Postingan

Menampilkan postingan dengan label negara

Ketika Rakyat Tidak Memiliki Negara

Gambar
Ketika Rakyat Tidak Memiliki Negara Oleh: Tarmidinsyah Abubakar Salah satu kesalahpahaman terbesar dalam kehidupan berbangsa hari ini adalah anggapan bahwa masalah utama rakyat hanyalah soal kemiskinan, lapangan kerja, atau bantuan sosial. Masalah yang lebih mendasar justru sering luput dibicarakan: rakyat tidak lagi memiliki negara. Negara seharusnya adalah alat kolektif rakyat untuk mengatur dirinya sendiri secara adil dan bermartabat. Namun dalam praktik, negara kerap berubah menjadi milik segelintir elite kekuasaan. Pemerintah berdiri di atas rakyat, bukan bersama rakyat. Dalam posisi ini, rakyat tidak diperlakukan sebagai subjek politik, melainkan objek administrasi—bahkan tidak jarang seperti buruh di tanah sendiri. Ketika rakyat kehilangan posisi tawar terhadap negara, hak untuk menuntut keadilan pun melemah. Kritik dianggap gangguan, perbedaan pandangan dipersepsikan sebagai ancaman, dan suara publik direduksi menjadi sekadar formalitas prosedural. Inilah ciri klasi...

Apakah Pemimpin Partai Politik di Indonesia Mempengaruhi Rakyat Secara Kualitas Politik?

Gambar
Salah satu yang mempengaruhi kehidupan rakyat secara signifikan adalah pemikiran-pemikiran pemimpin partai politik di suatu negara atau daerah. Sesungguhnya mereka harus memiliki ideology dalam berpolitik. Masyarakat mendukung partai tersebut karena mereka memahami perjuangan yang dilakukan oleh pemimpin partai politik tersebut khususnya tentang tata cara hidup rakyat yang lebih baik. Pimpinan partai politik itu adalah batasan yang bisa menggambarkan bagaimana rakyat disuatu negara dan masyarakat disuatu daerah. Dengan begitu rakyat bisa berapresiasi dengan kebijakan politik yang dibuat oleh suatu partai, kapan mereka akan diam, kapan mereka akan bersuara, kapan mereka harus patuh dan kapan mereka akan memberontak, misalnya ketika kebijakan itu tidak selaras dengan kepentingan rakyat itu sendiri. Lalu bagaimana membangun suatu rakyat yang teratur dan tidak dipaksakan untuk patuh kepada negara sebagaimana yang kita rasakan dalam kehidupan di negara kita? Dimana mereka patuh dan percay...