Postingan

Tjoet Nyak Dhien, Tjoet Meutia, Keumalahayati, Bukti Emansipasi dan Kemajuan Aceh

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Mendengar nama Tjoet Nyak Dhien, Tjoet Meutia dan Laksamana Keumalahayati yang terbersit dipikiran kita dimasa kini adalah suatu image tentang keberanian masyarakat dan kiprah perempuan perempuan Aceh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945. Meski mereka belum tahu tentang Republik Indonesia sebagaimana perempuan Aceh hari ini tetapi jiwa dan raganya telah dikorbankan sepenuhnya untuk membela tanah air atau bangsanya yang sekarang ini dimana anak-anak cucunya hidup dalam negara bernama Republik Indonesia. Begitupun bagi masyarakat Aceh,  jiwa dan raga perempuan-perempuan hebat itu telah ditanamkan kepada orang-orang yang hidup kemudian yang sebangsa dan setanah air dengannya. Hingga kini nama ketiga pahlawan nasional ini memberi inspirasi yang sangat kuat tentang semangat  juang masyarakat Aceh dan bernilai ekstra bagi mereka perempuan-perempuan Aceh hingga sekarang bahkan dimasa depan. Ringkasan Identitas, mengutip Wikipedia, sebaga...

Prof. Amien Rais, Jend. Gatot Nurmantyo dan Prof. Din Syamsuddin Pengkritik Besar Memenuhi 15 Syarat Normal Pengkritik.

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Pemberitaan publik selama ini banyak tertuju kepada tiga tokoh yang kerap melakukan kritik kepada pemerintah. Beberapa waktu lalu baru saja kita mengakhiri pemberitaan tentang tokoh-tokoh politik menengah diparlemen yang gencar menyerang kebijakan pemerintah Joko Widodo. Namun apakah setelah dianugerahkan penghargaan oleh presiden Jokowi mereka kelihatan  mulai jinak? Ataukah ada kompensasi dapat meruntuhkan syarat normal mereka sebagai pengkritik. Ada pola-pola perjuangan tokoh politik yang sengaja dilakukan dengan cara menyerang tanpa segan dan tokoh tersebut berbicara lantang pada sasaran dan tampilan itu meski terlihat berlebihan (lebay) tapi karena keseriusan dan sikapnya yang kuat maka tentu tidak semua tokoh bisa melakukannya. Tokoh-tokoh politik berkarakter seperti itu tentunya berani berhadapan dengan pemerintah namun pada sebahagian masyarakat ada juga yang menganggap mereka lancang. Padahal ketika mereka tiada atau diam maka n...

Tabungan Haji, Identitas Generasi Muslim Masa Depan

Gambar
"Mempersiapkan Haji Dari Muda Adalah Identitas Muslim Masa Depan" Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Melaksanakan ibadah Haji adalah Rukun Islam kelima bagi pemeluk agama Islam. Meski diwajibkan bagi mereka yang mampu namun bsgi ummat Islam telah menjadi kewajiban yang tidak lagi mempermasalahkan mereka mampu atau tidak. Justru karena itu maka daftar antri masyarakat yang mendaftar haji begitu padat bahkan telah memenuhi kuota hingga beberapa tahun kedepan. Besarnya animo masyarakat yang mendaftar untuk menunaikan ibadah ini membutuhkan persiapan mereka sejak dini. Salah satu persoalan mendasar dalam melaksanakannya adalah tempat penyelenggaraan ibadah yang jauh yakni di Kota Mekkah negara Arab Saudi. Karena jarak itulah yang memberi diapensasi bahwa hanya mereka yang mampu dapat melaksanakannya, dimana warga Islam yang sudah bisa membebaskan diri dari keterikatan dengan anak balita, dan tanggung jawab lainnya. Salah satu kendala utama adalah kalangan masyarakat ya...

Rakor Komisi VIII dengan Menteri Agama Dipimpin Ala Preman

Gambar
Rakor Komisi VIII Dipimpin Ala Preman Memantau prilaku DPR kita saya merasa bahwa kualitas sekelas babi berlari (Pig Run) dalam politik, mereka belum memiliki seni komunikasi yang memberi kesan sebagaimana seorang wakil rakyat di negara demokrasi. Lihat saja apa yang dipertontonkan komisi VIII ketika melakukan rapat kordinasi dengan Menteri Agama. Kualitas bicara DPR kita sekelas komandan serdadu Vietnam dalam Film perang Amerika. Rapat Komisi VIII tidak pernah mengatur manajemen pembahasan, misalnya mengatur pembahasan secara substantif setiap permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan tugas. Akhirnya hasil pembahasannya hanya bisa dimanfaatkan untuk mempertegas siapa mereka kepada rakyat pemilih. Kondisi sosial dalam politik yang masih berpotensi untuk terus dibodohkan karena kita belum memahami hal-hal fundamental dalam politik dan sisi yang menopangnya. Tentu saja masyarakat Indonesia yang belum lama memelihara budaya demokrasi itu sebahagiannya yang bermental preman mera...

Tujuh Hal Penting Memimpin Partai Politik di Era Pandemi

Gambar
Tujuh Hal Penting, Memimpin Partai Politik Di Era Pandemi? Covid 19 atau sering disebut era corona banyak membuat perubahan cara hidup dan sisi-sisi kehidupan vital dalam prosesi kehidupan masyarakat dunia. Untung saja dimasa ini teknology memasuki tahapan dalam penyempurnaannya yang menunjang hubungan lintas manusia dibelahan bumi tanpa batas kecuali pertemuan fisik secara langsung. Kita tidak dapat lagi menyaksikan atau menikmati gegap gempita dan riuh sorakan sebagaimana dalam pertandingan sepak bola yang dihadiri oleh ribuan penonton dalam stadion yang besar. Kita tidak dapat lagi menikmati dan menyaksikan secara lansung gegap gempita kampanye politik yang dibanjir massa sebagaimana pemilu dan pemilihan presiden dimasa lalu.  Mungkin saja suatu saat hal itu dapat normal kembali ketika wabah yang dihegemonikan ini hilang atau punya alat yang memberi kekebalan kepada setiap orang sebagaimana suntikan anti cacar. Lalu, bagaimana kita memilih cara hidup, cara memimpin yang selalu d...

"Kita Hanya Bisa Mempertontontan Ego Kekuasaan"

Gambar
Semangat Pagi,,,, "Kita Hanya Bisa Mempertontontan Ego Kekuasaan" Pemerintahan Demokratis itu dibangun untuk memelihara kepercayaan rakyat. Maka kredibilitas pemerintahan itu diukur dengan tingkat kepercayaan masyarakat. Saya memandang perselisihan eksekutif dan legislatif di Aceh yang sering terjadi saban masa pemerintahan lebih disebabkan oleh faktor ketidakdewasaan dan kelemahan tanggung jawab pemangku jabatan itu sendiri. Faktor utamanya adalah kita memang belum cukup ilmu pengetahuan untuk itu. Pertentangan oleh legislatif itu tidak akan membangun kepercayaan masyarakat selama DPRA masih diwarnai oleh dana aspirasi dan belum dikembalikan fungsi sebagaimana sumpah janjinya dengan AlQuran dalam jabatan yang sebahagian besar bernuasa pengawawasan. Meski DPRA meyakinkan masyarakat untuk menunjukkan fungsinya sebagai wakil rakyat namun selama masyarakat masih mencium gelagat berbau dana aspirasi dan konspirasi tentu masyarakat tidak pernah mempercayai lembaga itu. Saya menyar...

Pemimpin Rakyat Idealnya Tidak Merebut Kapling Usaha Rakyat

Selamat Siang,,,, Kenapa anda membutuhkan seseorang kepala daerah yang berkapasitas dan berkemampuan lebih dibanding masyarakat biasa. Karena kelebihan itu mereka juga dapat hidup dengan cara yang tidak mengganggu kapling usaha rakyat. Kalau masyarakat kompetensi usahanya dibidang warung kopi atau jual beli tanah maka kepala daerah seharusnya tidak berkompetisi dengan masyarakatnya sendiri yang seharusnya mereka bina dan berdayakan mereka agar tumbuh mentalitas yang profesional pada bidang usaha masyarakat. Kalau masyarakat tumbuh ekonominya dalam bidang kontraktor atau konsultan, maka kepala daerah harus berupaya mencari bisnis yang diluar bidang itu. Jika ia berada juga dalam usaha itu maka kecil kemungkinan ia tidak menggunakan kekuasaannya untuk mengatur pemenangan perusahaan yang berhubungan dengannya atau justru perusahaannya yang di kuasakan kepada seseorang dekatnya. Kenapa penting saya sampaikan ini? Karena jika mereka merambah kedunia usaha masyarakat maka usaha masarakat aka...