Apakah Dalam Demokrasi Seorang Pemimpin Boleh Menunjuk Dalam Memilih Seorang Pemimpin Daerahnya?

Organisasi politik mengalami pasang surut dalam pertumbuhan demokrasi. Hal ini tergantung pada wawasan dan strategy si pemimpinnya.

Kalau ia memahami memperbaiki kepemimpinan rakyat, hakikat demokrasi dan kepahamannya memenuhi hak orang lain tentu saja bisa organisasi yang dipimpin akan berkembang dengan normal, tetapi bila organisasi dibangun dengan uang tentu saja organisasi itu akan rapuh dan korup membahayakan masyarakat dan negara.

Hal itu akan bergantung pada situasi dan kondisi kebutuhan partai politiknya. Maka seorang pemimpin perlu wawasan tentang menggali dan memahami potensi sumber daya kadernya. 

Sehubungan dengan pertanyaan pada judul diatas maka jawabannya adalah Boleh saja, asalkan ia mampu memberi dalih dengan kajian yang rasional untuk kebutuhan organisasinya.

Disamping itu pemimpin juga harus membuat keputusan yang tidak menggeser atau mendegradasi fungsi kepemimpinan dalam membangun kepercayaan masyarakat. 

Misalnya dalam konteks organisasi mengalami krisis kepemimpinan maka ia perlu berpikir tentang strategy membangkitkan kembali gairah dan memantik emosional dengan logika sosial sehingga pengambilan keputusan itu menunjukkan kedewasaan berpikir pemimpin umumnya.

Mempelajari kondisi organisasi di daerah dan tujuan organisasi ingin merubah paradigma sosial di daerah, misalnya di daerah itu kadernya rata-rata bermental korup maka pemimpin harus menghentikan dan memperbaiki mentalitas korup. Menafikan kesempatan mereka memilih karena uang mengingat hasilnya akan menjerumuskan organisasi.

Lalu bagaimana strategynya? Membuat suatu kebijakan baru untuk membangun jaringan organisasi di daerah yang dibangun bukan karena keterikatan kader karena uang yang selama ini telah menggerogoti organisasinya.

Dengan tujuan organisasi maka pimpinan umum membangun strategy baru dan menempatkan pemimpin daerahnya yang berbasis pengetahuan kepemimpinan politik. Dengan begitu maka pemimpin umum sudah memperbaiki setengah dari organisasinya yang bermental korup tersebut di daerah.

Oleh karena itu seorang pemimpin umum harus memilih untuk menempatkan organisasinya yang berseberangan dengan organisasi politik lain yang biasa yang sudah terjerumus dalam mentalitas korup. Dengan begitu maka organisasi politiknya akan tampil dalam profil dan performan yang berbeda dengan pesaing lainnya dan berpeluang membuat perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Jaman ini organisasi politik tidak bisa dibiarkan tumbuh secara alami karena tanpa inovasi atau discovery ia akan tenggelam dan cenderung menjadi penghambat perubahan karena pemilih itu makhluk dinamis yang menuntut perubahan. 

Meski masyarakat suatu daerah cenderung korup tetapi harapan mereka sebaliknya, karena masyarakat akan memilih menjadi lebih baik namun karena tidak ada  pilihan maka mereka apatis dan ikut melakukan sesuatu yang tidak wajar. 

Dengan kondisi itu maka hak pemimpin umum dalam rangka mencapai tujuan organisasi bisa dimaklumi dan keputusan ini dianggap sebagai ajaran atau kesepakatan diatas untuk merubah arah serta tujuan organisasi yang lebih baik.

Dengan landasan ini maka pilihan oleh kader daerah dianggap tidak memenuhi kualitas keputusan politik yang terbaik bagi rakyat karena mentalitas kader daerah yang terjerumus dalam kepentingan sempit dan tidak sama sekali tidak menguntungkan tujuan organisasi.

Pertanyaannya, apakah uang adalah modal utama membangun organisasi? Jawabnya bukan uang seseorang tetapi uang banyak orang. Kalau uang seseorang maka anda sedang merusak total organisasi anda. Karena pemimpin masyarakat itu yang baik adalah mereka yang berkemampuan membangun banyak pemimpin dan kebersamaan kadernya dalam mencapai tujuan organisasi. 

Tapi uang seseorang adalah alat mematikan organisasi politik dan alat membodohkan kader juga sebagai alat feodal yang kuno dan jorok dalam kepemimpinan di jaman yang pendidikan warga masyarakat sudah berkembang. 

Mereka yang berwawasan dalam kepemimpinan akan memandang anda sebagai orang-orang yang tidak mampu dan bermental korup serta diposisikan dungu sehingga secara sempurna anda memberi andil besar kedunia politik yang semakin terjerumus dalam lingkungan kotor yang jauh dari harapan masyarakat normal.

Dengan tujuan memperbaiki dan mereformasi organisasi, tentu anda bisa melewati batasan demokrasi diinternal, namun keputusan itu haruslah dianggap wajar oleh publik. Tetapi kalau keputusan itu karena di dominasi kepentingan sesaat dan masih menghambakan jabatan kader di daerah maka lagi-lagi anda sedang mengambil manfaat pribadi dan menghancurkan organisasi sehancur-hancurnya.

Oleh karena itu anda sebagai pemimpin perlu tajam memahami monster-monster perusak organisasi, jangan sampai justru kebijakan anda menambah tumbuh kembangnya monster perusak itu.











Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil