Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Instruksi Pejabat Yang Tidak Mendidik

Gambar
Begitu banyak kita menyaksikan instruksi-instruksi para pejabat yang kontroversi dan terkesan otoriter jauh dari pendidikan politik rakyat, karena sikap pejabat yang tidak matang dan prematur sehingga mereka cenderung memposisikan diri sebagai egoisme dalam pangkat atau jabatan yang disandang. Prilaku ini kemudian menjadi begitu negatif untuk pendidikan rakyat, karena setiap instruksi yang ditinggalkan hanya kesan negatif atau pembunuhan karakter terhadap orang lain secara masif.  Sudah seharusnya pejabat publik itu banyak belajar sehingga kuasa dan instruksi terhadap pihak lain tidak menimbulkan posisinya sebagai orang yang bersalah. Karena semakin banyak instruksi yang bersifat menghukum orang maka semakin bertambah jumlah orang yang merasa kecewa atas prilaku pejabat dimaksud. Padahal memperbaiki situasi sosial butuh cara yang elegan yang tidak menekan sebelah pihak ssbagai yang disudutkan atau disangkakan. Secara psikologis sosial orang yang terduga dan merasa bersalah mereka t...

"KONGRES PARTAI dan KARANTINA Sama Dengan Mempertonton Kebodohan Dalam Demokrasi"

Gambar
"Memantau Kongres PAN di Kota Kecil Kendari" Kongres jaman now terkenal dengan istilah karantina. Pemilik suara dari daerah dikumpulkan oleh kandidat dan timnya kemudian diberangkatkan dengan pesawat yang sama seperti rombongan naik haji gitu kemudian dikumpulkan disuatu tempat khusus disuatu hotel dalam suatu kota kemudian diberangkatkan ke Acara Kongres untuk memilih dan memberikan kata yel-yel dan puja-puji pada calon Ketua Umum. Karantina ini biasanya diistilahkan dalam ikhwal hewan yang dipisahkan dengan hewan lainnya. Kalau pada level hewan sungguh masih wajar karena mereka tidak bisa menggunakan pikirannya untuk berpikir. Tapi pada level manusia apalagi para pimpinan partai daerah sungguh tidak rasional dan ini adalah ajaran paling buruk dalam sejarah politik demokrasi di Indonesia. Semoga para petinggi Partai bisa berpikir jernih dan dapat memanusiakan manusia dalam perkara menggunakan hak pilihnya dalam kongres atau musyawarah. Saya berharap akan ada perubahan hasil ...

KONGRES PARTAI dan KARANTINA : Kebijakan Mempertontonkan Kebodohan Dalam Demokrasi

Gambar
"Memantau Kongres PAN di Kota Kecil Kendari" Kongres jaman now terkenal dengan istilah karantina. Pemilik suara dari daerah dikumpulkan oleh kandidat dan timnya kemudian diberangkatkan dengan pesawat yang sama seperti rombongan naik haji gitu kemudian dikumpulkan disuatu tempat khusus disuatu hotel dalam suatu kota kemudian diberangkatkan ke Acara Kongres untuk memilih dan memberikan kata yel-yel dan puja-puji pada calon Ketua Umum. Karantina ini biasanya diistilahkan dalam ikhwal hewan yang dipisahkan dengan hewan lainnya. Kalau pada level hewan sungguh masih wajar karena mereka tidak bisa menggunakan pikirannya untuk berpikir. Tapi pada level manusia apalagi para pimpinan partai daerah sungguh tidak rasional dan ini adalah ajaran paling buruk dalam sejarah politik demokrasi di Indonesia. Semoga para petinggi Partai bisa berpikir jernih dan dapat memanusiakan manusia dalam perkara menggunakan hak pilihnya dalam kongres atau musyawarah. Saya berharap akan ada perubahan hasil ...

Rakyat Aceh, Apa Yang Di Cari Dalam Kepemimpinan?

Gambar
Beberapa pertanyaan menjadi wajar kita pertanyakan ketika kita menghadapi dilema kepemimpinan di Aceh. Ada dalih yang mendasar mempertanyakan hal ini setelah sekian lama kita terjebak dalam stagnasi kepemimpinan yang boleh digolongkan dalam kegagalan rakyat Aceh memiliki pemimpin yang aspiratif dan memenuhi harapan sebahagian besar masyarakat. Pertama, Apakah kedekatan dengan masyarakat? Kedua, Apakah pemimpin seorang yang alim? Ketiga, Apakah seorang yang baik? Keempat, Apakah seorang yang peduli? Kelima, Apakah seorang berpendidikan Tinggi? Keenam, Apakah seorang yang jujur? Ketujuh, Apakah seorang yang tampan? Kedelapan, Apakah seorang yang cerdas dan memiliki ilmu kepemimpinan? Kesembilan, Apakah seorang orang kaya? Kesepuluh, Apakah seorang dermawan? Dari sepuluh pertanyaan itu secara ideal, memang masyarakat Aceh yang Islam menganut konsepsi pemimpin sebagaimana ajaran Islam yang normatif, sebagaimana sifat nabi. Sidik, Amanah, Fatanah dan penjelasannya, tapi ukuran itu begitu lo...

Tak Rasional, Rakyat Aceh Berharap Merdeka Pada Mereka Yang Menyerah;

Gambar
Rakyat Aceh yang masih menaruh harapan terhadap pemerdekaan wilayah Aceh pada mereka yang menyerah sungguh tidak rasional. Nalarnya tidak berjalan normal. Bahkan yang masih terkooptasi dengan pemikiran itu bisa digolongkan manusia bermental perusak (human destroyer). Kenapa anda tidak boleh berharap kepada mereka? Jawabnya karena mereka senantiasa mencari poin lebih pada pihak yang mereka menyerahkan diri. Berikut apa perlakuan terhadapnya yang menyerah sudah pasti aman? Tentu sungguh tidak aman meski mereka sementara diselimuti dengan selimut emas dan tempat tinggalnya dilapisi tembaga (saya tidak menyebut emas karena negara tidak cukup kaya apalagi Indonesia disebut kolap oleh petingginya sendiri). Pertanyaan penting yang perlu diketahui masyarakat secara keseluruhan, yaitu siapa yang bertanggung jawab terhadap perjuangan suatu bangsa? Jawabnya adalah pemimpin yang memiliki konsep pemikiran yang kemudian ditumpahkan ke dalam ideology, dimana mereka adalah orang-orang cerdas dan berke...

Biaya Pendidikan Selangit Karena Sistem Kepemimpinan Feodal

Gambar
https://bit.ly/3cSweH3 Selamat Malam Semakin Feodal sistem dalam kepemimpinan daerah maka semakin mahal pula biaya pendidikan rakyat. Mungkin saja anda akan bertanya, apa hubungan antara kepemimpinan daerah dan biaya pendidikan rakyat? Kepemimpinan Sistem feodal kecenderungannya adalah menindas rakyat, mereka tidak peduli dengan nasib dan penderitaan pihak lain, yang penting dia mapan, senang dan tujuannya tercapai. Bagaimana ciri kepemimpinan feodal? Yaitu siatu sistem yang mengutamakan status sosial dan jabatan adalah alat untuk menundukkan manusia lain meski ia tanpa keahlian disana. Pemimpin daerah juga tidak punya kepedulian kepada masyarakat dibawah yang mereka pedulikan adalah pekerjaan bawahannya yang menghasilkan tujuannya. Karena pola kepemimpinan yang demikian maka pemimpin tidak akan melakukan kordinasi dengan pemilik dan pimpinan lembaga pendidikan untuk membuat biaya standar pembangunan Sekolah dan Perguruan Tinggi yang normal untuk meringankan beban orang tua atau masyar...

Orang Berpendidikan Umum di Arab Dijadikan Ulama di Negeri Kita

Gambar
Suatu hari yang cerah saya berjalan melewati beberapa rumah di suatu komplek perumahan, saya berjumpa para tetangga dan secara kebetulan saya diminta masuk untuk mencoba kopinya yang dibawa dari Aceh bahagian Tengah yang terkenal itu.  Ditengah pembicaraan ttg kopi yang saya memberi apresiasi bahwa kopi itu rasanya luar biasa, karena saya jg berpengalaman mencoba itu ketika saya membawa sebagai oleh-oleh kala saya mengunjungi suatu tempat yang jauh. Karena saya menanyakan perihal anak2 maka masuklah pembicaraan tentang substansi pendidikan, dimana lima orang anaknya dalam pendidikan dan salah satu yang sulung dari dua anak dari istri pertamanya, sudah bekerja di instansi pemerintahan. Tentu anda akan bertanya berapa total anak bapak itu? di jawab sendiri aja dgn ilmu Matematika ya,,,, Next,,,Anak kedua dari istri pertamanya dia ceritakan bhw disekolahkan di Arab Saudi dengan Jurusan Ekonomi. Tapi terganggu pendidikannya karena ketika pulang ke Indonesia selalu diminta untuk menjadi...