Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Kenapa Rakyat Aceh Lemah Dalam Politik Partai?

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Perjuangan rakyat Aceh dalam pembangunannya sebenarnya luar biasa, para tokohnya tidak berhenti berjuang ingin memperbaiki kondisi hidup rakyat. Berikutnya pemimpin Aceh yang maju sebagai Gubernur juga silih berganti.  Tulisan ini sengaja ditulis dengan bahasa yang mudah di pahami rakyat. Karena pada dasarnya bertujuan memberi pendidikan politik rakyat. Baik, Lalu kenapa semua Gubernur berakhir dengan tanpa memuaskan rakyat Aceh?  Tentu saja ada harapan besar yang disimpan oleh sebahagian besar rakyat akhirnya tidak mampu diwujudkan oleh para pemimpinnya.  Hipotesa politik ini sangat nyata dan memberikan suatu kesimpulan yang bisa dibaca oleh semua lapisan masyarakat Aceh. Lalu apa kesimpulan mendasar yang menyebabkan rakyat Aceh tidak merasa aspirasinya terpenuhi? Sementara sikap rakyat dalam politik dapat ditemui di Aceh. Bahwa rakyat Aceh ingin berubah. Bahkan antusias dalam aktivitasnya berjuang. Tapi sampai ditanga...

Tidak Lahir Pemimpin Pintar Ditengah Manusia Tertinggal

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Tulisan ini ingin mengupas beberapa hal terkait kondisi sosial kemasyarakatan. Dimana pengalaman memimpin, pengalaman berada dibarisan depan bermasyarakat dan pengetahuan politik dan sosial adalah referensi utama dari dalam membuat batasan-batasan dalam tulisan ini. Pertama, saya ingin menjelaskan tentang pemimpin dalam konstektual pemerintahan dan kehidupan sosial dalam bermasyarakat. Pemimpin dalam konteks demokrasi penting dibahas karena negara Indonesia pasca Reformasi menganut sistem demokrasi. Karena itu sistem negara menentukan bagaimana seorang pemimpin dilahirkan. Pada masa dulu pemimpin dilahirkan dianggap dalam keyakinan bahwa seseorang yang dilahirkan oleh orang tertentu misalnya raja. Maka anak yang dilahirkan oleh permaisuri dianggap sebagai pemimpin selanjutnya, meskipun dia tidak memahami kepemimpinan itu sendiri. Lalu kalau kita bicara dunia demokrasi maka rahim pemimpin justru berbeda dengan hakikat rahim pemimpin di masa lalu ...

Partai Politik Yang Pemimpinnya Dipilih Karena Adu Uang Kadenya Pasti Bermental Budak

Gambar
Pilsuf Inggris Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (godfathers) Dunia politik disuatu daerah gampang saja diberi nilai, nilai itu tentu menjadi ukuran cara berpikir masyarakat. Apakah masyarakat itu bodoh atau masyarakat itu sudah melek dalam perpolitikan rakyat. Bahkan orang yang paham tentang politik sosial dapat mengukur apakah daerah itu sebagai daerah korup atau daerah yang normal.  Ketika mereka melihat situasi sosial maka mereka memahami dan memaklumi masyarakatnya, meski anda bersuara lantang bahwa masyarakat di daerah anda sudah pintar berpolitik. Bisa saja politik itu dianggap sebagai cara menipu atau propaganda yang sebenarnya secara negatif bisa diartikan sebagai penipuan berlapis. Para ahli manajemen sosial hanya akan melihat indikator pemimpin partai politik di daerah anda maka mereka sudah paham siapa anda sebagai masyarakatnya. Maka ahli kepemimpinan sosial mampu membangun kecenderungan sosial didaerah anda meski mereka tidak hadir ditengah kehidupan kita. Jika anda kurang yak...

Pemerintah Yang Cerdas Justru Membangun Partisipasi Lembaga Independen Daripada Lembaga Plat Merah

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Beberapa waktu lalu saya membaca berita tentang pemerasan oleh salah seorang wartawan, karena berita itu fulgar maka saya ingin mendalami substansi beritanya agar tidak mengusik opini ke perihal lain-lain. Saya heran, kenapa larinya berita itu entah kemana-mana yang membuat satu paragraf dengan paragraf lain bertabrakan. Begini beritanya, salah seorang wartawan ditangkap. Oknum menggunakan rompi bertulis singkatan lembaga anti rasuah, rupanya hanya tiruan. Yang menjadi pertanyaan kenapa disebut tiruan padahal soal rompi sama biasa saja, banyak nama sama karena alfabet singkatan. Terus mulailah di ulas berita itu seakan ada yang suci sementara Media, Koran tersebut seperti Najis dalam ilustrasi tersebut.  Lalu jika balik dipertanyakan, apakah jika yang melakukan pemerasan itu aparatur negara bukan media independen diperbolehkan? karena lembaga negara baik dan suci sementara elemen indepenpen itu buruk citranya.  Jadi seharusnya yang menj...

Pasar Setan Itu Bernama Forex

Gambar
Pasar Setan Itu Bernama Forex Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Pernahkah anda masuk atau berdagang pada pasar forex, tentu saja benyak diantara kita yang mengetahui tentang forex, meskipun tidak kurang juga mereka yang membenci, trauma dan sama sekali tidak menyukai pasar jelek untuk berdagang. Bila anda pemula maka bersiaplah untuk menyumbangkan sejumlah uang kepada broker. Jika anda masih tidak cukup paham maka pastilah orang beranggapan bahwa broker itu seperti perampok uang klein yang bermain dalam dunia uang tersebut.  Di masa pandemi tentu semakin meningkat jumlah orang yang terjun ke dunia perdagangan derevatif. Tetapi pada kenyataannya begitu banyak teman-teman kita yang menyesal,  bahkan sebahagian besar teman pemula hanya mengenal deposit tetapi tidak pernah merasakan wildraw atau penarikan keuntungan dalam bermain forex.  Sesungguhnya forex menjadi rumit karena aplikasi metatrader yang menipu pemikiran semua orang, karena time frime dan pengaturan waktu...