Kekuasaan Konspiratif
Ketika kekuasaan di daerah anda peroleh dengan cara mengadu domba atau dgn cara melobby (e-meulieh) pengurus pusat maka dapat dipastikan anda sedang merusak kredibilitas kepengurusan daerah organisasi anda.
Seharusnya pengurus organisasi apapun di daerah menjadikan organisasi itu mandiri agar tidak bisa secara serta diintervensi atau dicucuk hidungnya oleh pengurus pusat. Sikap e-meulieh ini juga yg telah menempatkan organisasi di daerah menjadi anak buah organisasi pusat sehingga sangat mungkin diatur secara otoritarian.
Dan prilaku anda merupakan wujud dari rakyat daerah yg tidak paham tentang perjuangan rakyat daerah dalam hal besar yakni Desentralisasi. Prilaku anda juga telah menginjak2 Demokrasi sehingga hak bicara rakyat daerah menjadi begitu lemah.
Saya yakin prilaku para organisator yg begini rupa telah menjatuhkan harga diri, marwah rakyat Aceh. Karena kedudukan rakyat daerah itu tercermin dengan kedudukan anda yg mewakili organisasi dari daerah dan kebijakan serta keputusan pusat untuk rakyat daerah itu diamankan melalui organisasi masaa dan politik.
Inilah sumber masalah sehingga negara dengan sendirinya secara sistematis melemahkan rakyat daerah akibat penyelenggara organisasi dan pejabat daerah selevel dgn kedudukan organisasi tersebut.
Jika rakyat berharap pada DPR maka dapat dipastikan DPR itu dalam intimidasi ketua partai. Karena apa?
Karena sebahagian besar ketua partai didaerah lemah dalam memahami Demokrasi yg benar dan hak rakyat daerah menjadi sesuatu yg tdk mungkin diprioritaskan oleh pejabat daerah jika pola ini masih berjalan. Karena ia sibuk menjaga tempat berdirinya yg lemah.
Justru karena itu Ketua Partai di daerah itu tidak cukup sekedar bisa melobby dan punya uang utk sebatas menunjukkan kemapanan. Tapi ia juga harus benar2 paham tentang kedudukan rakyat daerah dan apa yg harus dilakukannya.
Untuk itulah saya sejak dulu menentang segala bentuk pelemahan aturan organisasi di daerah, krn jika ini di rusak maka sudah dapat dipastikan ia juga telah melakukan kesalahan dan pengurus pusat dapat menekannya. Apalagi mereka yg sebatas menjilat ke seseorang dipusat kemudian meminta ditunjuk dirinya menjadi pemimpin di daerah.
Jika ini terjadi maka bersiaplah menerima ketika orang lain melakukan hal yg sama kepada anda dan akan terus berulang sehingga terjadilah adu domba dan saling bermusuhan lintas kelompok dalam politik di daerah.
Msh mau berjuang utk otonomi daerah???
Kemudian sama2 kita menyebutnya Lips Service yg diberikan oleh pusat. Padahal para petinggi daerahlah yang PANTENGONG!
