Pilihan Negara Kerajaan atau Negara Demokrasi

Selamat Sore,,,,

Suatu ketika saya di ajak oleh Albert dan Nancy (bapak angkat dari petani di negara bagian California) pada pertemuan dengan keuarga dari Maroko yang kemudian menjadi warga negara Amerika Serikat. Namanya Ahmad Rifai dan di Amerika dipanggil Rafael.

Kami disuguhkan makan malam dan bercerita tentang negerinya Maroko yang menganut sistem kepemimpinan kerajaan.

Selain itu ia juga bercerita ttg anaknya yang dibawa pulang ke Maroko untuk berjumpa nenek dan kakeknya. Kemudian ia melihat orang-orang memenggal sapi untuk dimasak dan kenduri. Kemudian anaknya menyebut orang Maroko kejam, karena memenggal binatang. Sementara dia juga hampir setiap hari makan daging sapi tapi dia hanya melihat dalam bentuk persegi empat sebelum dimasak ketika ibunya mengeluarkan dari lemari pendinginnya.

Menariknya ketika saya tanyakan tentang sikap ayahnya, tentang pilihan hidup dimasa depan, apakah ingin melanjutkan tinggal di Amerika atau punya rencana kembali ke Maroko.

Tapi ia menjawab secara tegas, bahwa ia tetap ingin tinggal di Amerika demi pendidikan anak-anaknya.

Lalu kenapa pendidikan anak anda jika memilih Maroko yang negara kerajaan?

Dia bercerita dengan santai tentang kemanakannya yang bersekolah di pendidikan elementary setingkat sekolah dasar.

Ceritanya begini,,,,,
Kemanakan saya bersekolah disekolah dasar elit yang juga disana bersekolah anak-anak dari lingkungan keluarga kerajaan.

Suatu ketika guru bertanya kepada murid-muridnya. Siapa yang tahu gajah?

Anak dari keluarga kerajaan mengangkat tangan dan menjawab, gajah itu bisa terbang pak guru. Baik kata gurunya.

Kemudian gurunya bilang, siapa lain yang tahu? Kemanakannya mengangkat tangan dan menjawab, bahwa gajah ada belalainya, badan dan kakinya besar, kukitinya tebal serta kupingnya besar.

Sang guru bilang, iya betul sekali....jadi gajah itu binatang besar dan memiliki belalainya. Kemudian tiba-tiba anak dari keluarga kerajaan berlari keluar kelas sambil menangis menjumpai kepala sekolahnya dan melaporkan peristiwa tadi dikelas.

Kepala sekolah memanggil guru tersebut ke kantornya, baru saja ia masuk kantor, sang kepala sekolah bertanya.

Pak guru kelas, gajah bisa terbang atau kamu yang terbang?

Guru kelas menjawab dengan tegas, gajah yang bisa terbang pak sambil menunduk. Kepala sekolahnya bilang silakan kembali ke kelas.

Kemudian guru mengajarkan kepada muridnya bahwa gajah juga bisa terbang. 

Mungkin karena itulah ada produk gajah terbang di Indonesia.....😁😀

Salam

Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil