Memimpin Rakyat Perlu Sikap Korperarif
Kadang kawan-kawan kita tidak berani atau enggan mengadu nasibnya kepada kita sebagai pimpinan, ada saja kendala dalam hal itu. Maka lihatlah prilaku mereka yang ingin bertemu pemimpin terkadang mereka menceritakan hal lain yang menyenangkan pemimpinnya itu. Padahal masalah dirinya belum diselesaikan secara baik.
Karena memahami psikologi sosial maka saya selalu menanyakan tentang pribadi mereka, misalnya bagaimana keadaan anak-anaknya atau istrinya, atau orang tuanya. Selalu ada masalah yang butuh perhatian pemimpin untuk itu.
Kelemahan kita sebagai pemimpin yang demokratis kita selalu dianggap kuat meski kita sudah tidak pada jabatan atau pimpinan mereka, karena apa?
Karena kita sumber inspirasi dalam keseharian kawan-kawan kita. Karena kita tidak punya anak buah maka kita juga tidak bisa memerintah orang lain untuk mencari uang dan bekerja untuk kita.
Yang kita bangun adalah pola hubungan yang berkesadaran untuk membangun modal sosial yang kuat organisasi yang semua anggota merasa punya hak di dalamnya. Bukan sebatas mengeksploitasi anggota untuk kehidupan mewah pemimpinnya.
Menurut saya Aneh kalau ketua organisasi menjadi orang kaya sementara anggota organisasinya miskin, harusnya meski tidak kaya jangan sampai menderitalah.
Dan GiLa bila pemimpin organisasi kita punya kuasa sementara pengurus dan anggota justru menjadi oposisi. Ada apa kalau begitu kondisinya??
Siapa yang salah??
JAWABNYA PEMIMPIN tidak perlu mencari kelemahan lain pada anggota dengan mengatakan dia memang begitu orangnya.
Orang yang mampu mengkritik dengan benar punya kemampuan lebih dari mereka yang memimpin, Ingat Itu!!!
Salam