Perubahan Sosial Adalah Pilihan Rakyat

Perubahan sosial disuatu negara dan daerah hanya dapat dilakukan ketika rakyat punya prinsip dalam membuat pilihan. Tapi pilihan itu bukan katagori yg kurang uang diganti dgn yg banyak uang, bukan dari pelit diganti dgn tidak pelit, bukan yg tidak alim diganti dgn yg alim, bukan yg Aceh fulan diganti dengan dari Aceh fulen. 

Jika tidak maka anda hanya akan mendapatkan pola pengkaderan kepemimpinan sebagaimana birokrasi dari jabatan rendah ke jabatan menengah dan jabatan pemimpin yg dipengaruhi uang dan faktor lobby. Karena faktor konspirasi pemimpin atau lembaga pemimpin sama sekali tidak menguntungkan rakyat. Mereka pemimpin yg lahir sebagaimana sistem birokrasi tidak akan mampu membuat perubahan mendasar utk kehidupan rakyat yg lebih baik. Karena mereka bermodal konspiratif dalam menjalankan kepemimpinan yg terikat kiri dan kanannya.

Nabi Muhammad itu berangkat dari bawah, dipermulaan membawa ajaran hanya dengan moral dan mentalitas, bahkan ia diludah dicaci maki dsb..karena apa?
Karena ia pembawa ajaran atau ideology baru atau cara hidup yg berbeda dari semua orang kala itu. Bukan membawa lebih banyak uang, bukan pula membawa lebih banyak janji, bukan pula karena ia naik pangkat tapi dari tdk ada pangkat dan jabatan, krn itu ajarannya menjadi terbalik dgn rakyat seluruhnya. Begitulah ilustrasi pemimpin sesungguhnya, ada ruh yg dibawa ke dalam kehidupan rakyat ttg cara hidup, nilai yg semua itu dpt digolongkan dlm the theology ideology.

Kepemimpinan negara dan daerah menyerupai kepemimpinan itu jika rakyat ingin mendapat manfaat dan memahami haknya bahwa negara ini adanya krn ada rakyat dan pemerintah itu adalah para pengurus atau melayani rakyat, mereka membuat perintah dgn aturan yg disepakati sebahagian besar rakyat bukan seenak perutnya yg menempatkan rakyat sebagai penonton atau bahkan seperti budak. Krn dasar hirarkhi inilah dikenal dgn opsi vooting atau pemilihan pengambilan suara dlm demokrasi.

Oleh karena itu ketika stagnan dalam kepemimpinan, beranilah bermental utk perubahan meski anda dibayar oleh sistem lama jgn pedulikan, karena mereka menghamburkan uang diperoleh dgn jabatan yg anda pilih.

Orang yg membuat perubahan dilihat dari pikiran2nya jika disampaikan orang lain maka pikiran itu bisa saja kamuplase untuk pencitraan. Pemimpin itu menghadapi langsung masyarakatnya tidak melalui siapapun, jika disampaikan oleh yg mewakilinya anda labih dahulu paham ttg ajarannya.

Tanpa ajaran ia bukanlah seorang pemimpin, logikanya anda berharap apa darinya? Sedekah atau diberi uang atau dihargai saja, tapi rencana besar membuat hidup rakyat lebih baik tidak akan pernah ada. Meski 100 kali anda mengganti pemimpin tetap saja tidak berubah selama ia tidak memiliki pemikiran dan ajaran  kepahaman ttg kehidupan rakyat. 

Jika anda menunggu ia menyampaikan visi dan misi maka bisa saja dalam seminggu ia belajar dan hafal semua yg mau disampaikan, jadi melihat visi dan misi itu haruslah dengan sikap sehari-hari. Salah besar jika pada acara tersebut kecuali anda hobby bertepuk tangan. Melihat acara tersebut boleh saja tapi perlu dikaitkan dengan sikap kesehariannya.

Perhatikanlah!!
Salam


Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil