Memecah Belah Organisasi Relawan Capres, Akibat Ambisius Dalam Kekuasaan

Oleh : Godfathers
Dalam pergaulan sering anda menemukan ada orang-orang yang anda kenal terlihat ambisius untuk mendapatkan sesuatu jabatan atau peran atau mendapatkan kedudukan yang sangat diinginkannya.
Hal ini adalah normal jika dalam misi pribadi yang tidak berkait dengan orang lain, misalnya dalam ambisi pribadinya berkait dengan pekerjaan yang tidak berefek terhadap nasib dan perjalanan prestasi dan karir orang lain.
Tapi dalam organisasi orang-orang seperti ini sering menjadi faktor penghambat dalam organisasi. Jangan sekali-kali membiarkan atau membuka ruang kepada manusia seperti ini dalam lingkungan organisasi anda. Karena sangat membahayakan dan merugikan semua pihak. Memecah Belah Organisasi Relawan Capres, Akibat ketidak pahaman dalam penempatan kedudukan organisasi dalam sistem politik demokrasi adalah sangat urgen karena dapat membuat lintas organisasi justru tidak dihargai sebagai kedudukannya dalam suatu manajemen organisasi politik.
Secara prinsip semua orang butuh dihargai walaupun pada dasarnya mereka menuntut lebih dari batasan tuntutannya, tetapi kalau landasannya saja sudah tidak adil bagaimana mungkin kedudukan orang akan berada dalam keadilan dalam antara hak dan kewajibannya dalam organisasi sementara organisasinya hanya dianggap dalam ukuran like and dislike dimata usernya.
Saya mempelajari ada keanehan dan terlihat kebodohan terstruktur dalam sistem organisasi misalnya sebuah organisasi membawahi organisasi lain yang tidak mengindahkan sistem demokrasi.
Contoh, organisasi relawan, diantara banyak organisasi tersebut kemudian ditempatkan sebuah organisasi sebagai atasan yang tidak dihasilkan dari kesepakatan dan musyawarah organisasi-organisasi tersebut.
Apa artinya? Tentu saja salah satu organisasi tersebut adalah statusnnya lebih tinggi dari organisasi relawan lainnya, dan kordinator daerah hanya dipilih oleh seorang ketua bahkan jika kita evaluasi organisasinya sendiri, saya yakin sama sekali tidak memenuhi syarat normatif tentang sebuah organisasi.
Ini adalah contoh perbudakan dalam mentalitas pengorganisasian masyarakat. Kalau begini sistem atau mekanisme manajemennya maka organisasi-organisasi relawan tersebut mendapat perlakuan perbudakan dari salah satu organisasi yang menjadi atasan diantara organisasi relawan.
Maka kalau diketahui oleh orang atau tokoh yang memahami organisasi masyarakat dan paham membangun sistem masyarakat yang maju maka akan menjadi bahan tertawaan atau lelucon gratis. Kenapa sebodoh itu orang yang mengorganisasikan masyarakat relawan?
Karena apa? Tentu saja karena keanehan dan kebodohan prilaku dibawah standar organisator, dimana pengorganisasian yang pada akhirnya menjadi penganut organisasi "jahiliah" yang jauh dari nilai-nilai kesetaraan sebagaimana ajaran dalam organisasi yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang mulia.
Sebagai makhluk sosial dalam ajaran agama utama di Indonesia mengajarkan bahwa setiap kamu adalah pemimpin, tidak pernah disebutkan bahwa kita adalah pesuruh atau anak buah dalam bermasyarakat. Maka berbahaya organisasi dalam masyarakat yang tidak mengutamakan semangat pembangunan masyarakat secara baik sebagaimana konstitusi negara Republik Indonesia.
Lalu bagaimana seharusnya dalam manajemen organisasi relawan calon presiden?
Ini prilaku yang sangat membahayakan dan sungguh dia dan organisasinya membuat malu calon presiden, terlepas sedekat apapun pelaku pengorganisasian tersebut dengan calon presiden yang diusung yang pasti cara-caranya menguasai organisasi tidak ubahnya seperti jurus mabuk yang tidak paham fatsun dan etika. Kalau saja organisasi relawan tersebut dan normal dalam berpikir sudah pasti yang bersangkutan diusir dan tidak memberi ampun atas kelakuan yang memalukan tersebut.
Lantas yang normal bagaimana?
Apabila mau diadakan forum kordinasi dimana semua relawan bisa saja tetapi akan muncul faksi-faksi yang menyebabkan terganggunya dukungan untuk calon presiden tersebut sebagai akibat peran dan fungsi pengorganisasian realawan tersebut.
Idealnya memang forum organisasi relawan bersifat kordinatif dimana ketua-ketua relawan adalah anggota presidium forum relawan.
Jadi kesimpulannya adalah :
Pertama, Dengan menempatkan relaaan sebagaimana tempat dan posisinya mereka justru menjadi relawan yang punya obligasi pada presiden yang diperjuangkannya, meskipun obligasi mental dan moral yang nilainya lebih tinggi daripada nilai uang dalam pemilihan rakyat.
Kedua, Calon presiden bisa menunjukkan ketauladanan dalam pengorganisasian masyarakat dan menempatkan orang relawan sebagai satu kesatuan yang paling berharga dimata rakyat dan dimata calon presiden tersebut.
Ilustrasinya secara sederhana begini lho...
Ada organisasi relawan, misalnya 50 nama lembaga kemudian mereka dibuat forum kordinasi dengan sebuah organisasi yang sama jenisnya dengan organisasi bawahannya tersebut bukan organisasi dalam formasi sebagai organisasi untuk kepentingan semua organisasi tersebut.
Kemudian organisasinya itu justru menempatkan secara topdown dari disemua tingkatan sebagai kordinator relawan. Pertanyaan yang timbul bukankah tidak berbeda dengan menunjuk pimpinan organisasi relawan yang eksklusif tersebut sebagai dewa yang menguasai kepala setiap relawan dalam pemenangan presiden? Lalu semua organisasi relawan nasibnya akan menjadi relawan sampah yang tidak berharga karena yang terhitung adalah organisasi relawan si tokoh bodoh demokrasi tersebut?
Mungkin karena ada jabatan di lembaga perusahaan negara dan ada uang karena fasilitas dan gaji yang besar tentu ia bisa mempengaruhi masyarakat relawan dan ketua organisasi relawan, namun sistem kordinasinya adalah cara-cara udikan yang premanisme murni tidak mencerminkan kadar intektual.
Pertanyaan, apakah sistem ini otoritarian atau demokrastis?
Jawabnya adalah sistem yang sangat bertentangan dengan demokrasi, bertentangan dengan fatsun politik dengan masyarakat.
Kalau hal yang standar saja sumber daya manusia dalam organisasi relawan presiden tidak mampu memahami secara baik maka wajar jika terjadi penjajahan rakyat oleh orang yang berada disekekiling presiden dimaksud.
Satu Box = 5 Saset, 1 Saset 2 Kali Pakai, Harga Rp. 250.000,-
Transfer 0431232969, Kirim Alamat Ke 0838-1922-8233
Karena itu maka penjajahan tidak hanya oleh bangsa asing sebagaimana masa lalu tetapi juga bisa dilakukan oleh masyarakat kita sendiri dengan jiwanya yang feodal atau dengan kata lain "Politik Tuan Demang".
Karena itu mari kita berubah untuk tujuan jangka panjang, jangan ada usaha memperbudak orang lain apalagi pada organisasi relawan yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dukungan untuk pemenangan calon presiden tidak bisa diharapkan dari partai pengusung yang hanya 20-an persen paling besar dalam pemilu, tetapi suara rakyat mutlak dibutuhkan maka bagi calon presiden yang cerdas dukungan dari gerakan rakyat itu selalu dibuka.
Yang dibutuhkan adalah lembaga pemantau kinerja dan dewan pertimbangan dalam organisasi tersebut.
Salam


