Postingan

Menampilkan postingan dengan label mengapa pejabat

Bagaimana Kedudukan Ketua Partai Nasional Yang Ideal di Provinsi yang Berstatus Otsus?

Gambar
Suatu pagi saya bertemu teman lama yang begitu lama tidak berjumpa karena domisilinya diluar Aceh, namun ia mengikuti informasi tentang Aceh dan membaca tulisan-tulisan saya. Lalu kami mengobrol lama dan dalam obrolan itu ada bahasan terkait politik dan partai politik karena dia bertanya suatu hal langka dipertanyakan oleh kader dan politisi  partai krn merasa itu hal yang umum dan sepele. Pertanyaan itu adalah, bagaimana sih sebenarnya pimpinan partai politik nasional yang benar2 ideal di provinsi yang berstatus Otsus? Saya jawab sambil berseloroh,,, Pasal Satu, otaknya berontak thd kebiasaan-kebiasaan partai nasional yang cenderung sentralistik. Pasal kedua, ia seseorang yang mengerti betul kenapa perlu negara Indonesia dan kenapa Aceh sebagai provinsi di dalamnya. Ketiga, ia memiliki kepahaman yang standar atau cukup terhadap ilmu dan teori politik dan ilmu negara Keempat, ia juga memahami secara normal tentang konsep dan teori sosial dan manajemennya. Kelima, bisa mengajar dan ...

Instruksi Pejabat Yang Tidak Mendidik

Gambar
Begitu banyak kita menyaksikan instruksi-instruksi para pejabat yang kontroversi dan terkesan otoriter jauh dari pendidikan politik rakyat, karena sikap pejabat yang tidak matang dan prematur sehingga mereka cenderung memposisikan diri sebagai egoisme dalam pangkat atau jabatan yang disandang. Prilaku ini kemudian menjadi begitu negatif untuk pendidikan rakyat, karena setiap instruksi yang ditinggalkan hanya kesan negatif atau pembunuhan karakter terhadap orang lain secara masif.  Sudah seharusnya pejabat publik itu banyak belajar sehingga kuasa dan instruksi terhadap pihak lain tidak menimbulkan posisinya sebagai orang yang bersalah. Karena semakin banyak instruksi yang bersifat menghukum orang maka semakin bertambah jumlah orang yang merasa kecewa atas prilaku pejabat dimaksud. Padahal memperbaiki situasi sosial butuh cara yang elegan yang tidak menekan sebelah pihak ssbagai yang disudutkan atau disangkakan. Secara psikologis sosial orang yang terduga dan merasa bersalah mereka t...