Kenapa Lelaki Melihat Perempuan Seperti Melihat Asam?

Tema ini menjadi menarik kita perbincangkan ditengah maraknya perselingkuhan dan kasus-kasus asusila dan perkawinan tak wajar dan ini terjadi di daerah kita sendiri yang menerapkan syariat Islam.

Tulisan singkat ini bertujuan mengevaluasi dan memberi masukan kepada kita semua agar dalam kebijakan publik membangun peradaban sosial Aceh tidak salah kaprah dan menjadi negatif dalam penerapan syariat Islam.

Saya mempelajari pandangan, gelagat, prilaku anak, orang dewasa lelaki terhadap perempuan dalam kurun waktu tertentu dan ini juga menjadi perhatian saya dalam pengalaman hidup puluhan tahun.

Sebahagian besar orang laki yang dipisahkan pergaulannya dengan perempuan sejak tumbuh menjadi besar hingga dewasa akan cenderung melihat perempuan mengarah ke barang pelampiasan sex dan mereka melihat perempuan bagaikan membayangkan belimbing yang sudah mengkal. Rata-rata orang yang tumbuh dengan cara itu banyak mencintai, dalam terminology pasaran katanya Cintanya jatuh seperti jatuhnya belimbing masak.

Karena mereka dipisahkan dengan perempuan sejak pertumbuhannya maka rasa ingin tahunya menjadi begitu besar dan sesuatu yg misteri tentu membuat mereka penasaran, sehingga hampir sebahagian besar otaknya berisikan misteri itu, dalam hal ini perempuan seksi, cantik, bahenol dan bermacam yang mengarah ke mesum.

Oleh karena itu banyak yg kita temui teman2 kita terjebak dengan perempuan padahal karirnya di dunia publik yang sesungguhnya beraroma negatif bahkan tabu untuk perkara itu, meski ada yg menganggap biasa saja maka itu tidak lain sebagai pendukung buta atau fanatik yang otaknya tidak menjabarkan pilihan-pilihan perubahan dia tetap saja konservatif seperti keong jalannya lamban.

Lelaki seperti ini akan menjadi penghambat perempuan berkarir serta berkembang menjadi perempuan Aceh yang kuat karena terus saja disenter untuk dijadikan istri atau pacar atau simpanan lelaki itu tadi. Maka lelaki yang tipikal ini bila banyak uang dalam otaknya hanya bagaimana memiliki perempuan yang terbayang dalam pemikirannya. Tapi melihat perempuan yg kuat bergaul, mereka menjadi segan dan ketakutan bahkan menjadikannya pemimpin karena sudah dianggap sama dengan lelaki tidak lemah gemulai yg dapat dieksploitasi untuk sex.

Oleh karena demikian logika dan kecenderungan manusia maka dalam pendidikan anak dan remaja biasakan aja perempuan dan lelaki itu berteman agar mereka terbiasa dan saling memahami perbedaan. Jangan sampai begitu anak lelaki bergaul dengan perempuan dibully atau dianggap sebagai hubungan pacaran karena mereka beda kelamin padahal mereka berteman karena sama kegiatan belajar atau kesamaan jalan pikiran atau kesamaan hobby.

Saya memantau anak yang tumbuh ditempat pendidikan yang dipisahkan sebahagian besar tidak bisa melihat perempuan, bagaikan orang yang tinggal dihutan terasing kemudian melihat perempuan cantik. Lembaga pendidikan tradisional masih bertahan dengan sistem ini dan lihatlah sudah pasti mereka melakukan produksi lelaki alim tapi hidung belang.

Nah, bila pergaulan laki dan perempuan menjadi biasa maka lelaki tidak akan sembarangan memperlakukan perempuan, bahkan mereka akan berpikir seribu kali untuk memperkosa perempuan, bahkan dinegara-negara maju justru perempuan yang memperkosa atau merayu lelaki ketika mendapatkan lelaki yang benar-benar disukainya.

Dengan argumen diatas maka saya juga salah seorang yang tidak heran melihat prilaku orang yang berpendidikan di lembaga pendidikan tradisional, umpama pesantren yang memisahkan laki dan perempuan dalam belajar kemudian setelah mereka tamat beristri lebih dari satu orang dan bahkan ada yang memperlakukan perempuan secara tidak senonoh karena mereka masih melihat perempuan sebagai dalam persepsi sexual.

Atas dasar itu yang paling dibutuhkan adalah kita sebagai yang lebih tua dan orang tua dan guru perlu memantau perihal ini agar anak-anak kita tumbuh secara normal dan pikirannya fokus pada pembelajaran tidak diisi setengahnya dengan gambaran misteri perempuan sepenjang hidupnya.

Demikian artikel singkat ini semoga bermanfaat.

Salam










Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil