Kunci dan Rahasia Kekuasaan Partai Politik


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selama orang menempatkan kehormatan di atas semua urusan politik secara sungguh-sungguh semua warga akan solid. Itulah kenapa dalam budaya timur sopan santun, adab menjadi alat politik yang utama, bahkan jika hal ini bisa digunakan secara baik maka politik duniapun bisa ditunduk oleh pemegang ajaran budaya ketimuran.

Dalam partai politik juga demikian.

Jabatan dalam partai politik, kualifikasinya kelas C dalam katagori alat kuasa partai politik.

Pengalaman, senioritas dan kemampuan sdm itu lebih utama dibanding jabatan di partai, kualifikasinya B sebagai alat kuasa partai politik.

Kualifikasi A sebagai alat Kuasa partai politik itu adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Ketika kepahaman ini baik dan disosialisasikan pada kader bukan hanya ada pada Ketua dan pengurusnya semata, maka partai politik yang bisa mengkondisikan kenyamanan berpartai seperti itu sudah memenangkan setengah dari persaingan lintas partai politik bahkan mereka akan menguasai politik di negara atau di daerahnya.

Karena itulah organisasi yang baik menempatkan pendiri dan mantan pimpinannya di kantor-kantornya maski sudah ratusan tahun bahkan mereka sudah menjadi tulang belulang dan dimakan ulat sekalipun, tetapi kader dan pimpinan sekarang menghormati mereka sebagai gurunya karena dengan menghormati secara sungguh-sungguh menjadi alat yang riil sebagai kekuatan politik (dapat di buktikan dengan teori maupun implementasi langsung).

Karena itulah dalih kenapa pensiunan tetap mendapat insentif pada negara dan logika ini tidak jauh dari membangun negara sebagai organisasi terkuat dan termapan diatas organisasi lainnya. 

Formasi ini hanya dapat dicontoh jika organisasi anda memiliki kemampuan dibidang finansial yang cukup, tapi hal ini belum bisa dilakukan oleh organisasi lain selain negara. Tidak satupun organisasi partai politik mampu melakukannya kecuali partai-partai yang usianya ratusan tahun, itupun mereka kompensasikan dalam perizinan dan peluang usahanya.

Tapi jika ada partai politik yang mampu mengawal para pengurus seniornya dengan berbagai cara pastilah partai itu akan menjadi partai pemenang ditengah pilihan rakyatnya.

Belajar dan berpikir secara fokus dan kontinyu maka anda akan dapat melahirkan teori politik, hanya saja budaya pada masyarakat kita yang sangat lemah dalam perspektif itu bahkan pada mayarakat awam justru menganggap musuh terhadap teori politik dan diajarkan untuk pembodohan.

Kenapa partai politik disebutkan dalam teorinya bahwa pengurus bukan apa-apa dalam partai politik. Tapi sulit kita bicarakan dalam kacamata sempit orang politik dijaman kerusakan partai politik, karena mereka sesunggunya tidak paham partai politik dan mereka tidak mengutamakan demokrasi dan hak politik rakyat. Dimana sesungguhnya mereka yang tidak paham demokrasi niscaya tidak perlu partai politik. Karena mereka sebenarnya penganut sistem kekuasaan absolut atau kekuasaan raja tapi karena rakyat mulai sadar hak-haknya sehingga rencana kekuasaan absolut sering digagalkan oleh orang-orang berpaham penuh demokrasi.

Kalau anda tanyakan pendapat saya tentang orang yang berpikir dan menggunakan kekuasaan absolut, sementara instrumen politik demokratis yang menggunakan partai politik, yang sesungguhnya justru berbentur dengan partai politik. Maka terhadap mereka saya menganggap sebagai orang tertinggal meski sesaat mereka bisa saja berkuasa atas rakyat tapi ketika rakyat paham dan sadar tentu akan berakhir dan kondisi terbalik secara total.

Maka orang yang belajar politik tidak perlu diragukan atas komitmen dan ucapannya karena mereka tidak akan mengucapkan sesuatu yang merugikannya. Tetapi yang perlu anda ragukan adalah orang yang paham politik setengah-setengah dan rata-rata mereka ada di negara dan daerah tertinggal dan rakyat di negara dan daerah itu akan semakin lama tertinggal sampai warganya paham dan sadar.....

Salam