Pemimpin Muslim Terkaya, Tapi Rakyat Miskin, Pemimpin Demokrasi Tidak Kaya Tapi Rakyat Kaya.
Oleh : Tarmidinsyah Abubakar (goodfathers)
Saya yakin sebahagian besar masyarakat tidak pernah berpikir kenapa pemimpin negara Islam rata-rata pemimpinnya kaya raya, sementara negara dan pendapatannya malah biasa saja.
Sebelumnya saya juga ingin menyampaikan bahwa ada 7 (tujuh) faktor dalam pembangunan suatu wilayah baik negara maupun daerah apalagi daerah berstatus khusus yang seharusnya dapat dibangun dengan kemandirian, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Sumber Daya Alam (SDA).
2. Pertumbuhan Penduduk atau Sumber Daya Manusia (SDM).
3. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau IPTEK.
4. Sosial budaya.
5. Keadaan Politik di Negara.
6. Sistem Pemerintahan di Negara atau Daerah.
7. Sarana Prasarana Negara.
Ada 3 (Tiga) katagori negara, menurut tingkat pendapatannya masing-masing sebagai berikut ;
1. Negara berpendapatan tinggi
Negara dapat dikatakan berpendapatan tinggi apabila pendapatan perkapitanya lebih dari USD. 8.355. Kelompok negara berpendapatan tinggi biasanya dari negara-negara yang maju, seperti negara Singapura, Jepang, Amerika dan negara maju lainnya.
2. Negara berpendapatan menengah ke atas
Negara dapat dikatakan berpendapatan menengah ke atas apabila pendapatan perkapitanya rata-rata $4.046 sampai $8.335. Kelompok negara berpendapatan menengah ke atas, seperti negara di Eropa, Belgia, Perancis, Kanada.
3. Negara berpendapatan menengah ke bawah
Negara dapat dikatakan berpendapatan menengah ke bawah apabila pendapatan perkapitanya antara $675 sampai $4.046. Untuk negara Indonesia masuk dalam kategori senilai $3.870.
Kita ingin melihat negara Islam bagaimana katagori pendapatan masyarakatnya.
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu (biasanya satu tahun). Sedangkan, pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara.
Pendapatan Per Kapita adalah ukuran jumlah uang yang diperoleh per orang di suatu negara atau wilayah geografis. Pendapatan per kapita dapat digunakan untuk menentukan pendapatan rata-rata per orang untuk suatu daerah dan untuk mengevaluasi standar hidup dan kualitas hidup penduduk.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDB per kapita Indonesia pada 2022 mencapai US$ 4.783,9 per tahun atau jika dirupiahkan menjadi Rp 71 juta. Artinya, rata-rata penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 275 juta ini memiliki pendapatan sekitar Rp 71 juta per tahun atau sekitar Rp 5,9 juta per bulan.
10 Negara terkaya dunia dengan PDB atau Pendapatan Rata-rata masyarakatnya Data Satistik 2022 sebagai berikut :
1. Luksemburg
140.694 Dollar AS per kapita.
2. Singapura
131.580 Dollar AS per kapita pada 2022. (Ketika Singapura merdeka pada 1965, setengah dari penduduknya buta huruf.
3. Irlandia
124.595 Dollar AS per kapita.
4. Qatar
112.789 Dollar AS per kapita. (Negara Minyak).
5. Makau
85.611 Dollar AS
6. Swiss
84.658 Dollar AS
7. Uni Emiran Arab
78.255 Dollar AS (Negara Penghasil Minyak)
8. Norwegia
77.808 Dolar AS
9. Amerika Serikat
72.027 Dollar AS (Negara ini satu-satunya negara terkaya memiliki penduduk terbesar didunia).
10. Brunei Darussalam
74.953 Dollar AS (Negara Penghasil Minyak)
Berikut 10 kepala negara dengan kekayaan fantastis.
1. Mohammed VI
Raja Maroko yang naik takhta sejak kematian ayahnya, Raja Hassan pada 1999 lalu ini memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 2,1 miliar atau sekitar Rp30,75 triliun.
2. Tamim bin Hamad al-Thani
Tamim memerintah Qatar sejak 2013. Saat ini diketahui total kekayaan bersih Tamim bin Hamad al-Thani ini mencapai US$ 2,6 miliar atau setara Rp38 T, Namun, beberapa kepala pemerintahan di dunia tercatat memiliki kekayaan luar biasa. Bahkan diperkirakan kekayaan para pemimpin negara ini mencapai ratusan hingga ribuan triliun.
Di antara sejumlah pemimpin dunia, Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan menjadi presiden terkaya di dunia.
Berikut 10 kepala negara dengan kekayaan fantastis.
1. Mohammed VI
Raja Maroko yang naik takhta sejak kematian ayahnya, Raja Hassan pada 1999 lalu ini memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 2,1 miliar atau sekitar Rp30,75 triliun.
Setelah diangkat menjadi raja, dia berjanji menghapus dan menangani korupsi serta menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penanganan HAM.
2. Tamim bin Hamad al-Thani
Tamim memerintah Qatar sejak 2013. Saat ini diketahui total kekayaan bersih Tamim bin Hamad al-Thani ini mencapai US$ 2,6 miliar atau setara Rp38 triliun.
Pada tahun pertama, kepemimpinan Tamim berjalan kurang baik. Hal ini karena Qatar mengalami konflik dengan negara-negara Teluk lainnya.
Bahkan pada 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain memutuskan hubungan dengan Qatar, dan memberlakukan blokade ekonomi. Namun, akhirnya di Tamim berhasil memperbaiki hubungan antara Qatar dan negara Teluk.
3. Sebastian Pinera
Selanjutnya adalah presiden Cile Sebastian Pinera. Selain sebagai politikus, dia adalah pengusaha, manajer keuangan, dan analis pasar.
Kekayaan bersihnya diperkirakan sebesar US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp42,5 triliun.
4. Hans-Adams II
Hans-Adams II adalah pemimpin Liechtenstein, di kawasan Eropa. Meski memiliki wilayah kekuasaan kecil, pemimpin negara ini dikenal sebagai salah satu pemimpin terkaya di dunia.
Hans Adams diketahui memiliki kekayaan bersih mencapai total US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp51,25 triliun.
5. Mohammed bin Rashid al-Maktoum
Penguasa Dubai ini berperan dalam perubahan total wilayah Dubai. Di bawah kepemimpinan Mohammed bin Rashid al-Maktoum, Dubai bertransformasi menjadi kota kelas dunia.
Dia juga dikenal sebagai salah satu pemimpin terkaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai US$ 14 miliar atau sekitar Rp205 triliun.
6. Khalifa bin Zayed al-Nahyan
Presiden Uni Emirat Arab (UEA) yang wafat di usia 74 tahun ini diperkirakan memiliki kekayaan US$ 18 miliar atau setara Rp263,5 triliun.
Khalifa al-Nahyan dikenal dengan gaya hidup yang sederhana. Semasa hidupnya, dia mengendalikan 97,8 miliar barel cadangan minyak di UEA. Asetnya mencapai US$ 830 miliar. Selain itu, dia juga mengelola harta keluarga yang ditaksir mencapai US$ 627 miliar.
7. Salman bin AbdulAziz al-Saud
Raja Arab Saudi ini memiliki kekayaan bersih senilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp292,84 triliun. Raja Salman menjadi pemimpin Arab Saudi pada usia 80 tahun setelah saudara tirinya wafat.
Dia juga diketahui memiliki properti di sejumlah negara, seperti sejumlah apartemen di Paris, Istana di Marbella, Spanyol dan Tangier, serta Maroko.
8. Sultan Hassanal Bolkiah
Sultan Brunei Darussalam ini merupakan pemimpin negara yang hidup dengan segala kemewahan. Dia memiliki rumah pribadi terbesar di dunia dan diketahui menerbangkan Boeing 747-400 miliknya sendiri.
Sultan Hassanal Bolkiah juga mengoleksi 7.000 mobil mewah yang mayoritas bermerek Rolls Royces, Mercedes, dan Ferrari. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai US$ 20 miliar atau Rp292,84 triliun.
9. Maha Vajiralongkorn
Putra tunggal mendiang Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit dikenal memiliki reputasi yang sangat baik meskipun kerap muncul kontroversi mengenai kehidupan pribadinya. Kekayaannya diperkirakan menyentuh US$ 30 miliar atau lebih dari Rp439,3 triliun.
10. Vladimir Putin
Putin menjadi pemimpin yang paling mendapat sorotan karena invasinya ke Ukraina. Presiden Rusia ini diprediksi merupakan kepala negara terkaya di dunia.
Kekayaan Putin diperkirakan mencapai US$ 70 miliar atau sekitar Rp1,025 triliun.
Analisanya sebagai berikut :
6 (Enam) dari 10 pemimpin negara terkaya di dunia adalah pemimpin negara Islam.
Tapi secara pendapatan masyarakatnya dan negara terkaya di dunia dalam 10 besar hanya 3 negara Islam yang masuk katagori terkaya.
Semua pemimpin terkaya Islam adalah negara yang dipimpin dengan sistem kerajaan, dimana semua pimpinan negara tersebut adalah pemimpin negara dengan kekuasaan absolut sebagaimana Vladimir Putin pimpinan Rusia yang kepemimpinannya adalah komunis.
Sementara tidak terdapat pemimpin terkaya dalam kekuasaan demokrasi. Tetapi negara terkaya dalam negara yang dipimpin dengan sistem demokrasi bahkan terdapat 5 negara dari 10 negara di dunia yang tertinggi pendapatan rata-rata masyarakatnya.
Itulah analisa kesejahteraan masyarakat negara-negara di dunia yang perlu kita pahami sebagai referensi berpikir terhadap kontribusi apa yang perlu bagi negara ini.
Apakah sistemnya yang salah atau sumber daya manusia yang keliru, lantas menilai sistem negara yang salah padahal sistemnya sudah baik tetapi pelaku pemerintahan bagi rakyat yang membawa negara ini ke arah yang justru menjerat rakyatnya dalam kemelaratan begitu lama.
Salam
