Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Partai Politik Tanpa Calon Presiden Sama Dengan Berpartai Untuk Sebatas Kenduri dan Silaturrahmi

Gambar
Partai politik yang tidak memiliki kadernya sebagai calon Presiden atau Wapres itu ibarat mobile remote tanpa remote control. Begitu kira-kira pentingnya calon presiden dan calon wapres bagi partai politik. Karena politik Indonesia masih menganut kepercayaan kepada figur tokoh. Kharisma seorang tokoh dapat mengalahkan kepercayaan terhadap suatu wadah atau partai politik. Maka sebesar apapun jaringan partai politik tetap saja akan lemah bila tanpa dipimpin atau dibina oleh seorang tokoh besar. Buktinya banyak tokoh yang populer dalam politik kemudian melahirkan partai dan partai tersebut menjadi besar, sebagaimana dilakukan Amien Rais, Megawati, SBY dan Prabowo yang terakhir. Partai Gerindra menjadi berkembang hingga dua dijit itu karena Prabowo masih maju sebagai calon presiden pada pilpres yang lalu. Sementara Megawati dengan PDIPnya diwakili oleh Jokowi. Sementara Amien Rais dan PAN serta SBY dan Demokratnya tidak memiliki kader Calon presiden sehingga mereka harus berafiliasi denga...

Pendiri Partai Disingkirkan Sama Dengan Menjauhkan Ruh dan Raga Organisasi Politik

Gambar
"Pendiri Partai Disingkirkan Sama Dengan Menjauhkan Ruh dengan Raga Organisasi" Sesuatu yg tragis bahkan terjadi terhadap anda yang mendirikan Partai Politik dan Membesarkannya. Pergerakan suatu Partai Politik sebenarnya bukan soal jaringan dan manajemen partai. Jika itu yg diandalkan maka kondisi ini boleh disebut kerangka organisasi atau jika ia sempurna maka dapat disebut jasadnya organisasi politik. Pengaruh manajemen dan jaringannya tidak memberi dampak yang signifikan terhadap berkembangnya suatu partai.  Untuk mengangkat dan mengembangkan partai politik butuh Ruh dan platform perjuangan yang sering dikaitkan dgn Ideology. Partai politik tidak memiliki ideology tetapi yang memiliki itu adalah otak dan pemimpin utamanya. Biasanya adalah inisiator pendiri partai politik itu. Kalau ada partai politik yg dalam perjalanannya menyingkirkan pendiri utamanya maka atau pemikirannya mewarnai partai itu maka dapat dipastikan partai itu akan telah mati suri. Karena Ruhnya telah men...

Jangankan Negara, Agamapun Runtuh Karena Arogansi Pemimpinnya

Gambar
Jangankan negara dan pemerintah, agamapun akan runtuh bila dikelola secara otoritarian, begitu ada yg kritik dianggap musuh. Maka pengelola ummat, sosial itu tidak boleh berwawasan sempit. Hadirnya negara dengan trias politika itu ada legislatif, eksekutif dan yudikatif supaya kekuasaan itu tidak mutlak pada suatu kelompok atau seseorang. Maka hukum kekuasaan menyatakan bahwa kekuasaan yang mutlak itu cenderung korup.  Agamapun tidak berbeda, ketika dikelola secara sepihak dengan keputusan yg diseret pada kepentingan sempit maka agama itupun nilai-nilainya akan terdistorsi sebagaimana berawalnya  perpecahan dalam Islam hingga lahirnya syiah dan sunni.  Padahal perpecahan agama itu sebagai akibat arogansi kekuasaan manusia yang mengklaim diri dan kelompoknya lebih benar, lebih pintar, lebih berhak. Sedianya kedua aliran ini adalah Islam namun krn perbedaan pendapat hingga saling mengkafirkan. Bahkan mereka rela bekerjasama dengan kafir benaran untuk membunuh saudaranya. Oleh karena itu ...

Ada Pemimpin Yang Berilmu Mumpuni Tapi Terkendala di Partai Politik

Gambar
Tidak banyak cara yang dapat ditempuh oleh seseorang yang memiliki bakat sebagai pemimpin masyarakat karena sebahagian besar mereka dipimpinan partai politik nafsunya begitu besar dan egoisme yang melebihi kemampuannya. Saya belum melihat ada indikator yang dapat menguji seseorang dalam kemampuannya memimpin kecuali survey dukungan secara kuantitas tapi itu juga hanya bisa mengukur popularitas calon bukan tingkat kedalaman ilmunya dalam memimpin sosial. Apakah memilih opsi survey ini dapat menjamin seseorang memiliki cukup ilmu pengetahuan untuk memimpin rakyat? Jawabnya sama sekali Tidak. Mengapa? Karena orang menyatakan mendukung atau memilih karena faktor-faktor sebatas berpengalaman memperhatikan orang atau berperan dalam komunitas dimana kemudian komunitas itu tidak mengenal calon lain yang lebih kapasitasnya. Atau bisa saja masyarakat ketika dilakukan survey mereka hanya mendengar seseorang yang pernah membantu fasilitas dan memberi kemudahan kepada konstituen.  Kriteria tersebut...

"Celupkan Kepala Kedalam Air"

Gambar
Jika Politisi dinilai pada Atraksi dan tepuk tangan maka Aceh semakin larut dalam Kebijakan Sosial Yang Salah Kaprah. Philosophinya hanya ada pemain dan penonton maka ada  Atraksi meski itu sulap namun penonton tetap saja bertepuk tangan.  Disetiap kepala orang Aceh tentu ada semacam chip yang mengkonsentrasikannya kearah semangat dan nilai kepahlawanan. Sehingga wajar kita terjebak dalam melahirkan pahlawan dalam konteks perang phisik. Sehingga kita terikat juga dengan yang namanya pedang, rencong, pisau dan pistol atau senjata mesin pembunuh itu. Hal ini wajar mengingat Aceh adalah zona yang terkenal dengan perjuangan berperang, semangat dan nilai perang itu masih tergelorakan disetiap jiwa. Sehingga hal ini juga terbawa dalam politik seakan dalam berpolitik juga kita sedang menghadapi perang. Maka kita terdesak untuk menunjukkan sesuatu perjuangan yg wajib diketahui rakyat yang mengundang tepuk tangan. Dengan begitu semakin banyak momentum yang mengundang tepuk tangan maka semakin b...

"9 dari 10 Warga Aceh Menganggap Debat Sebagai Pertengkaran"

Gambar
Memperhatikan diskusi, baik secara online maupun secara langsung dalam organisasi, maka ada kesimpulan bahwa Sembilan dari Sepuluh warga Aceh tidak siap dengan perdebatan, bahkan perdebatan seringkali dianggap sebagai pertengkaran dan perlu dileraikan. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi dalam pertemuan masyarakat biasa tetapi dilingkungan organisasi hal ini kerap terjadi. Saya meyakini hingga sskarang hal ini belum banyak berubah, karena pemahaman sebahagian kita dalam demokrasi yang masih pincang.  Lebih dari itu bahkan mereka yang berdebat dianggap tidak baik dan kurang dewasa, ironisnya orang yang melerainya justru mengambil manfaat dan dianggap lebih matang dan dewasa bahkan pahlawan. Padahal dalam perdebatan itu bukan harus dileraikan sebagaimana orang bertengkar yang menyudutkan kedua pendebat sebagai orang yang tidak baik. Seharusnya yang perlu dilakukan bukan melerai tapi menjadi mediator yang memfasilitasi kelanjutan diskusi yang lebih terarah hingga menemui kesimpulan. D...

"Atas Harapan Rakyat Mendapat Orang Baik dan Memahami Orang Jahat Dalam Politik"

Gambar
Saya ingin memberi masukan kepada siapapun yang sedang mencari orang baik dalam politik pragmatis, yang selama ini kita pahami dalam batasan mendukung, bersimpati atau menjadi bahagian dari partai politik. Sebagai instrumen politik dalam bernegara maka alat utama atau wadah yang merumuskan pemikiran masyararakat dalam politik itu adalah partai politik. Partai itu benda mati ia tidak perlu diagungkan tidak perlu dianggap sebagaimana malaikat yang suci atau dewa dalam kepercayaan lain. Yang berideology itu manusia yang tergabung didalam partai atau Ketua Umum partai atau pendiri partai dengan latar belakang dan semangat pendirian partai itu. Maka partai yang lahir dengan sejarah yang besar menjadi wadah pemersatu pemikiran untuk melanjutkan perjuangan tahapan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Nah,,,masyarakat yang menjadi bahagian partai politik seperti kader dan pengurus itu mengembangkan pemikiran dengan mengajarkan kader untuk tunduk pada landasan konstitusi yang telah dipikirkan d...

DPR Ricuh Soal Kualitas, Berdebat Itu Lumrah, Tapi Seharusnya Pada Perkara Metode dan Konsepsi Membela Kepentingan Rakyat

Gambar
Mengamati pemberitaan medsos yang berlarut tentang perdebatan yang disebutkan ricuh di ruang paripurna DPRA, saya ingin juga berpartisipasi supaya polemik sosial dapat diminimalisir. Sesungguhnya bagi kepentingan rakyat perdebatan diantara fraksi-fraksi itu perlu dianggap ssbagai dinamika yang mempertegas peran dan fungsi lembaga wakil rakyat.  Begitulah seharusnya lembaga wakil rakyat yang ideal, karena ini permulaan ada pertanda baik bahwa wakil rakyat itu punya keinginan dan paham terhadap tujuan mereka ada di gedung itu. Secara positif saya pribadi sebagai warga masih memberi apresiasi terhadap keinginan fraksi-fraksi untuk dapat memimpin kelengkapan dewan. Namun bukan berhenti hingga disitu, tapi akan ada perdebatan tentang metode dan konsepsi peningkatan kualitas pemberdayaan dan tentunya pembelaan kepentingan masyarakat baik dalam hukum, keadilan dan pelayanan. Perdebatan ini hendaknya tidak hanya terjadi lintas fraksi tapi juga dengan eksekutif, dengan adanya perdebatan itu mak...

Why Do Men See Women Like Seeing Acid ...😀

Gambar
This theme is interesting for us to discuss amid the rampant infidelity and cases of immorality and unnatural marriages and this is happening in our own area that applies Islamic law.  This short article aims to evaluate and provide input to all of us so that in public policy building Aceh's social civilization is not mistaken and becomes negative in the application of Islamic law.  I study the views, signs, behavior of children, adult men towards women in a certain period of time and this also concerns me in decades of life experience.  Most of the men who are separated from their relationships with women from growing up to adulthood will tend to see women leading to sexual outlet and they see women as if they have imagined starfruit.  The average person who grows up that way loves a lot, in market terminology he says His love falls like the fall of a star fruit cook.  Because they are separated from women since their growth, their curiosity becomes so great and something mysterio...

Kenapa Lelaki Melihat Perempuan Seperti Melihat Asam?

Gambar
Tema ini menjadi menarik kita perbincangkan ditengah maraknya perselingkuhan dan kasus-kasus asusila dan perkawinan tak wajar dan ini terjadi di daerah kita sendiri yang menerapkan syariat Islam. Tulisan singkat ini bertujuan mengevaluasi dan memberi masukan kepada kita semua agar dalam kebijakan publik membangun peradaban sosial Aceh tidak salah kaprah dan menjadi negatif dalam penerapan syariat Islam. Saya mempelajari pandangan, gelagat, prilaku anak, orang dewasa lelaki terhadap perempuan dalam kurun waktu tertentu dan ini juga menjadi perhatian saya dalam pengalaman hidup puluhan tahun. Sebahagian besar orang laki yang dipisahkan pergaulannya dengan perempuan sejak tumbuh menjadi besar hingga dewasa akan cenderung melihat perempuan mengarah ke barang pelampiasan sex dan mereka melihat perempuan bagaikan membayangkan belimbing yang sudah mengkal. Rata-rata orang yang tumbuh dengan cara itu banyak mencintai, dalam terminology pasaran katanya Cintanya jatuh seperti jatuhnya belimbing ...

"Pemimpin Berpikir Sempit Dapat Membelenggu Rakyat""

Gambar
Kasian, Aceh ini kemampuan Pemimpin Politik dan Tokoh2nya Hanya Menebar Alat2 Belenggu Rakyat dengan kata lain mengikat rakyat dengan sesuatu yang tidak seharusnya, karena meski niatnya baik tapi hasilnya justru terbalik dengan harapannya. Ibarat orang2 sudah menggunakan berbagai model celana tapi kita masih saja menggunakan kain sarung sehingga ketika orang memasarkan sepatu justru kita baru berpikir bagaimana menggunakan celana dan tali pinggang. Wadeuh,,,,,,,India masa lalu begitu orang pakai sarung ketika masuk sepatu maka perlu mensosialisasi celana dulu barulah bisa bicara sepatu. Karena kain sarung itu sahabatnya ya sandal,,,, Banyak peraturan yg dibuat untuk mengikat rakyatnya sendiri, karena pemimpin hanya melihat dukungan politik yg paling besar ada dimana...Langsung aja mengatur dengan kehendak mereka.  Ini berbeda dengan awal pembangunan Singapore, saat Lee Kwan Yu memerintah, melawan kebijakan populis dengan membuka berbagai belenggu masyarakatnya dan hari ini Singapore ad...