Gubernur Tak Punya Solusi Maka Minta Pengkritik Beri Solusi"
Tim Gubernur Bilang, Pengkritik Harusnya Memberi Solusi. Saya bilang, Logikanya Gubernur Tidak Punya Solusi.
Yg namanya Pengkritik Tidak Pernah Ada Di Negara Manapun Yang Memberi Solusi Karena Apa?
Karena Pengkritik Tidak Dibayar Oleh Negara dan Tidak Menggunakan Fasilitas Negara Sebagaimana Gubernur Yang Dibayar Mulai Bangun Tidur Hingga Bangun Lagi bahkan Ke WC pun dibayar negara. Menjadi Aneh ketika Pengkritik diminta memberi solusi, kelihatannya tidak paham tentang hakikat pemerintahan secara benar, mungkin mereka salah guru dan terjebak dalam ajaran sesat.
Saya bahkan diserang oleh orang dekat Gubernur, disebut tidak berterimakasih sdh masuk caleg Partai Demokrat. Wah,,,,ini orang saya pikir sudah tidak waras dengan pikirannya dalam politik. Entah apa yang merasukinya. Sehingga persepsinya tidak logis dalam politik. Idealnya harus dibalik, namun ditengah debat buta yg dia tidak paham tiba2 mengendur tegangannya.
Saya sempat berpikir ini orang pasti disemprot sama gubernur atau diingatkan jangan dilayani pengkritik, kalau dia antenenya pendek saya yakin gubernur bilang begini : Hai Bro Jangan Dilawan Itu Orang Gila Malu Kita Nanti dibuatnya, itu orang bukan lawan debat you, wong aku aja belum tentu sanggup. Biar aja dulu nanti juga diam sendiri,,,😅
Saya tidak tahu para pembantu dan lendayang Gubernur, mungkin saja mendapat biaya menyamai gubernur jugalah, jika tidak begitu kenapa kerepotan dan terusik kala menghadapi pengkritik. Ini persepsi masih dlm katagori yg sehat.
Sebagai pengkritik saya tidak diharuskan untuk merangkul Gubernur atau mendekati Gubernur, Begitu Etisnya. Saya hanya perlu dukungan rakyat. Karena pekerjaan itu saya lakukan juga untuk memenuhi tuntutan rakyat pada negara. Sebaliknya Negara juga membayar Gubernur termasuk dalam tugasnya menyamakan persepsi rakyat, bahkan untuk meminimalisir kritikan di daerah.
Namun ini tergantung pada kualitas gubernur apakah dia sebagai pemimpin atau hanya mirip pemimpin. Jika dia pemimpin pasti paham fungsi dan tugasnya untuk menjaga stabilitas politik daerahnya. Jika tidak paham tentu asal dia dapat uang dan fasilitas masalah keresahan dan kritik sosial dia biarin aja, bodoh amat yg penting aku kenyang, dia mampus tak dapat apa-apa aku buat. (cara pikir sibeureukah gulam)
Begitulah, idealnya ketika kita semua paham etika di posisi politik masing2. Maka standar masyarakat dalam politik perlu juga dipahami oleh aeorang gubernur. Jika ini tidak dipahami maka orang yg paham tentang politik akan menempatkannya sebagai pemimpin yang tidak punya etika dalam memimpin.
Bagi saya ini baru kritik etika, dan sisi yang kurang wajar. Saya belum masuk dalam kasus dan masalah hukum serta ketidaklaziman pada orang yang berjabatan tersebut sebagai kursi yg kepemilikannya adalah seratus persen punya rakyat dengan skbb Konstitusi Negara Republik Indonesia.
Salam
