Postingan

Menampilkan postingan dengan label perubahan

Bagaimanakah Masyarakat Mengukur Seseorang Memiliki Ideologi Yang Layak Memimpin Rakyat?

Gambar
Oleh : Goodfathers Kehidupan suatu masyarakat atau cara hidup sebahagian besar dipengaruhi oleh budaya masyarakat secara turun temurun, maka kita banyak mendapatkan bahasa-bahasa baku dalam masyarakat yang menjadi terminology untuk pegangan hidupnya. Pernyataan penulis diatas dapat dijadikan sebuah teori sosial, karena hal ini terjadi berulang-ulang (pola) sehingga membentuk karakter pada suatu masyarakat.  Namun karena masyarakat kita masih lemah dalam membudayakan pengkajian dan menulis, sehingga bicara teori menjadi musuh bagi sebahagian besar masyarakat  kita, mereka cenderung menjalani hidup secara alamiah seperti menantang alam raya, ilustrasinya dapat kita lihat sebagaimana pemburu, petualang dan preman dalam berbagai sisi hidupnya. Maka keturunan bangsa yang memahami cara hidup dengan metode yang baik sudah pasti lebih unggul dari masyarakat lainnya.  Bila masih kurang yakin dengan narasi diatas maka coba perhatikan bila ada warga bangsa yang sudah maj...

Vital! Rakyat Memilih Partai Politik

Gambar
Oleh Tarmidinsyah Abubakar Partai politik adalah wadah komunikasi, apresiasi, ekspresi para politisi yang menyamakan persepsi dan bersikap dengan suatu ideology untuk memenuhi tuntutan dan harapan politik rakyat. Dalam logika bernegara tentu partai politik dapat menjadi jembatan untuk alat komunikasi unsur-unsur utama negara yakni antara rakyat dengan pemerintahan. Apalagi dalam konsep demokrasi yang mendefinisikan bahwa pemerintahan dari rakyat untuk rakyat. Oleh karena itu seharusnya tidak ada pemerintah jika tidak bertujuan melayani kepentingan rakyat. Jika pemerintahan dan rakyat berkontra maka logikanya, ada yang salah (error) dalam penyelenggaraannya. Bahkan dapat disebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan pemerintah (abuse of power). Sedangkan dalam konsep pemerintahan otoriter, kekuasaan pemerintah adanya untuk pemerintahan itu sendiri. Konsep pemerintahan ini menempatkan posisi rakyat sebagai obyek yang sebatas dimanfaatkan untuk kepentingan negara menurut pemerintahannya. ...