Bagaimana, Rakyat Dibius Politik (cognitive fogging)


Bagaimana, Rakyat Dibius Politik (cognitive fogging)



Saat ini rakyat banyak tidak bisa melihat kebenaran karena dibius oleh politik modern yang menggunakan kabut informasi, atau dikenal sebagai cognitive fogging.

Semua fakta penting diubah, digiring, atau diabaikan, sehingga masyarakat bingung mana yang benar dan siapa yang sebenarnya bekerja untuk rakyat.

Efeknya, rakyat hidup dalam persepsi salah dan tidak mampu menilai pemimpin dengan jernih.

Orang Pintar Dihilangkan, Jahat dan Bodoh dan Lihai Tampil

Dalam kondisi ini, mereka yang memahami negara dan punya solusi nyata justru disingkirkan oleh rakyat. 

Sebaliknya, mereka yang jahat bahkan bodoh yang keahliannya dibidang lain, dengan modal kelompok yang lihai memfitnah, justru oleh masyarakat yang dibius tersebut menjadikannya sebagai pemimpin.

Akibatnya, pembangunan dan kesejahteraan rakyat tertunda, sementara politik penuh kepentingan kelompok berkuasa merajalela.

Ini yang terjadi dimasa lalu dalam sistem jahiliah yang menggunakan politik kekuasaan dengan berbagai cara termasuk dengan sihir.

Tapi karena rakyat tidak berpikir mendalam maka selamanya mereka dibodohkan oleh pihak yang menjajahnya.

Media Sosial Jadi Mesin Pembodohan

Media sosial yang seharusnya menjadi sarana informasi kini menjadi mesin propaganda. Rakyat lebih percaya video pendek, gosip, atau isu fitnah daripada analisis mendalam tentang pemerintahan dan pembangunan.

Akhirnya, orang yang benar-benar paham dan punya solusi dianggap tidak penting, sementara mereka yang menjual drama dan fitnah terlihat hebat.

Fitnah Politik = Kejahatan Besar

Fitnah politik bukan sekadar kebohongan, tapi kejahatan sosial dan politik yang merusak rakyat dan masa depan.

Dalam pandangan Islam, fitnah lebih berat dosanya dibanding membunuh.

Rakyat yang ikut larut dalam fitnah sama saja membiarkan kehancuran.

Sementara orang pintar dihancurkan tanpa ampun.

Ini tragedi nyata bahkan yang mengaku menjalankan syariat, tapi masih terjebak kebuntuan politik.


Rakyat Butuh Rujukan Politik Paripurna

Untuk keluar dari kabut kebodohan ini, rakyat harus memiliki rujukan pada orang yang memahami politik secara paripurna.

Pemimpin yang paham negara, ekonomi, dan moralitas memahami politik secara mendalam jika perlu perlu menjadi contoh idealisme, bukan hanya mereka yang punya massa atau bisa memfitnah.

Hanya dengan begitu, rakyat bisa membangun masa depan yang adil, sejahtera, dan bebas dari manipulasi politik yang merugikan rakyat.

Melalui ajaran politik yang benar maka negara benar-benar menjadi milik rakyat dan mereka bisa membalas memperbudak pemerintah sebagai pelayannya.

Jika mau pahami secara ekstrim maka pahami demokrasi secara mendalam agar anda paham sesungguhnya kenapa Pemerintah VS Rakyat terus berlaku di negara ketiga. 

Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil