"Banyak Kepala Daerah Sedang Menipu Rakyat Pemilihnya"

Selamat Pagi,,,

Kecenderungan kepala daerah membangun tim multiplikator untuk menyampaikan pesan kampanye yang bermuara kepada PENCITERAAN politik.

Untuk mempengaruhi media mereka membangun tim BUZZER dari berbagai unsur baik aktivis ataupun tokoh dari ormas atau partai politik untuk mengelukan kehebatan si pembayar sebagai pemimpin.

BUZZER ini sebelumnya digunakan untuk brand promotion (promosi MEREK) dalam dunia perdagangan yang bila anda perhatikan begitu muluk harapannya. Kalau mereka jual obat saraf maka ketika anda minum mereka membohongi seakan saat itu juga STRESS dan atau setengah GILA anda segera pergi.

Sayangnya kegiatan yang dilakukan oleh orang politik setengah matang ini telah menjauhkan politik dari kepemimpinan yang sesungguhnya dan tentu saja mereka pasti menggeser nilai itu ke ranah pemasaran.

Sayangnya lagi, uang negara yang seharusnya dipergunakan sebaik-baiknya untuk rakyat namun terboroskan untuk membayar puluhan bahkan ratusan orang setiap bulannya untuk biaya tim Buzzer tersebut.

Di Aceh, apakah ini sedang berlaku? Jawabnya lumayan lama, kira-kira era memasuki gerbanng covid 19, perlu dipertanyakan. Apakah anggaran covid 19 digunakan untuk membiayai Buzzer? Silakan cari informasi kalau anda sedang menganggur dan ingin bekerja di pemerintah. Itu salah satu lapangan pekerjaan ala pemerintah jaman hebat.

Dalam logika kepemimpinan sosial pekerjaan politik pemasaran (Marketing Politik) adalah sungguh merugikan rakyat dan negara. Politik akan korup mempergunakan uang pembangunan untuk membedaki, merias kecantikan wajah si pemimpin dan keluarganya beserta sendal jepitnya agar dikagumi oleh rakyat yang tidak terhentikan untuk terus dibodohi. Dalam politik normatif hal ini tergolog penciteraan murni dan anda tidak akan menghasilkan pembangunan bangsa sebagaimana dibangun oleh pemimpin yang memiliki ajaran mendidik rakyat sebagaimana yang dilakukan Nelson Mandela di Afrika, Soekarno Hatta di Indonesia, Gandhi di India, bahkan Tiro di Aceh juga memiliki ajaran dan logika untuk membangun atau memelihara sesuatu yang disebut kebangsaan meski ajaran mereka diselewengkan oleh penerusnya masing-masing karena keterbatasan memahaminya atau network failure.

Lalu, apa yang dihasilkan dengan Buzzer? BAPAK Seleb sangat HEBAT dalam memimpin dan terbaik sepanjang masa. Anaknya titisan dewa, istrinya sangat ramah mulia dan cerdas, pembantunya luar biasa dan itulah katagori outputnya.

Pemimpin jaman ini jarang sekali berbicara tentang konsep pemberdayaan rakyat, mengajarkan cara hidup kepada rakyatnya, seakan mereka menari-nari dipanggung cat walk sebagaimana peragawan yang anda hanya bisa menyaksikan penampilan dan prilaku pemimpin sebatas baik atau buruk. Maka lihatlah apa yang diketahui rakyat tentang pemimpin? Tidak lain adalah batasannya "Baik dan Buruk" 
 
Pertanyaannya adalah, pemimpin sedang melakukan apa? Memimpinkah? Membangunkah? Atau Menjual Dirikah????

Pikirkan itu,,,,,

Salam

https://bit.ly/3jTcYho

www.pemimpinonline.blogspot.com

https://www.bluehost.com/track/tara95


Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil