Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Apresiasi Aceh : Kita Semua Mati, Kenapa Mau Dijajah?

Gambar
Manusia itu pada akhirnya semua akan mati, karena mati itulah dimulai kehidupan baru. Kalau kita semua sadar akan mati kenapa kita takut mati. Menurut saya jawabannya adalah ketakutan akan amal dan ibadah yang masih kurang.  Tapi bukankah dalam ajaran Islam mempertahankan harga diri adalah syahid. Jika kita yakin dengan mati syahid bila ada kesempatan kenapa kita tidak memanfaatkannya. Daripada kita mati sia-sia tentu lebih baik mati mempertahankan harga diri. Bukan soal ingin menjadi pahlawan, untuk apa jadi pahlawan kalau kita telah mati, dan anak cucu kita dalam jajahan bangsa lain. Kita sadar bahwa mendhalimi orang lain adalah tidak adil dan tentunya berdosa. Lalu bagaimana dengan yang diam, tentu juga tidak berbeda dhalim. Meski yang dicurangi adalah orang lain oleh orang lain pula, tetapi dampaknya terhadap kehidupan kita rakyat Indonesia. Indikator-indikator tentang kolonialisme kita pahami, meski secara data yang riil belum sampai di depan kita. Tapi tokoh dan lembaga yang ...

Pemilu Tak Jujur dan Tak Adil (Takjurdil) Negara Korup

Gambar
Pemilu senantiasa membawa ikon Jujur dan Adil (Jurdil). Namun realitanya justru sebaliknya yaitu Tak Jujur dan Tak Adil (Tak Jurdil). Apa sebenarnya makna yang tersirat dibalik dua kata tersebut?  Penyelenggara (KPU) atau KIP di Aceh wajib memposisikan diri secara netral bukan membiarkan kontestan yang satu diikat dan kontestan yang lain dilepas. Kata netral dimaksudkan bahwa diantara kontestan dan penyelenggara tidak boleh ada keberpihakan dan bukan pula membiarkan kontestan yang kuat mencurangi pemilu dengan cara-cara sesuka hati mereka.  Netral bukan pula bermakna ibarat menisbikan peran dan fungsi mereka, tetapi penyelenggara harus tegas terhadap aturan main yang telah diatur melalui UU. Mereka menekankan pada target maksimal pemilu yang benar dan bersih supaya kedaulatan rakyat bisa dicapai.  Sudah seharusnya seleksi penerimaan anggota KPU dan KIP itu dilakukan oleh panitia yang bertanggung jawab kepada negara dan kepada Allah SWT jika mereka Islam, dan bertanggung j...

Referendum dan Logika Penyelenggaraan Bagi Aceh

Gambar
Oleh Tarmidinsyah Abubakar Bagi Aceh berbicara tentang Referendum adalah berbicara tentang pilihan bertahan atau keluar dari Indonesia kemudian menjadi negara berdaulat melalui jajak pendapat warganya. Namun pra syarat untuk penyelenggaraannya adalah hal utama yang harus dihitung supaya orang lain tidak menganggap rakyat Aceh gagal paham. Tentu kita tidak ingin hal ini menjadi titik balik ke zero bagi Aceh. Kemudian pertaruhan ini kita mempersalahkan pihak lain dan menjadi issu politik sosial yang meradang sepanjang hidup rakyat Aceh dimasa depan. Ada juga Referendum Legislatif yang bisa diperjuangkan melalui lembaga itu hal terkait tentang jajak pendapat rakyat tentang Undang-Undang atau Referendum Konstitusi, misalnya UUPA yang merupakan konstitusi bagi rakyat Aceh yang diatur dengan UU Republik Indonesia, kemudian dalam perjalanannya tidak memberi perbaikan dalam keadilan hidup bagi rakyat Aceh maka ketika sebahagian besar rakyat kecewa maka bisa dilakukan Referendum terhadap kebera...

Bagaimana Pemilu Bebas Dari Adu Domba Rakyat

Gambar
Setiap lima tahun negara Republik Indonesia mengadakan hajatan pemilu, yaitu pileg dan pilpres. Sudah sewajarnya sejak Indonesia memasuki babak baru dalam demokrasi seharusnya pemilu Indonesia sudah punya kualitas sebagaimana negara-negara maju lainnya dibidang demokrasi. Namun yang kita rasakan dan saksikan justru sebaliknya, setiap lima tahunan keributan, kekecewaan, gugatan, orang tewas, orang gila, orang bunuh diri tidak pernah berkurang setelah pemilu dilangsungkan.  Pertanyaannya, bukankah pemilu semakin tidak sehat?  Nyaris semua urusan pemilu telah membuat kinerja politik menjadi begitu boros, akibat prilaku orang kebanyakan. Sementara yang miliki ilmu politik tentu mereka tidak akan terjebak dengan pola-pola yang dilakukan caleg atau kontestan korup yang memahami pemilu dengan alat tukarnya adalah uang dan fasilitas. Anehnya pemerintah belum juga menyadari betapa pemilu hanya menjadi alat pecah belah dan bukan alat memperkuat kepercayaan rakyat kepada pemerintah, kena...

Selama Seleksi Pejabat Politis Cenderung Korup Selama Itu Pula Rakyat Terbelenggu

Gambar
Siapa sesungguhnya yang menjadi pengajar rakyat dalam kehidupannya dalam berbangsa dan bernegara? Jawabnya adalah Eksekutif dan Legislatif di pusat maupun daerah. Logikanya bagaimana? Pejabat yang dipilih oleh rakyat baik legislatif maupun eksekutif adalah pendidik rakyat sejati, karena segala prilaku mereka merupakan kebijakan publik baik disadari maupun tanpa disadari. Jika prilaku pejabat politis mengarah kepada positif maka prilaku rakyat secara agregat juga akan positif. Tapu sebaliknya jika prilaku pejabat politis negatif maka seluruh negeri rakyat akan berprilaku negatif.  Maka kepemimpinan selama satu periode tentu dampaknya dapat merusak rakyat dua periode kepemimpinan. Terutama prilaku pemimpin tunggal seperti jabatan presiden, gubernur dan bupati.  Karena begitu maka pejabat tersebut haruslah menguasai manajemen kepemimpinan sosial karena kepemimpinan sosial berbeda dengan kepemimpinan perusahaan dan lembaga yang sektoral dan teknis. Kepemimpinan sosial merupakan ke...

Rakyat Merindukan Pemerintah dan Pemilu Bersih, Benarkah??

Gambar
Issu ditengah kehidupan rakyat mendambakan pemerintah dan pemilu yang bersih. Namun kita tidak paham apakah rakyat memahami bagaimana sesungguhnya pemerintah dan pemilu bersih.  Melihat fenomena dimana rakyat tidak perlu diperintah untuk menggugat kecurangan tentu saja kita berpersepsi bahwa rakyat kita sungguh tidak bisa di kebiri dan mereka jauh dari prilaku sogok menyogok. Pertanyaannya, Adakah rakyat ideal sebagaimana prilakunya dalam memperjuangkan kebenaran? Hal ini tentu saja benak kita menyadari itu semua. Apakah hal tersebut hanya dipengaruhi oleh emosional belaka, apakah akibat propaganda, apakah mereka tidak punya kegiatan yang mempertaruhkan sikapnya dalam bernegara. Rakyat Aceh dan Sumatera Barat tentu dipengaruhi dengan sentimen Islam. Namun kita masih harus mempertanyakan adakah sentimen itu dipengaruhi oleh idealismenya atau karena harapan mendapat fasilitas atau bayaran dari penggugat, terlepas beberapa yang memahami dan terlibat dalam hubungan dengan kontestan. Bi...

Biarkan Pileg Curang, Pemerintah Lakukan Pembodohan Rakyat

Gambar
"Membiarkan Pemilu Curang Pemerintah Sama Dengan Melakukan Pembodohan Rakyat" Oleh : Tarmidinsyah Abubakar Dalam konstitusi Negara Republik Indonesia, pemilihan umum (Pemilu) diselenggarakan setiap lima tahunan. Maknanya rakyat diberi kesempatan setiap lima tahun untuk ambil bagian melakukan evaluasi terhadap keberadaan pejabat publik polise atau yang menduduki jabatan di pemerintahan karena dipilih oleh rakyat. Momentum evaluasi publik inilah yang kemudian disebut Pemilihan Umum atau sering diistilahkan sebagai pesta demokrasi. Dalam penyelenggaraannya pemilu ini dapat dibagi dalam dua hal, yang pertama Pemilu ecek-ecek dimana pemilu diselenggarakan tapi pemilihan rakyat disetir dan kontestan juga di setting supaya tidak keluar dari ring yang sudah ditetapkan dalam aturan main penguasa. Pemilu ecek-ecek ini bisa anda lihat dalam sejarah pemilu dimasa Orde Baru dan juga pemilu dimasa reformasi yang terkesan pemilu sungguhan, namun oleh pemerintah sesungguhnya dibuat pemilu in...

Ketua Partai Otoriter Melanggar Konstitusi Negara

Gambar
Ketua partai yang tidak memberi hak gugat kepada calegnya ketika dirugikan maka ia adalah seorang pemimpin yg Otoriter, Melanggar UU Negara yg mengharuskan partai politik dikelola secara Demokratis. Seharusnya hal itu adalah hak penuh caleg untuk berjuang atas haknya karena kita sadari pemilu berlaku keputusan2 yang diluar nalar kita.  Kalau ada kebijakan yg menganggap riskan terhadap penurunan suara partai tapi tentu saja pemikiran itu keliru. Karena suara untuk partai jelas tidak akan terganggu, karena penggelembungan suara dilakukan oleh mereka di dalam suara partai. Jika suara partai berubah maka dapat dipastikan kecurangan yg dilakukan sudah pada tingkat dewa.  Partai yg menganut Demokrasi tidak akan ada sistem pengambilan keputusan hanya oleh seorang ketua tapi keputusan partai diserahkan pada mekanisme prosesi pengambilan keputusan dari hasil musyawarah dan mufakat pengurus.... Begitu salah satu cara kita mengukur apakah partai tersebut dikelola sebagaimana perintah neg...

Berani Menentang Kebiasaan Buruk Adalah Wujud Perjuangan Negarawan

Gambar
Kenapa kita selalu menghadapi permasalahan yang selalu berulang dalam menjalankan sistem pemerintahan di Aceh, bahkan peristiwa besar juga tidak mampu mengajarkan kita untuk melakukan perubahan. Dalam persoalan pemilihan rakyat kita senantiasa terjerumus dalam sistem transaksional yang mendistorsi nilai sebagaimana peran dan fungsi. Kita terjebak dalam dukungan yang justru melalaikan kita dalam aktivitas menggerus energi yang tidak pernah kita pahami hakikat dan tujuannya kemana. Kita melakukan pemilu berulangkali tapi perbaikan kualitas tidak pernah berubah dari masa ke masa. Tidak ubahnya pemilihan rakyat itu bagaikan orang yang berenang dilautan yang dia tidak paham dimana tepinya. Sesungguhnya perulangan ini terjadi disebabkan oleh apa ? Menurut saya tidak lain selain keterbatasan kita dalam memahami maksud dan kegiatan yang sedang dipersembahkan negara untuk ruang apresiasi rakyat.  Seakan negara membiarkan rakyat melakukan konspirasi sesuka hati asalkan bisa tanpa menggubris ...

Statement Menteri Agama Perlu Dipahami Secara Bijak

Gambar
Nyan Haba Menteri... Geutanyoe Aceh  Ka Teumeunak, Umpat Gob Ban Sigom Aceh bak Medsos. Igob ipeugah haba ateuh gareh dalam perspektif konstitusi negara dan ajaran Islam, itanyoe peugah haba dgn Emosional dipengaruhi faktor dukung mendukung presiden, Dosa teuh ban sigom Aceh... Krn lon peugah haba meunan sang lon pasukan bela dan meu lieh  menteri, ka teunak lon-lon laju beh...tapi watee malam eh mandum seumikee...beu jernih....neuk gleh pikiran.... Hai tgk2..... Indonesia nyoe nanggroe mayoritas berpenduduk muslim beragama Islam. Jadi agama laennyan di Indonesia minoritas. Indonesia nyoe nanggroe ipeudong ateuh toleransi 5 agama. Ken nanggroe Islam. Sebagai penyelenggara negara siapapun dia harus cerdas memahami konstitusi negara. Menteri agamanyan sifat jih leubeh kepada menjaga harmonisasi lintas agama krn tugas jih ateuh konstitusi negara. Jadi menteri agamanyan ureung Islam tapi bukan menteri agama Islam. Tapi menteri 5 agama sesuai konstitusi negara Republik Indonesia. P...

Pemimpin Dalam Masyarakat Tradisional

Gambar
Masyarakat Tradisional, Fanatik itu dalam memilih pemimpin mereka senantiasa berorientasi pada Pencarian TUAN YANG ADIL, seseorang yang bisa berbagi kepada semua mereka dengan keahlian hanya sebatas bergabung untuk membangun power politik guna mendukung seseorang yang mereka puja dan puji tanpa melihat salah dan benar. Fenomena ini terjadi hampir disemua daerah atau negara tertinggal. Masyarakat seperti ini tidak membutuhkan hukum yang adil, tidak membutuhkan kebebasan, mereka rela diikat dengan komitmen kesetiaan yang tidak seharusnya dalam politik.  Dampak terburuk pada masyarakat ini tentu mereka akan terposisikan sebagai rakyat terjajah dan sistem kepemimpinan feodal akan terus dipelihara dalam waktu yang lama. Pemimpin bagi mereka lebih sebagai  batasan pemberi makan dan bantuan serta sebagai tempat mengadu dan menghadapi musuh2 Tuannya tanpa reserve. Sayangnya masyarakat begini sulit untuk keluar dari lingkaran yang terpuruk. Dampak buruk lainnya masyarakat begini tidak ...

Puasa dan Logika Keimanan Seseorang

Gambar
Puasa adalah salah satu rukun Islam diantara lima rukun Islam lainnya yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim yang beriman. Iman adalah suatu kepercayaan dan meyakini tentang keberadaan Tuhan dalam dirinya sehingga seseorang itu harus mendalaminya dari lubuk hati yang paling dalam.  Keimanan dalam agama adalah keyakinan seyakin-yakinnya terhadap Tuhan meski seseorang tersebut tanpa dapat ditransformasikan dengan logika, jika dalam ideology politik maka ia bagaikan fanatisme buta. Agama mengantarkan pada tahapan-tahapan kepercayaan itu yang merumuskan tatacara dalam implementasi pencapain keimanan dimaksud. Oleh karena itu Puasa menjadi salah satu syarat utama untuk pencapaian keimanan dalam agama Islam. Secara logika puasa hanya bisa didefinisikan sebagai alat penguji kesabaran dan kematangan yang dibenturkan dengan tekanan hawa nafsu yang senantiasa dihadapi setiap manusia. Kebiasaan kita temui seseorang yang memiliki keimanan secara lahir atau yang bisa kita lihat dengan mata...

Pernyataan Prof. Mahfud MD, Saya Melihatnya Dengan Cara Berbeda

Gambar
Entah kenapa saya rasanya berbeda memandang pernyataan Prof. Mahfud MD. Saya justru melihat dalam perspektif lain, bahwa garis keras itu sebagai penegasan bahwa Rakyat Aceh itu secara kolektif sungguh lebih beriman dan lebih solid. Saya tidak meragukan ilmu dan kecerdasan prof. Mahfud. Tentu beliau mengeluarkan statement itu sudah mempertimbangkan secara keilmuannya. Saya tidak melihat garis keras sebagai sesuatu yang negatif tapi justru positif. Jikapun digelar Islam Fundamental, Garis Keras atau apapun Istilahnya saya  setelah melihat keajaiban pada jenazah Imam Samudera yg masih utuh ketika pembongkaran kuburan akibat lokasi kuburnya tertindas rencana jalan umum. Apa sih lebelnya?? TERORIS Toh..... Pembuat maksiat itu menurut saya pengkhianat konstitusi murni negara ini. Karena apa? Karena dalam perspektif agama yg diakui di Indonesia Islam, Kristen Protestan, Katolik, Budha dan Hindu seluruhnya melarang maksiat. Dengan demikian melanggar ajaran agama tidak berbeda dengan melang...