POLITIK KORUP RAKYAT TAK SEJAHTERA
Pagi ini kita lagi-lagi bicara tentang partai politik dan tentu anda akan bertanya kenapa begitu banyak sisi dan problematika partai politik yang bisa kita bahas setiap hari.
Kalau anda tanya bagaimana dengan politik? Wah,,,,sungguh lebih luas dan mungkin saja ada banyak hal yang kita masyarakat ini belum banyak memahaminya.
Lalu, bagaimana kita bicara tentang pembangunan masyarakat dan manajemen sosial?
Saya yakin hanya sedikit dari kita yang sedikit paham tentang itu sebagaimana mereka masyarakat di negara dan bangsa yang jauh lebih maju.
Kenapa ada Hipotesa demikian? Tentu saja salah satu indikatornya adalah 75 tahun Indonesia merdeka rakyatnya tidak kunjung sejahtera, kita terus berputar dalam siklus mencari format dan pola-pola politik serta manajemen negara yang tidak pernah habisnya.
Begitu pula di Aceh dengan berbagai gelar istimewa dan limpahan uang namun kehidupan masyarakat jauh dari kesejahteraan bahkan gelar termiskin begitu lama kita sandang meski daerah kita sebagai penghasil yang besar.
Bukankah ada yang salah dalam pengelolaan daerah kita? Tentu saja, karena sumber masalahnya adalah pastilah sistem pengelolaan daerah. Apakah kita bodoh? Jawabnya jelas tidak bahkan kita terlalu cerdas dibidang lain yang orang lain tidak pintar.
Lalu kenapa kita bicara bahwa sumber dari segala sumber penghambat kesejahteraan rakyat adalah partai politik? Tentu karena pembuat kebijakan publik utama itu berasal dari sumber daya kader partai politik yang menjadi pejabat atau pemimpinnya.
Kemudian, kenapa kita harus memahami dari dasar tentang politik dan partai politik?
Begini, Tentu saja kita semua paham bahwa sistem politik dan manajemen partai politik kita akui mentalitasnya korup dan hal ini menjadi rahasia umum. Padahal rakyat dan kader membutuhkan sikap politik untuk membangun sistem yang baik dalam politik.
Kalau rakyat kita atau kader partai politik korup bagaimana? Jawabnya adalah Kita perlu belajar kembali tentang mentalitas ANTI KORUP yakni HARGA DIRI.
Perbandingannya dimana? Baca atau pergi ke negara-negara maju untuk melihat anggota partai politik bahkan membayar iuran partainya. Untuk apa? Demi menjaga dan menghargai haknya dalam menyampaikan aspirasi politik agar tidak dibeli oleh kapitalis, mereka tidak ingin harga dirinya dibeli dengan uang tetapi mereka hanya menjadikan alat tukar politik dengan ide, gagasan dan harapan serta kepercayaan agar masa depan bangsa dan negaranya di bawa ke arah yang benar dan oleh kelompok orang yang tidak diragukan kredibilitasnya.
Lalu, anda tanyakan kepada saya, apakah kita tidak punya harga diri?
Tentu saja kita punya harga diri dibidang lainnya, sementara dalam politik mungkin saja kita belum memahami hingga sejauh itu.
Apakah harga diri dalam politik perlu? Jawabnya begini, Dalam kontek pembangunan dan perubahan untuk masa depan rakyat maka harga diri dalam politik diperlukan pada rangking pertama. Karena dengan harga diri dalam politik itulah anda bisa mendorong perbaikan bangsa dan masa depan anda sendiri.
Terus, siapa sesungguhnya yang mengajarkan rakyat menafikan harga diri? Jawabnya adalah pimpinan partai politik dan politisi yang tidak paham makna harga diri dalam politik. Maka alat tukar dalam politik kita yang berlaku adalah Uang Receh. Kenapa demikian?
Hipotesanya adalah Sedikit dari pemain politik kita yang memahami ilmu politik yang sesungguhnya baru sedikit kita paham itu.
Lalu bila ada para kader partai politik suatu partai yang menukar partainya dengan uang seseorang yang tidak memenuhi syarat sebagai pemimpinnya dalam aturan partai? Mereka bukan sebatas tidak punya harga diri tetapi mereka juga adalah pecundang dan pengkhianat serta pelacur politik yang sempurna.
Apakah ini terjadi? Jawab aja sendiri dalam hati yang paling dalam.
Salam
Tarmidinsyah Abubakar
Pemimpin Politik