Tak Rasional, Rakyat Aceh Berharap Merdeka Pada Mereka Yang Menyerah;
Rakyat Aceh yang masih menaruh harapan terhadap pemerdekaan wilayah Aceh pada mereka yang menyerah sungguh tidak rasional. Nalarnya tidak berjalan normal. Bahkan yang masih terkooptasi dengan pemikiran itu bisa digolongkan manusia bermental perusak (human destroyer).
Kenapa anda tidak boleh berharap kepada mereka? Jawabnya karena mereka senantiasa mencari poin lebih pada pihak yang mereka menyerahkan diri. Berikut apa perlakuan terhadapnya yang menyerah sudah pasti aman? Tentu sungguh tidak aman meski mereka sementara diselimuti dengan selimut emas dan tempat tinggalnya dilapisi tembaga (saya tidak menyebut emas karena negara tidak cukup kaya apalagi Indonesia disebut kolap oleh petingginya sendiri).
Pertanyaan penting yang perlu diketahui masyarakat secara keseluruhan, yaitu siapa yang bertanggung jawab terhadap perjuangan suatu bangsa? Jawabnya adalah pemimpin yang memiliki konsep pemikiran yang kemudian ditumpahkan ke dalam ideology, dimana mereka adalah orang-orang cerdas dan berkemampuan diatas rata-rata politisi. Apakah orang yang tidak memiliki ilmu kebangsaan bisa menjadi pemimpin perjuangan kebangsaan? Jelas tidak bisa karena perjuangan kebangsaan itu akan bergeser ke ranah perampasan dan pertempuran yang membahayakan masyarakatnya.
Terus, apa yang mereka lakukan jika pemimpin kebangsaan itu tiada? Ya menjual apa yang masih berlaku atas hasil karya yang dihasilkan oleh pemimpin perjuangan kebangsaan yang sudah tiada untuk sebatas mencari hidup yang mapan.
Apa karya kebangsaan itu? Membentuk satu kesatuan kesadaran mentalitas dan moralitas dalam komitmen bersama untuk suatu peradaban yang melahirkan common enemy (musuh bersama) sehingga timbul entitas kebangsaan pada suatu masyarakat yang memperjuangkan haknya. Pemeliharaan entitas kebangsaan inilah yang memberi kesempatan kepada banyak orang untuk hidup dengan gampang memperoleh kemapanan padahal mereka lupa bahwa keberadaannya diatas darah dan nyawa masyarakat.
Demikian keterangan singkat, terimakasih.
Wassalam
