Postingan

Menampilkan postingan dengan label ekonomi

93 Persen Masyarakat Indonesia Tidak Suka Membaca, Disampaikan Informasi Politik dan Ekonomi, Cenderung Prilaku Praktis Bertanya Dan Komplain

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Bisnis penambangan uang, silakan daftar pada link dibawah : https://metasmining.com/register?id=623799 Sulit membayangkan logika pada orang yang mendapat informasi, misalnya anda mengirimkan informasi kepada seseorang teman atau keluarga anda dengan pesan whatapps. Perhatikanlah pada sebahagian besar orang Indonesia mereka langsung merespon dengan menghubungi anda, padahal informasi yang anda berikan melalui pesan sudah lengkap. Namun tetap saja mereka melakukan telpon dan menanyakan pada anda, ini informasi apa? Itulah prilaku pragmatis yang membuat masyarakat berlaku tergopoh-gopoh seakan sibuk atau tidak punya waktu untuk membaca.  Idealnya informasi yang diterima perlu dibaca secara seksama, kalau ada yang kurang jelas dan kurang dipahami barulah ditanyakan, kalau terjadi pembicaraan sudah dalam tahapan pembahasan materi informasi politik atau ekonomi yang disampaikan. Ini adalah salah satu indokator bahwa masyarakat Indonesi...

Propaganda Politik Alat Politik Membodohkan Masyarakat Yang Keji

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (godfathers) Banyak orang berpolitik yang terjebak dengan pola propaganda politik, intinya mengerjakan pekerjaan politik yang membodohkan masyarakat. Sebenarnya propaganda politik bagi orang yang memahami ilmu politik menganggap pekerjaan tersebut sebagai pekerjaan keji yang tidak dapat diampuni oleh masyarakat yang melek politik. Kenapa?  Tentu saja pekerjaan tersebut sebagai upaya penipuan berlapis yang dilakukan oleh seorang politisi. Biasanya prilaku ini adalah pakaiannya para demagog yang selalu berpura-pura dan rata-rata bersandiwara ditengah rakyat. Perlakuan dalam politik dapat terbaca pada seorang politisi karena kebiasaannya  Tentu saja menjadi salah satu indikator terhadap karakter seseorang yang tidak dapat menunjukkan kedewasaannya dalam politik. Menciptakan skenario murahan yang sesungguhnya mudah dipahami oleh masyarakat yang memiliki ilmu dalam politik, apalagi propaganda politik yang kualitasnya rendah dan terbaca tujua...