Selama Seleksi Pejabat Politis Cenderung Korup Selama Itu Pula Rakyat Terbelenggu

Siapa sesungguhnya yang menjadi pengajar rakyat dalam kehidupannya dalam berbangsa dan bernegara?

Jawabnya adalah Eksekutif dan Legislatif di pusat maupun daerah.

Logikanya bagaimana?

Pejabat yang dipilih oleh rakyat baik legislatif maupun eksekutif adalah pendidik rakyat sejati, karena segala prilaku mereka merupakan kebijakan publik baik disadari maupun tanpa disadari.

Jika prilaku pejabat politis mengarah kepada positif maka prilaku rakyat secara agregat juga akan positif. Tapu sebaliknya jika prilaku pejabat politis negatif maka seluruh negeri rakyat akan berprilaku negatif. 

Maka kepemimpinan selama satu periode tentu dampaknya dapat merusak rakyat dua periode kepemimpinan. Terutama prilaku pemimpin tunggal seperti jabatan presiden, gubernur dan bupati. 

Karena begitu maka pejabat tersebut haruslah menguasai manajemen kepemimpinan sosial karena kepemimpinan sosial berbeda dengan kepemimpinan perusahaan dan lembaga yang sektoral dan teknis.

Kepemimpinan sosial merupakan kepemimpinan yang komplek, pemimpinnya haruslah seseorang yang memahami aspek kehidupan rakyat dalam berbagai sisi kehidupannya serta bagaimana ia memahami pengembangannya agar mencapai indeks sumber daya manusia yang berkualitas.

Oleh karena itu pembangunan rakyat atau pembangunan daerah oleh seorang gubernur atau bupati haruslah pembangunan mentalitas dan moralitas serta produktif. Justru karena itu kualitas rakyat di suatu daerah berbeda kualitasnya dengan daerah lain. Begitu pula rakyat negara yang satu berbeda kualitas dengan rakyat di negara lain. 

Dengan perbedaan kualitas maka rakyat suatu daerah dapat menguasai rakyat di daerah lain, demikian juga negara. Sebagai contoh beberapa rakyat yang produktif di negara lain ketika masuk ke suatu negara lain dapat mendominasi warga negara asli. 

Hal inilah yang kemudian menjadi penjajahan baru atau neo kolonialisme dalam bidang ekonomi, dimana kemudian menggeser budaya penduduk asal dengan budaya pendatang. 

Hal inilah yang membahayakan apabila kepemimpinan negara dan daerah dipimpin oleh kalangan sumber daya manusia yang berkualitas rendah, tentu rakyatnya akan terdidik dalam budaya dan produktifitas yang rendah pula.

Atas dasar itulah maka sering berlaku pemahaman bahwa salah pilih sehari maka ruginya lima tahun bahkan sepuluh tahun. Untuk itulah maka pemilihan legislatif dan eksekutif oleh rakyat perlu di orientasikan kearah yang positif dalam kriteria kepemimpinan yang terkonsentrasi pada kecerdasan, ilmu pengetahuan atau pendidikan yang lebih baik.

Maka di negeri yang maju seorang pemimpin harus mampu meyakinkan rakyatnya dengan visi dan misi yang menjurus pada kecerdasan konsep pengembangan rakyat. Bila tidak demikian maka rakyat dapat terdidik dalam kebodohan selamanya, atau dalam terminology ekonomi disebut rakyat terperangkap dalam lingkaran setan. Atau terjerembab dalam pendidikan sosial yang salah kaprah sehingga mempengaruhi kehidupan rakyat secara keseluruhan.

Maka jangan sekali-kali rakyat membiarkan pemilu legislatif dan eksekutif diatur oleh penyelenggara secara semena-mena. Hal inilah yang kemudian mengantar masa depan rakyat menjadi berstatus tertinggal. 

Semoga rakyat Aceh diberi ilham oleh Allah SWT untuk memperjuangkan hak-haknya untuk memperoleh kedaulatan rakyat yang sesungguh-sungguhnya.

Salam

Kepada yang ingin pendapatan tambahan silakan klik dan daftar :

 https://moneyrewards.co/?share=bungedo

[12/6 07:29] Tarmidinsyah Abubakar: Yang perlu dollar silakan klik link ini dan masukkan keterangan anda, untuk user name masukkan nama panggilan anda. Nanti anda akan mendapat link dan link itu kirimkan ke sebanyak2nya teman. Jika anda tidak ingin mendaftar tolong sebarkan url diatas untuk kerjasama persahabatan kita semua. Selamat pagi....

Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil