Propaganda Politik

Sahabat FB Selamat Siang.

Gejolak Sosial selalu menjadi alat paling seksi untuk strategy politik, ini dijelaskan dalam teori politik dan banyak referensi dari sejarah politik negeri kita dan sejarah politik dunia.

Ibarat orang kencing dalam air hujan, ibarat tupai gokgok bak U padahal karena angin, ibarat penjahat kelamin memperkosa perempuan hamil dan bisa juga lebih besar pengaruh politik yang dimanfaatkan misalnya melakukan pekerjaan politik dalam perebutan kekuasaan dalam gejolak sosial dengan kebijakan yang disesuaikan dengan menempatkan dalih itu (misalnya corona) sebagai alat bantu yg sangat potensial.

Pelajari bagaimana partai komunis, partai nasionalis, partai agamis, partai sekuleris, partai liberal menggunakan realita social untuk kepentingan politik mereka merebut wilayah sasaran. Itu strategy yang berbeda menurut ideology partai politiknya.

Bagaimana di Aceh?
Aceh sama sekali tidak terlihat dominasi pergerakan ideology politik yang dominan hanya gerakan masyarakat yang dan keteguhan sikap secara alamiah atau wujud ikatan kecintaan terhadap tanah air dan kampung halamannya. Mungkin karena konflik daerah yang terus menerus sehingga polesan ideology politik party terlihat sangat tipis. Boleh dibilang secara dominan kita hanya berjalan dijalan politik yang terbuka tanpa kanal dan alur politik bahkan tanpa guru politik tanpa suluh, sehingga kita gampang diombang ambing dan diadu domba dalam politic party.

Karena kita lemah disitu maka saya ingin menerangkan sedikit saja supaya mudah dipahami substansi propaganda politik terhadap kondisi sosial yang dapat dimanfaatkan.

Begini,,,,
Kondisi sosial hari ini yang diancam oleh corona virus beserta penanganannya oleh pemerintah maka oleh orang atau kelompok berpengaruh dlm pemerintah bisa digunakan untuk menaiki kuda corona ini untuk mencapai tujuan perubahan politik bahkan mereka bisa melakukan kudeta sosial terhadap sistem yang berlaku dan merubahnya dengan sistem politik yang mereka inginkan.

Namun hal ini biasanya dilakukan oleh manusia2 ambisius dan pemimpi perubahan yang terlihat dalam sejarah politik dunia.

Polisi dan Tentara yang terorganisir adalah alat berikutnya untuk mendukung permainan ini, gerakan polisi atau gerakan tentara selalu mudah kita baca dalam penanganan sosial untuk politik. Sebagai contoh saat corona ini ada kebijakan untuk darurat sipil, hal ini bisa saja untuk konsolidasi kekuatan polisi dalam politik bernegara untuk persiapan perebutan kekuasaan lima tahunan. Atau bisa saja ketika presiden mengalami kehilangan kepercayaan kemudian mereka merebutnya dengan kekuatan yang terorganisir dan sudah ready 100 persen.

Taukah yang saya kuatirkan kepada rakyat kita yg masih tipis sentuhan ideology mereka tidak paham batasan dan perbedaan itu, misalnya bagaimana gejala dalam ajaran komunis ketika merebut pengaruh sosial. Pelajaran ini tidak pernah ada kepada rakyat di Aceh karena pemimpin di Aceh sebahagian besar dari guru-guru ekonomi di Unsyiah kemudian beralih oleh politik birokrat dibawah Abdullah Puteh (Organisator dan Birokrat, Azwar Abubakar (Semi Politik karena kala itu baru dalam dunia politik, Birokrat dan konsultan), Mustafa Abubakar (Birokrat dan Konsultan), Tarmizi Karim (Birokrat) kemudian diganti oleh rezim perang Irwandi dan Nazar, berikutnya Zaini dan Muzakir dan kini Nova Iriansyah (konsultan).

Jadi sama sekali tidak ada ajaran Ideology politic party dalam kebijakan publik di Aceh. Sehingga sebahagian besar masyarakat tentu lumayan gelap dengan pengetahuan ini.

Wajarlah masyarakat Aceh terdiam dengan gejolak hati dan yang sedikit merasa hanya melakukan protes atas Rasa dalam hati karena dongkol atas ketidakadilan bukan melawan atau menghambat karena pemahaman strategy politik dan tujuan politik yg dilakukan oleh kelompok tertentu dalam pemerintah yang melemahkan keberadaan elemen rakyat atas kekuasaan dalam bernegara. Kemudian bisa jadi endingnya membangun rezim otoritarian baru yang berkuasa penuh atas rakyat yang lemah secara ekonomy dan sosiologys.

Demikian semoga bermanfaat.

Salam


Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil