Judul Buku: Serdadu dengan Negarawan dan Pemimpin Politik


RETaknya Elit Politik: Antara Kekuasaan dan Ketiadaan Teori

Oleh: Tarmidinsyah Abubakar (GoodFathers)

Elit politik Aceh kini terpecah di persimpangan antara kekuasaan dan ketiadaan teori. Mereka yang dahulu berjuang dengan satu cita-cita kini saling berseberangan, berebut legitimasi, dan kehilangan arah perjuangan. Di tengah situasi ini, rakyat kembali menjadi penonton dalam panggung politik yang semakin jauh dari nilai perjuangan.

“Ketika teori hilang, kekuasaan hanya menjadi pertunjukan ego.”

Krisis ini bukan sekadar soal perebutan jabatan. Ia adalah krisis visi dan moral. Ketika teori tidak lagi menjadi dasar, keputusan politik diambil berdasarkan insting pribadi, bukan musyawarah rakyat. Kekuasaan yang tanpa teori ibarat kapal tanpa kompas — berlayar tanpa arah dan siap karam kapan saja.

Menemukan Teori dan Kompas Baru

Politik Aceh butuh pembaruan. Ia butuh arah baru yang lahir dari kesadaran ideologis, bukan kepentingan pragmatis. Kita harus kembali ke akar perjuangan: menegakkan nilai, bukan sekadar mengamankan kursi kekuasaan.

“Rakyat yang sadar teori tidak akan mudah dijajah oleh pemimpin yang buta arah.”

Inilah panggilan bagi generasi baru Aceh — untuk membangun ulang teori perjuangan, menyatukan kembali politik dengan moral, dan memaknai kekuasaan sebagai amanah, bukan alat balas budi.

📘 Buku Rekomendasi:
“Serdadu dengan Negarawan dan Pemimpin Politik”

Buku terbaru karya Goodfathers ini menjadi jawaban teoretis atas retaknya elit politik Aceh hari ini. Ia mengupas bagaimana perjuangan harus bertransformasi dari kekuatan bersenjata menjadi kekuatan moral dan intelektual.

“Serdadu adalah pedang perjuangan, sementara negarawan adalah kompas arah perjuangan.”

Buku ini menjelaskan secara mendalam tentang:

  • Transformasi serdadu menjadi negarawan yang berpikir strategis;
  • Bahaya ketika kekuasaan tanpa teori menguasai politik Aceh;
  • Konsep Demokrasi Syura sebagai jalan bagi Aceh Bangkit.

Judul: Serdadu dengan Negarawan dan Pemimpin Politik
Penulis: Goodfathers
Terbit: Banda Aceh, 2025
Tagline: “Aceh tidak butuh elit kuat, tapi elit yang punya teori dan nurani.”

Baca artikelnya di: AtjehMandiri Blog

Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil