Ada Pemimpin Yang Berilmu Mumpuni Tapi Terkendala di Partai Politik
Tidak banyak cara yang dapat ditempuh oleh seseorang yang memiliki bakat sebagai pemimpin masyarakat karena sebahagian besar mereka dipimpinan partai politik nafsunya begitu besar dan egoisme yang melebihi kemampuannya.
Saya belum melihat ada indikator yang dapat menguji seseorang dalam kemampuannya memimpin kecuali survey dukungan secara kuantitas tapi itu juga hanya bisa mengukur popularitas calon bukan tingkat kedalaman ilmunya dalam memimpin sosial.
Apakah memilih opsi survey ini dapat menjamin seseorang memiliki cukup ilmu pengetahuan untuk memimpin rakyat? Jawabnya sama sekali Tidak.
Mengapa?
Karena orang menyatakan mendukung atau memilih karena faktor-faktor sebatas berpengalaman memperhatikan orang atau berperan dalam komunitas dimana kemudian komunitas itu tidak mengenal calon lain yang lebih kapasitasnya. Atau bisa saja masyarakat ketika dilakukan survey mereka hanya mendengar seseorang yang pernah membantu fasilitas dan memberi kemudahan kepada konstituen.
Kriteria tersebut sebenarnya jauh panggang dari api, mereka yang didukung hasil survey hanya seseorang yang memiliki uang dan kelebihannya hanya dalam soal mencari uang, meski ia tidak paham sikap kepemimpinan. Bahkan seseorang yang banyak uang dengan pekerjaan pemerintah itu menurut saya perhatikan prilakuya lebih pantas disebut sebagai penjilat dan pengemis berdasi yang sejati.
Dan kriteria yang ditubuhnya nyaris seluruhnya diluar kriteria seorang pemimpin bahkan ia tidak bermental enterpreneur. Sama halnya ketika anda berpikir seorang kontraktor akan efektif menjadi wakil rakyat padahal itu sungguh keliru. Karena yang dibutuhkan di lembaga itu ilmu legislatif bukan seseorang yang mahir melobby untuk mencari uang bahkan tidak pantas untuk mereka yang pintar melobby pembangunan sekalipun, karena ilmu itu tidak berguna bagi legislatif.
Saya yakin 100 persen pimpinan partai politik tidak menggubris persoalan kriteria ini, bahkan mereka lebih gampang bekerjasama dengan kontraktor karena mudah mendapatkan uang tanpa peduli bahkan bisa saja tidak memahami bagaimana menilai sikap seseorang calon wakil rakyat yang ideal dan sikap calon pemimpin yang ideal untuk memimpin masyarakat.
Padahal itu merupakan tugas utama partai politik sebagaimana Undang-Undang. Timbul pertanyaan, apa penyebab DPR dan Kepala Pemerintahan dijaman ini tidak ideal dalam menjalankan tugasnya?
Jawabnya tidak lain adalah pemimpin partai politik.
Trus siapa yang bisa memantau dan menilai pimpinan partai politik? Dialah orang yang pantas menjadi pemimpin rakyat karena ia memahami memimpin politik dalam bernegara.
Nah, jika masyarakat ingin menyalahkan kondisi sosial maka yang pantas disalahkan adalah ketua partai politik yang dungu tidak paham politik, tidak paham rekrutmen, tidak paham menilai, tidak paham peran dan fungsinya sebagai ketua partai politik.
Itu saja, saya bertanggung jawab terhadap tulisan ini, bagi pimpinan partai yang keberatan dapat mengundang saya untuk berdebat dalam perihal ini.
Salam
