Nyaman Dengan Pikiran, Maka Otak Tidak Bekerja
By. Good Fathers
Salah satu kecenderungan pada manusia adalah mereka akan berada dimana mereka merasa paling nyaman. Apakah secara fisik ataupun secara mental.
Dalam menempatkan pikiran kemudian orang mengambil sikap juga tidak berbeda, sudah pasti orang-orang akan cenderung memilih tempat yang nyaman sebagaimana isi pikirannya.
Pada dasarnya pilihan ini sudah tepat karena pada hakikatnya orang cenderung memilih suatu kehidupan yang indah dan nyaman sebagaimana yang diilustrasikan dengan surga dalam ajaran Islam.
Tentu saja kalau bisa kita buka file dalam otak setiap orang salah satu big file paling besar di otaknya adalah bidadari disurga bagi semua orang lelaki yang taat dan bagi perempuan digambarkan mendapatkan bidadara yang rupawan.
Karena itu pikiran orang sejak mereka kecil akan mempengaruhi cara pikirnya hingga sepanjang hidupnya kecuali orang tersebut melawan kenyamanan dari dalam dirinya.
Misalnya, kita dibesarkan dengan melihat orang eropa sebagai musuh atau orang kafir sejak kita mengenal manusia lain. Kemudian melihat orang kebangsaan China sebagai orang yang berbeda dengan kita karena mata sipit dan kulit putih dan rata-rata berbeda kepercayaan.
Lalu kita berjumpa dengan orang dari Timur Tengah yang kebangsaan Arab di jakarta mereka pakai celana pendek, baju kaos dan sepatu sport, karena mereka berbahasa asing kitapun mendengar dari sebelah meja yang lain maka kita anggap juga mereka orang eropa yang kafir karena hidungnya mancung, kulitnya putih, badannya tinggi.
Kemudian mereka tidak menggunakan pakaian sebagaimana kebanyakan orang arab yang menggunakan longdress jubahnya berwarna putih dan surban yang dibalut dikepalanya sebagaimana digambarkan orang Arab sejak kita kecil dengan cerita-cerita nabi baik dari orang tua yang baik maupun dari guru mengaji.
Sebenarnya kita tidak pernah mencoba untuk berubah karena sejak dari kecil sudah di patron oleh kehidupan yang dikontrol secara ketat, bahkan ketika membuat kesalahan sampai orang tua menggunakan kekerasan.
Pada lingkungan sekolah juga kita masih menggunakan kekerasan seperti jewer kuping dan cara-cara lain yang intinya masih membuat anak takut pada gurunya, karena faktor tersebut sehingga mentalitas mereka tidak bebas dalam berpikir diluar patron lingkungan, orang tua serta faktor lahir lainnya.
Kemudian anak-anak yang otaknya cerdas juga tidak akan berkembang karena banyak rambu-rambu yang mendominasi pikiran, karena sistem pendidikan anak yang tidak terfokus pada kebebasan dan kemerdekaannya sebagai manusia karena kewajibannya yang ditanam harus berbakti kepada orang tua. Karena itulah banyak anak-anak tumbuh dalam pengeksploitasian keluarga yang berlebihan.
Hal ini yang membedakan cara hidup kita dengan masyarakat di negara yang maju sehingga anak-anak mereka diberi kesempatan untuk bebas mengambil keputusan dalam hidupnya yang penting komunikasi dengan orang tuanya diutamakan tetapi orang tua tidak pernah membuat tekanan dan mengeksploitasi mereka.
Kemudian ketika ajaran global dari negara lebih maju masuk ke Indonesia maka kitalah yang didepan memandang sinis dan anti terhadap cara orang lain padahal orang lain melakukan itu setelah pengujian dan pengalaman yang cukup bahkan bisa melahirkan teori.
Kenapa karena kita masih berpikir secara kasar sementara spirit dan ruh hidup orang lain dengan ilmu pengetahuan dan jiwa yang bebas. Misalnya kita melakukan bohong karena takut pada sanksi sosial dan takut dilihat Tuhan, sementara orang lain bukan karena takut tetapi karena berpikir secara rasional bahwa melakukan bohong akan berdampak negatif dan merusak nama baik pada diri sendiri yang menimbulkan resiko terlalu besar dalam hidupnya.
Kita menganggap hal-hal semacam ini adalah sesuatu yang berlebihan tetapi itulah sebenarnya perbedaan hidup manusia modern dengan manusia tertinggal. Perbedaan orang berpengetahuan dengan tidak berpengetahuan bedanya juga tipis, misalnya dalam rumah tangga, orang yang punya ilmu akan membuat manajemen sementara yang tidak punya ilmu berjalan alamiah saja.
Dalam hal kecil saja, misalnya dirumah dengan manajemen fisik yang baik mereka akan tahu dimana letak tempat obat dan atau obeng serta dimana mereka meletakkannya kembali. Rumah yang baik tentu terdiri dari file-file sebagaimana dalam komputer anda. Lalu mental yang baik dalam rumah adalah konsisten dan disiplin melakukannya.
Ini adalah hal kecil, tetapi bagi mereka yang berpikir kasar, pasti menanggapinya dengan sinis, apa dia bilang kita kan lebih tau. Karena sikap begitulah yang membuat semua berantakan.
Orang-orang seperti ini tergolong konservatif sosial juga, karena dia sangat nyaman dengan pola hidupnya yang amburadul sebagaimana kehidupan kera. Justru dia tidak akan nyaman kalau diajak berubah, karena memang dari kecilnya dididik oleh orang tuanya yang berpengetahuan terbatas.
Karena terlalu nyaman maka otak tidak bekerja keras untuk merubah cara hidupnya, maka kita akan sulit menerima ajaran-ajaran yang kita anggap baru padahal kita baru saja mengetahuinya.
Oleh sebab itu politik kitapun sulit berubah, misalnya orang politik harus sering berurusan menulis dan membaca supaya dia dan masyarakat yang memilihnya dapat menggunakan ilmu pengetahuan politik yang benar, fungsi partai politik yang benar, merekrut sumberdaya kepemimpinan dari masyarakat berbasis ilmu pengetahuan politik bernegara.
Salam