Pemimpin Itu Bukan Melahirkan Anak Buah
Banyak orang merasa menjadi pemimpin ketika ia memiliki beberapa orang anak buah atau pengikut, yang bisa disuruh mengerjakan apa saja yang diinginkan. Kemudian para anak buah mendapat imbalan sebagaimana pekerjaannya itu. Karena kemampuan keuangan seseorang itu kemudian dia memili kekuasaan bahkan dapat mengancam keselamatan orang lain ketika berhadapan dengannya. Fenomena ini kemudian di klaim sebagai kepemimpinan dalam masyarakat awam. Padahal pola-pola kepemimpinan seperti ini merupakan pola kepemimpinan kuno atau jahiliah yang telah digunakan oleh manusia semenjak mereka berburu dalam mencari penghidupan. Namun demikian kita juga dapat melihat pola kepemimpinan dalam ketentaraan yang menganut sistem otoritarian, namun mereka tetap saja berlaku aturan hukum yang positif untuk kepentingan negara. Pola kepemimpinan ini dalam masyarakat dapat digolongkan sebagai pola kepemimpinan feodalisme, yang akhirnya menciptakan penjajahan lintas kelompok. Lagipun kepemimpinan seperti ...