Ukuran Sederhana Sukses Kepala Daerah

Selamat Pagi Netizen,,,,

"Mengukur Kesuksesan Kepala Daerah"

Kita seringkali mendengar orang mengumpat kepala daerah yg dianggapnya sebagai kritik, padahal kedua hal itu jauh berbeda.

Saya ingin menjelaskan secara sederhana ttg penilaian kepemimpinan seorang kepala daerah. Yang utama dalam faktor mengendalikan kekuasaan karena itu sangat penting dan menentukan faktor lainnya.

Indikator utamanya adalah perlakuannya terhadap Wakilnya yang merupakan orang kepercayaan utama (alter ego) dalam struktur pemerintahan, jika dengan wakilnya saja dia tidak bisa mengatur kekuasaan itu maka ia tergolong gagal dalam memimpin daerah. 

Dengan kata lain ia tidak pintar sebagai penguasa. Karena hakikat kekuasaan itu adalah Kerjasama. Anda harus memberi ruang bagi orang lain utk menggunakan kekuasaan anda tentunya dengan cara yang benar dan linear dengan keinginan anda serta tidak bertentangan dengan UU dan nilai yg berlaku pd suatu komunitas.

Berikutnya, sebagai pemimpin anda melahirkan instruksional, oleh karena itu sebagai gubernur maka jika benar anda memimpin mari kita hitung berapa qanun dan berapa pergub yg anda lahirkan atau anda updates untuk mengatur daerah dan rakyat yg anda pimpin secara keseluruhan. 

Jika hal ini tidak ada maka dapat dipastikan anda hanya berjabatan pemimpin tetapi anda tidak pernah memimpin yg sesunguh-sungguhnya.

Selebihnya nilailah mereka dalam waktu 1 tahun 8 bulan, jika dalam batas waktu itu juga tidak bisa ia melakukannya maka sudah dapat diambil kesimpulan bahwa pemimpin itu adalah pemimpin gagal.

Saya tidak menjelaskan secara komplek yg bisa jadi dianggap rumit tapi 3 hal itu sudah cukup utk anda mengambil keputusan terhadap kepemimpinan seseorang. Padahal ke 3 hal ini hanya indikator yg sangat longgar dalam membuat penilaian.

Oleh karena itu, rakyat perlu berterimakasih kepada pengkritik sebab beresiko bagi pelakunya. Tapi menghujat sama sekali tidak bermanfaat baik bagi rakyat maupun bagi kelompok politiknya. Karena penghujat itu sama sekali tidak paham tentang seluk beluk fungsi dan tugas pemimpin dan prilakunya sungguh tidak terpuji. Tentu saja ia tidak bisa memimpin, kalau kepercayaan itu diberikan kpdnya maka ia justru lebih buruk dari yg ia hujat.

Salam


Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil