Arahan Masyarakat Untuk Pemilihan Presiden

By. Goodfathers

Sahabat sekalian kita sudah memasuki dalam tahapan babak baru untuk pengembangan Grub Politik Aceh. Banyak pengetahuan yang sudah dibahas dalam dinamika komunikasi politik dalam grub dari berbagai pertai politik dan timses serta relawan tim capres. Namun hingga saat ini kedewasaan kita menjadi alat pemersatu dalam politik kita.

Pemilihan opsi apapun dalam politik demokrasi adalah wujud musyawarah dan jalan akhir adalah voting suara masyarakat yang kita artikan sebagai pemilihan langsung dan pemilu. 

Dalam sistem demokrasi pemilihan atau voting itu adalah ibarat memukul tongkat ke air, dimana setelah tongkat diangkat airpun bersatu kembali, demikianlah filosofi untuk memudahkan pemahaman politik demokrasi yang merupakan sebuah role of the game.

Karena itu, dalam kehidupan demokrasi bagi politisi dituntut zero emosi dan kematangan dan bagi masyarakat dituntut kesadaran terhadap hak-hak dasar dan hak politiknya sebagai warga negara yang mumpuni.

Grub ini sejak awal dipersiapkan untuk keseriusan berpikir para politisi, demi membuka peluang untuk melakukan perubahan sosial di Aceh dalam politik. 

Mengingat status daerah Aceh yang otonomi khusus  maka dibutuhkan platform politik daerah yang setidaknya juga bisa melahirkan etika dan fatsun politik rakyat Aceh sehingga ranah politik kita menjadi normal dan terarah dalam pembangunannya.

Kita harus menyadari bahwa masyarakat kita sebahagian besar masih tertinggal dalam sistem demokrasi sebagaimana harapan konstitusi negara, tentu dibutuhkan jalan yang tepat dan terarah dalam politik,  kepemimpinan daerah, berbangsa dan bernegara. 

Kita sepantasnya perlu segera sadar bahwa selama ini berada dalam kehidupan yang terkungkung dalam sistem feodal jauh dari perspektif demokrasi, sementara kita berharap untuk bangkit dengan semangat otonomi daerah. 

Tetapi sekarang justru kita kembali ke titik nol bahkan melebihi sebelum masa reformasi sebagai akibat kelemahan kita sendiri dalam menjalani politik Indonesia sebagai negara kesatuan.

Tahukah anda negara kesatuan? Inilah bentuk negara paling klasik, paling kuno di dunia yang selalu mengarah kepada sistem sentralistik. Otonomi akan selalu berbalik arah karena negara ini sama seperti sistem komando dalam organisasi. 

Ideologi politik sosial senantiasa menjadi rebutan antara liberalis dan komunis, sementara masyarakat kita secara rata-rata buta dalam pemahaman ideologi politik dan mereka hanya membandingkan semua persepsi dengan landasan berpikir agamais yang hanya menghasilkan baik dan buruk serta berada diantara keduanya yakni dalam hipokrit.

Sebenarnya ada hambatan yang besar dalam pembangunan masyarakat Aceh dalam politik demokrasi, terutama kelompok geng-geng politik yang tidak memahami akar masalah politik yang selalu membuat komunikasi dengan masyarakat bawah. Merekalah yang merusak tatanan pengembangan pengetahuan demokrasi dalam masyarakat.

Kelompok seperti ini mungkin sudah terbaca oleh kita di tingkat para pemikir, sehingga perlu di waspadai orang-orang yang dekat dengan politisi dan melakukan kampanye untuk kepentingan mereka.

Dalam politik normatif orang-orang yang melakukan negosiasi dengan masyarakat secara liar dan mewakili politisi jahat ini adalah mengaburkan pengetahuan demokrasi  masyarakat yang hanya mengutamakan ego dan tahtanya. Mereka justru menikmati status quo sosial karena dengan terbatas pengetahuan masyarakat dalam politik maka dengan mudah menarik kembali masyarakat terjerat dalam kehidupan politik yang stagnan. 

Mereka juga sengaja membiarkan dan  mengacaukan pemikir dan mereka bisa berjalan mulus dengan politik demagogisnya ditengah masyarakat yang terus terpuruk dalam bernegara dan dijadikan sebagai objek politik, berikut menempatkan diri sebagai tuan tempat masyarakat meminta bantuan secara sporadis sebagaimana mentalitas pengemis.

Ketergantungan masyarakat terhadap tuannya inilah yang membuat masyarakat terjerembab dalam lingkaran setan tidak mampu bangkit. Karena mentalitas masyarakat hanya berada sebagai peminta dalam semua perspektif pembangunan masyarakat itu sendiri.

Mudah-mudahan gagasan kita ini memberi manfaat yang baik sehingga kita bisa segera keluar dari lingkaran setan politik dan kita bisa membawa politik Aceh yang bermanfaat sebesar-besarnya untuk rakyat Aceh.

Salam







Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil