Pemimpin,,,,

Tarmidinsyah Abubakar


"Pemimpin itu bukan Class Birokrasi atau Class Dalam Sistem Feodal"

Banyak orang berpikir dengan caranya sendiri dalam ikhwal kepemimpinan.
Ada yg sudah pernah berjabatan membangun opini seakan kepemimpinan sebagaimana kelas dalam orang menempuh pendidikan, kelas 1, naik kelas 2 kemudian tamat SD masuk SMP dan SMA dst.

Demikian pula dalam kepemimpinan pusat dan daerah, tidak ada hukum kelas dalam kepemimpinan, misalnya untuk menjadi Gubernur ukurannya pernah jadi bupati atau wagub atau DPR RI.

Kepemimpinan dalam Demokrasi itu adalah Trust (kepercayaan), kapasitas, kualitas intelektual, manajemen sosial, berwawasan luas. Jangan pernah berpiilkir anda setelah menjadi Wapres Terus Jadi Presiden. Justru setelah menjadi Wakil Presiden akan lebih sulit karena anda telah diukur oleh rakyat tidak bisa diharapkan utk perbaikan kualitas hidupnya. Apalagi anda dianggap satu Rezim. 

Tentu akan muncul harapan baru dalam masyarakat yg dapat memberi angin segar kepada kepercayaan rakyat. Itulah pentingnya ajaran Ideology, bagi seorang pemimpin dan calon pemimpin. Namun kalau rakyat cerdas dia dapat melihat kemampuan calon pemimpin itu bukan diukur dgn kapasitas uang atau hartanya tetapi keilmuannya.

Melanggar hukum ini konsekuensinya adalah Berhenti  Berharap rakyat sejahtera, "Imposible"

Dalam politik yg sehat, Kepercayaan (Trust) adalah modal politik yg sesungguhnya. Maka setiap orang yg terlibat ke politik ia harus menjaga mental dan moral serta prilaku baik, anti dhalim sehingga anda layak diberi kepercayaan karena anda Sidik, Amanah, Fatanah dst yg merupakan syarat normatif bagi pemimpin.

Jika ada pemimpin yg dipercaya oleh rakyat diluar itu maka negeri atau daerah itu sudah jauh tersesat. Maka wajar jika kemudian rakyat menderita dan tidak bahagia serta mental, moralitasnya terdegradasi dibawah standard.

Tapi yg perlu diingat bhw rakyat dgn kondisi mental dan moralitas tidak baik maka mustahil memilih pemimpin yg benar. Karena apa?

Karena cara pikir rakyat secara kolektif nyaris sama dgn si pemimpin yg dipilih itu, maka semua berjalan ditempat, pemimpin jg tidak mampu membawa keluar rakyat dari masalahnya. Semua itu akan terhenti di Kapasitas, Kualitas Keilmuan untuk keluar dari problem Sosial.

Selamat Siang




Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil