungan memilih dalam politik. Rakyat masih cenderung berharap mencari perlindungan sosok yang kuat secara fisik, bahkan rakyat lebih menaruh harapan pada preman dibandingkan pada orang yang berprilaku politik civil soviety yang mengedepankan kepentingan rakyat itu sendiri. Indikator ini tentu saja menempatkan posisi mentalitas rakyat Aceh secara general masih dalam struktur sosial yang terjajah. Karena kita bicara mentalitas dan moralitas maka orang awam sulit memahami perkembangan sosial dimaksud. Rakyat hanya memahami bahwa secara statuta Aceh bukan lagi wilayah konflik dan menjadi wilayah normal karena rakyat tidak lagi melihat ada letusan bom, granat dan para serdadu menenteng senjata. Rakyat sudah bisa bekerja secara normal, turun ke sawah dan kebun, k...