Pejabat Negeri Ini Hanya Bersedakah Kepada Rakyat Bukan Memperjuangkan Hak Rakyat Pada Negara
Ada masanya narasi ini sangat bermanfaat dlm bernegara ketika sebahagian besar memahaminya.
____________________________________
Sebagai warga negara saya merasa heran, karena pemimpin pemerintah tidak pernah mampu memposisikan rakyat sebagai elemen utama bahkan sesungguhnya rakyat itu adalah syarat utama bagi suatu negara.
Indikatornya dimana??
Ketika ada ancaman keselamatan atau masalah bencana yg dihadapi rakyat para petinggi negeri ini hanya sekedar memberi dan mengumpulkan bantuan pribadi dan kelompoknya untuk bantuan ala kadarnya bagi rakyat.
Ini diluar kebiasaan sebagaimana di negara lain yang menempatkan rakyatnya secara berdaulat sehingga Kas Anggaran negara juga disiapkan untuk rakyatnya secara sempurna.
Ayo kita berpikir!!
Para pejabat memberi sumbangan, bahkan saya yakin diniatkan untuk Sedekahnya. Pertanyaan yg timbul apakah posisi rakyat dalam elemen negara dianggap sebagai Pengemis atau Penerima Sedekah?? atau Penerima sumbangan ala kadar,,,,?
Kemudian, Apakah di Indonesia menjadi pemimpin dan pejabat kemudian mereka sekedar menjadi orang kaya yang dermawan??
Baik, Logikanya Begini ya,,,,Anda dipilih oleh rakyat dengan jabatan yang diberikan itu, untuk memperjuangkan hak dan kedaulatan rakyat pada negara. Apakah otak dan mulut anda tidak sanggup berpikir untuk berargumen bahwa hak rakyat itu harus di dahulukan??
Kalau peran dan fungsi ini bisa dilaksanakan barulah anda melakukan opsi-opsi yang sunnah dengan bantuan pribadi mencari pahala dlm agama mencari nama dalam politik.
Kalau pemimpin dan pejabat serius menyumbang bagi rakyat maka gaji dan fasilitasnya setahun anggaran diserahkan untuk membantu masalah rakyat hari ini. Karena apa? Karena uang negara habis untuk menggaji dan memberikan fasilitas kpd pejabat negara. Yang uang itu cukup utk biaya lockdown masyarakata hadapi virus corona.
Jika kebijakannya sebegitu maka baru benar para pemimpin dan pejabat berbuat dan berkorban bagi rakyat. Jika seperti sekarang itu hanya lips service. Bahkan uang sedikit dikorbankan tapi rakyat harus menganggap pemimpin dan pejabat sebagai majikannya yang mana terimakasih waktu pemilu menjadi ending politik.
Sadarlah wahai pemimpin dan pejabat karena hidup anda yang terhormat hari ini karena rakyat tapi janganlah terus-menerus di jadikan rakyat sebagai objek penjajahan kekuasaan atas nama negara.
Salam
Gram, Berusaha keluar dari belenggu kesempitan berpikir dalam bernegara

