Kenapa Politik Dan Politik Partai Saling Menjatuhkan?
Perbedaan setiap individu dalam politik sangat tipis sekali. Pertanyaannya dimana?
Jawabnya ya tentu saja hanya dibicara anda. Demikian juga perbedaan antara anda yang paham dengan yang pahamnya mendatar atau tidak paham sama sekali. Indikasinya hanya dikualitas bicara seseorang, bisa saja melalui tulisannya yang menunjukkan seseorang memiliki konsep atau ideologinya dalam berpikir.
Karena itu di sekolah manapun tingkat rendah atau tinggi yang paling utama bagi mereka yang belajar itu membaca dan menulis termasuk ujian akhirnya sebagaimana skripsi dan tesis.
Sementara dari faktor lain tentu sama saja, orang yang paham punya tangan, kepala, mulut, lidah dan anggota tubuh lain sementara mereka yang tidak paham juga punya. Berikutnya mereka yang paham bisa pakai pakaian bermerek mahal sementara anda yang tidak paham juga tidak kurang dalam berpakaian.
Terlebih lagi bahwa yang memahami bisa berbicara dan yang tidak paham juga bisa bicara. Justru hanya beda tipis anda yang paham juga bicarakan dengan berbagai dalih dan argumen, sementara mereka yang tidak paham juga kadang lebih bisa melakukannya.
Maka pada suatu ujian antara yang bisa menjawab dengan orang yang tidak bisa juga bedanya tipis-tipis amat.
𝗣𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮𝗮𝗻 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗔𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗝𝘂𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗨𝗰𝗮𝗽𝗮𝗻
Sekarang mari kita analisa orang masuk dalam agama misalnya mereka yang ingin masuk agama Islam, dimana perbedaan mereka? tentu jawabnya hanya dilidahnya yang mengucapkan dua kalimah syahadat. Oleh karena itu kehidupan yang baik adalah kehidupan yang transparant atau terbuka.
Politik juga begitu, jika terbuka sebagaimana prinsip demokrasi maka semua masalah yang standar tidak mendalam semua orang bisa bicara. Yang perlu diingat bahwa perkataan dengan kata dan kalimat itu menjadi dangkal yang tidak bermakna.
Misalnya mengatakan kita harus bersatu, kita harus solid.
Pertanyaannya untuk pemersatu, alat pengikatnya apa sih?
Kemudian untuk membawa dalam Solid, alat mensolidkan suatu kelompok, komunitas atau masyarakat, dengan apa sih?
Karena itulah maka orang berusaha merebut kekuasaan atau merebut peran dengan menjatuhkan pihak lain dalam politik yang pada dasarnya dalam politik yang miskin ilmu dan miskin etika atau politik barbarian.
𝗜𝗹𝗺𝘂 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗡𝗼𝗿𝗺𝗮𝘁𝗶𝗳 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗗𝗮𝘁𝗮𝗿
Secara normatif ilmu politik hanya mengajarkan tentang sesuatu yang sangat datar, dimana anda harus melakukan analisa untuk pemahaman yang mendalam maksud-maksud yang anda temui baik dibuku, di artikel dan bahkan dalam belajar ilmu politik.
Maka guru menjadi alasan yang kuat dalam memandu cara berpikir dan cara anda memahami segala hal dalam kehidupan tidak kecuali dalam politik.
Sekarang mari kita analisa kenapa saling menjatuhkan dalam kekuasaan dan jabatan bahkan dalam partai politik.
𝗦𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗮𝗿𝘁𝗮𝗶 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸
Saling menjatuhkan dalam partai politik sering terjadi karena beberapa alasan utama:
* Perbedaan kepentingan: Setiap anggota partai memiliki kepentingan yang berbeda-beda, baik itu kepentingan pribadi, kelompok, atau fraksi. Ketika kepentingan-kepentingan ini berbenturan, konflik dan persaingan tidak terhindarkan.
* Perebutan kekuasaan: Dalam partai politik, kekuasaan adalah hal yang sangat diperebutkan. Untuk mencapai posisi yang lebih tinggi atau mendapatkan pengaruh yang lebih besar, anggota partai seringkali melakukan tindakan yang merugikan anggota lain.
* Ideologi yang berbeda: Meskipun berada dalam satu partai, anggota partai bisa memiliki ideologi politik yang berbeda. Perbedaan ideologi ini dapat memicu perdebatan dan perselisihan yang berujung pada saling menjatuhkan.
* Ambisi pribadi: Ambisi pribadi yang terlalu besar dapat membuat seseorang rela melakukan apapun untuk mencapai tujuannya, termasuk menjatuhkan lawan politiknya.
* Tekanan persaingan: Persaingan yang ketat dalam partai politik dapat membuat anggota partai merasa tertekan dan melakukan tindakan yang tidak etis untuk memenangkan persaingan.
* Kurangnya etika politik: Kurangnya pemahaman tentang etika politik dapat menyebabkan anggota partai bertindak semena-mena dan tidak bertanggung jawab.
Dampak negatif saling menjatuhkan:
𝗞𝗲𝗿𝘂𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝘁𝗮𝗶 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸
Saling menjatuhkan dapat merusak citra partai di mata publik dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap partai tersebut.
* Pelemahan partai:
Konflik internal yang berkepanjangan dapat melemahkan partai dan membuat partai sulit untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya.
* Polarisasi masyarakat: Saling menjatuhkan antar anggota partai dapat memicu polarisasi di masyarakat dan mempersulit upaya untuk membangun konsensus.
𝗦𝗼𝗹𝘂𝘀𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗔𝗽𝗮?
* Penguatan nilai-nilai demokrasi: Partai politik perlu lebih menekankan nilai-nilai demokrasi seperti toleransi, musyawarah, dan gotong royong.
* Meningkatkan kualitas kepemimpinan: Pemimpin partai harus mampu menjadi teladan dan menciptakan suasana yang kondusif bagi dialog dan kerja sama.
* Mekanisme penyelesaian konflik: Partai politik perlu memiliki mekanisme yang jelas untuk menyelesaikan konflik internal.
* Peningkatan transparansi: Transparansi dalam pengambilan keputusan dapat mengurangi kecurigaan dan konflik di antara anggota partai.
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗨𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗗𝗶 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁
Saling menjatuhkan tidak hanya merugikan partai politik, tetapi juga merugikan masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, semua pihak harus berkomitmen untuk menciptakan politik yang lebih sehat dan bermartabat demi menjaga partai politik yang harus dipahami sebagai asset politik rakyat, bukan milik Ketua Umum dan Pengurus.
Jika tidak yakin dengan itu maka buka UU Partai Politik Indonesia bahwa partai politik itu adalah milik rakyat bukan milik kelompok politik apalagi milik pribadi yang bisa digeser untuk pabrik penghasil uang bagi mereka.
Maka diamnya kader partai di daerah baik yang dilegislatif dan eksekutif lebih disebabkan oleh mentalitas mereka yang salah kaprah dalam memahami partai politik sehingga mereka menjadi kader politik terjajah oleh pimpinannya sendiri.
Semoga semua dapat berpikir secara jernih sehingga otononi daerah menjadi kewajiban setiap kader partai untuk memperjuangkannya karena mereka hanya dapat dipersatukan dalam issu-ussu yang mendalam untuk hak hidup masyarakat yang lebih baik.
Gramsssss****