Postingan

Partai Politik Yang Pemimpinnya Dipilih Karena Adu Uang Kadenya Pasti Bermental Budak

Gambar
Pilsuf Inggris Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (godfathers) Dunia politik disuatu daerah gampang saja diberi nilai, nilai itu tentu menjadi ukuran cara berpikir masyarakat. Apakah masyarakat itu bodoh atau masyarakat itu sudah melek dalam perpolitikan rakyat. Bahkan orang yang paham tentang politik sosial dapat mengukur apakah daerah itu sebagai daerah korup atau daerah yang normal.  Ketika mereka melihat situasi sosial maka mereka memahami dan memaklumi masyarakatnya, meski anda bersuara lantang bahwa masyarakat di daerah anda sudah pintar berpolitik. Bisa saja politik itu dianggap sebagai cara menipu atau propaganda yang sebenarnya secara negatif bisa diartikan sebagai penipuan berlapis. Para ahli manajemen sosial hanya akan melihat indikator pemimpin partai politik di daerah anda maka mereka sudah paham siapa anda sebagai masyarakatnya. Maka ahli kepemimpinan sosial mampu membangun kecenderungan sosial didaerah anda meski mereka tidak hadir ditengah kehidupan kita. Jika anda kurang yak...

Pemerintah Yang Cerdas Justru Membangun Partisipasi Lembaga Independen Daripada Lembaga Plat Merah

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Beberapa waktu lalu saya membaca berita tentang pemerasan oleh salah seorang wartawan, karena berita itu fulgar maka saya ingin mendalami substansi beritanya agar tidak mengusik opini ke perihal lain-lain. Saya heran, kenapa larinya berita itu entah kemana-mana yang membuat satu paragraf dengan paragraf lain bertabrakan. Begini beritanya, salah seorang wartawan ditangkap. Oknum menggunakan rompi bertulis singkatan lembaga anti rasuah, rupanya hanya tiruan. Yang menjadi pertanyaan kenapa disebut tiruan padahal soal rompi sama biasa saja, banyak nama sama karena alfabet singkatan. Terus mulailah di ulas berita itu seakan ada yang suci sementara Media, Koran tersebut seperti Najis dalam ilustrasi tersebut.  Lalu jika balik dipertanyakan, apakah jika yang melakukan pemerasan itu aparatur negara bukan media independen diperbolehkan? karena lembaga negara baik dan suci sementara elemen indepenpen itu buruk citranya.  Jadi seharusnya yang menj...

Pasar Setan Itu Bernama Forex

Gambar
Pasar Setan Itu Bernama Forex Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Pernahkah anda masuk atau berdagang pada pasar forex, tentu saja benyak diantara kita yang mengetahui tentang forex, meskipun tidak kurang juga mereka yang membenci, trauma dan sama sekali tidak menyukai pasar jelek untuk berdagang. Bila anda pemula maka bersiaplah untuk menyumbangkan sejumlah uang kepada broker. Jika anda masih tidak cukup paham maka pastilah orang beranggapan bahwa broker itu seperti perampok uang klein yang bermain dalam dunia uang tersebut.  Di masa pandemi tentu semakin meningkat jumlah orang yang terjun ke dunia perdagangan derevatif. Tetapi pada kenyataannya begitu banyak teman-teman kita yang menyesal,  bahkan sebahagian besar teman pemula hanya mengenal deposit tetapi tidak pernah merasakan wildraw atau penarikan keuntungan dalam bermain forex.  Sesungguhnya forex menjadi rumit karena aplikasi metatrader yang menipu pemikiran semua orang, karena time frime dan pengaturan waktu...

Jika Partai Lokal Hilang, Indonesia Mundur Dalam Politik Bernegara, Rakyat Aceh Lebih Terjajah

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Adalah sesuatu yang istimewa bagi Republik Indonesia dalam penanganan masalah Aceh dengan berbagai peristiwa yang dilalui dalam sejarah politik kebangsaannya. Meskipun diwarnai dengan sejarah hitam bangsa ini dengan genosida yang tidak dapat dipungkiri terjadi ditanah Aceh yang masyarakatnya dominan beragama Islam. Meskipun pahit getir yang dialami rakyat Aceh dalam kehidupan bersama bangsa Indonesia yang pada akhirnya hingga saat ini tanah Aceh masih tetap utuh dalam status hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagi negara ini keberadaan provinsi Aceh adalah menjadi begitu vital untuk bangsa Indonesia belajar dan mengevaluasi agar dapat menjadi negara yang pemerintahannya dapat meningkatkan pengetahuan demokrasi. Meskipun bangsa ini secara umum dan Aceh khususnya harus membayar mahal dengan berguguran rakyatnya dalam perang konflik bersenjata. Namun bangsa Indonesia akan lebih terpuruk bila semua peristiwa dan tragedi yang pernah menimpa ra...

Sentimen Berat Mewarnai Ranah Politik Sosial, Penghambat Indonesia Maju

Gambar
Oleh: Tarm idinsyah Abubakar Beberapa perbedaan yang begitu signifikan dalam ranah politik setiap tempat baik negara maupun daerah yang kemudian secara otomatis mempengaruhi ranah kebijakan publik dalam wilayah tersebut. Sehingga ada negara yang masyarakatnya maju dan tidak kurang pula negara yang tertinggal akibat keterbatasan kemampuan, wawasan dan pengetahuan pemimpinnya. Ketika kita bicara tentang kondisi sosial dalam suatu negara, lalu kenapa kita utamakan berbicara tentang pemimpin? Karena pemimpin negara adalah satu-satunya yang bertanggung jawab penuh terhadap keberadaan nasib suatu bangsa, apakah bangsa itu di jajah atau merdeka terhadap bangsa-bangsa lain, begitu pun kondisi masyarakat di suatu daerah, kepala daerah dapat mempengaruhi secara dominan untuk menentukan masyarakatnya berkembang atau tertinggal. Jika anda berpikir negara-negara di dunia semua merdeka maka pemahaman sahabat harus dikaji ulang karena berdasarkan pengalaman sejarah kehidupan semua bangsa-...

Aceh Yang Otsus Larut Dalam Opini dan Sentimen Syariat Islam, Pembangunan Kesejahteraan Rakyat Justru Terabaikan

Gambar

Keliru Memilih Artis dan Bintang Film Sebagai Wakil Rakyat dan Pemimpin Rakyat Ditengah Popularitasnya

Gambar
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Kehidupan masyarakat disuatu daerah dalam berbagai sisi hidupnya semestinya dibutuhkan produktifitas agar dapat mengangkat kualitas kehidupan sosial yang lebih baik.  Pertanyaannya bagaimana mengukur produktif suatu profesi masyarakat? Umpama seorang seniman seperti penyanyi dan pemain film, hingga dimana puncak klimaks profesinya atau puncak karirnya dalam aktivitasnya, lantas ia disebut seniman sukses? Apakah setelah lancar membuat aktivitas, misalnya mengeluarkan lagu dalam setiap satu bulan, dua bulan atau setiap empat bulan atau setiap tahun. Berikutnya pemain film juga demikian, produktifitasnya diukur dengan keikutsertaannya dalam sejumlah film yang dikeluarkan setiap bulan, setiap dua bulan atau setiap tahun atau dianggap suskses setelah secara rutin mereka mampu melakukan produksi lagu atau film secara rutin dan semakin tingginya permintaan terhadap tampilnya sang seniman atau grubnya.  Indikator seorang seniman sukses sebenarnya ditentukan oleh fa...