Kepalsuan dan Ilmu Hidup yang Merusak
Demokrasi Palsu dan Ilmu Hidup yang Merusak Demokrasi palsu sering dibungkus dengan wajah kebaikan. Orang terlihat sopan, bijak, bahkan seolah menjaga agama. Padahal secara hakikat, mereka sedang merusak rakyat. Contoh paling jelas: kasus pemimpin dayah yang melakukan pencabulan terhadap siswi . Itu jelas-jelas kejahatan kelamin . Tapi anehnya, muncul ustad lain yang membela secara terselubung dengan dalih, “jangan buka aib orang lain, berdosa.” Kalimat itu membuat rakyat diam, tidak berani bersuara, bahkan cenderung menyalahkan korban. Karena yang bicara ustad, banyak yang langsung mengaminkan tanpa kritis. Padahal logikanya sederhana: Aib → urusan pribadi, tidak merugikan orang lain (misalnya dosa pribadi). Kejahatan → merugikan orang lain, apalagi anak didik. Itu kriminal, bukan sekadar aib. Akibat pembelokan logika ini, lahir banyak kerusakan: Pembodohan sosial → rakyat dibius untuk menerima kejahatan...