Pengkaderan Prematur
Selamat Siang,,,
Pemimpin yg mengkaderkan anaknya tanpa melihat faktor kompetitif itu lebih parah dari Firaun sekalipun.
Seorang pemimpin yg sekedar memimpin tidak memahami pengkaderan juga pemimpin bodoh tapi ia tidak mengerti bagaimana seharusnya ia sebagai pemimpin.
Tahukah anda Hillary Clinton tidak dipilih sebagai presiden AS karena ia pernah menjadi istri presiden. Tahukah anda Mahathir Muhammad kembali menjadi pemimpin Malaysia krn ia ingin memperbaiki kesalahannya dalam urusan pengkaderan, karena hal itu berkaitan erat dengan kebijakan publik yg menentukan masa depan seluruh rakyat.
Pemimpin yg tidak bertanggung jawab dalam pengkaderan adalah pemimpin tidak pernah memahami masa depan rakyat. Ia juga tergolong seseorang yg tidak memahami tanggung jawabnya.
Dosa pemimpin itu berlipat ganda kecuali di daerah sebahagian besar orang bodoh, pemimpinnya jg orang bodoh, ya masih ada dispensasi krn ia tidak mengerti. Daerah model begini dapat dipastikan menjadi daerah tertinggal.
Aceh, seharusnya adalah daerah yg sewajarnya lebih maju dengan otsusnya. Kita juga bertanya kenapa begitu2 aja kondisi sosialnya. Saya menganggap ada yg salah dengan kebijakan publiknya. Maka kita harus berhenti menempatkan orang yg sebatas punya kemampuan membuat akrobat dihadapan publik. Mereka butuh tepuk tangan rakyat bukan memimpin secara komprehensif untuk mengangkat kualitas kehidupan rakyat.
Saya menyampaikan yg saya ketahui agar lepas dari belenggu jiwa, karena saya tidak pernah terlibat di dalam kebijakan publik. Minimal pertanggung jawaban dengan Allah sdh kita coba lakukan. Kalau anda meninggal ketika malaikat bertanya anda bisa menjawabnya.
Maka kaderkanlah mereka yg memiliki potensi memimpin, namun bukan dipaksakan sehingga ia harus lahir prematur sebagaimana sistem yg berlaku dalam kerajaan. Raja memimpin secara otoritarian dan mereka pemimpin fanatik yg berorientasi kepercayaan sesama manusia tanpa reserve.
Dalam dunia demokrasi yg segala keputusan dibuat dengan mufakat dan terbuka, haruskah kita juga begitu....
Saya kira kita sedang dalam kekeliruan yg luar biasa ketika kita masih ditundukkan manusia dgn bayang2 bapak, ibu, nenek, kakeknya.
Semoga bermanfaat, saya menulis semua sisi politik dan pemerintahan agar ada diskusi dan merubah cara pikir rakyat yg membacanya. Yg tidak membaca ka keuh,,,,
Salam
