Berpikir Dalam Keseimbangan Ilmiah dan Alamiah
Blog Catatan harian berpikir
Oleh godfathers
Pagi yang lesu hampir semua teman kita bertemu sebagian besar kurang bahagia. Aneh juga ya pagi yg jadi lesu atau orangnya yang melempem, seperti pemain bola dari negara pernah krisis ekonomi Zimbabwe dengan tingkat inflasi 876 persen every one years.
Bagaimana fenomena? orang membawa uang setengah goni untuk minum kopi dan makan kue dua potong saja.
Itu pertanda negara sudah bangkrut.
Tahukah bahwa semua negara dapat mengalami hal tersebut dengan sistem ekonomi saat ini yang berorientasi Nilai mata uang (kurs).
Maka negara menjual obligasi untuk rakyat demi penyehatan dan pemulihan ekonomi sebagaimana di umumkan di media bahkan dipagi ini dengan manfaat 6,3 persen pertahun. Sebagaimana sistem politik, sistem ekonomi juga berputar antara rakyat dan negara, pemerintah sebagai media. Mereka hanya mengambil hak sebagai kewajiban melayani rakyat.
Kembali ke substansi diatas,
Jadi anda di Aceh akan dinilai sebagai orang belum pintar yang tidak paham apa-apa tentang sistem keuangan dunia, Kenapa?
(Maka baca sampe habis narasi ini agar dipahami ujung pangkalnya, jangan menjadi materi fitnah waljamaah).ππ«‘π€
Karena anda berpikir jenis bank adalah soal ekonomi yang dihadapi masyarakat sebatas kulitnya saja. Terjebak dalam Ideologi Alue Puntung.
saya katakan anda karena mengusai setengah dari masyarakat di daerah ini yang tunduk dan mencium tangan anda.
Nah sebenarnya masyarakat mencium tangan anda karena anda dipersepsikan sebagai media komunikasi antara Tuhan dan mereka.
Ingat ya, kalau anda masuk dalam hal yang kurang anda pahami maka anda itu yang membatasi pikiran orang orang tersebut dalam batasan anda berpikir tentang ekonomi ummat.
Tentang bank sebenar-sebenarnya konvensional atau syariah sama aja sebagai pengembang ekonomi ummat, semakin banyak bank semakin banyak pelayanan.
Statement saya omong kosong bagi kehidupan rakyat bahwa membatasi hanya bank syariah secara otoritarian bisa membawa masyarakat tumbuh ekonominya.
Karena pikiran tersebut hanya untuk menyumbang dalam pembangunan masyarakat show power beragama, sama sekali bukan dalam perbaikan ekonomi bahkan pelemahan pelayanan ekonomi ummat karena apa?
Karena menutup kompetisi perbankan (kompetive advantage) dan menutup kompetitive dan bank service bagi rakyat sendiri yang paling utama.
Itulah kenapa kebodohan kita dinilai secara objektif oleh masyarakat nasional walau di depan anda mereka memuji, tapi dibelakang anda dalam hatinya berpikir dan tersenyum karena anda orang yang berjalan ditengah rakyat.
Saya mau katakan ini karena saya menyayangi anda yang berjubah dan berkupiah, tahukah kenapa kita dipengaruhi oleh yang mereka sebut kadrun (kadal gurun)??
Tidak perlu emosi menanggapi kalimat saya tetapi gunakan akal sehat, agar jangan mendorong kebijakan aneh-aneh dalam hidup rakyat apalagi dalam ekonominya yang bukan keahlian anda.
Percayalah perkataan orang lain terhadap suatu masyarakat atau komunitas adalah sesuatu yang paling besar sanggup dipertanggung jawabkan dan datangnya dari suatu ideologi sosial atau cara pikir (konsepsi).
Saya menilai fenomena hidup seperti kelesuan hari ini secara alamiah dihadapi rata-rata kehidupan masyarakat Indonesia secara umum di Aceh secara khusus di Indonesia, terbalik ya..π
Bukan terbalik lho,,,hanya perlu membenarkan anda berpikir dengan kalimat tersebut.
Tahu kenapa? Karena manusia bodoh dan manusia pintar beda cara hidupnya tipis.
dimananya?
Makan sama, Tidur sama, punya pasangan sama, punya anak sama, Rezeki hari ini sama saja, Pendapatan setiap hari yang berbeda. (Kenapa Berpikir sendiri Definisinya).
Materinya : Begini, Ada kita yang berpendapatan hari ini saja sama seperti kera, manusia batu, ada yang pendapatannya dipikir dalam jangka panjang. Itu Beda walau beda tipis seperti betul dan salah (wrong and true), ππ«‘
Maka ikuti terus blog ini karena blog bagi saya tempat mencurahkan pikiran sehari-hari sama saja dengan buku catatan bukan pamer kepintaran menulis.
Saya menyampaikan ini sebagai tutorial atau membuka pintu masuk bagi yang ingin berkampanye yang bisa menghukum orang-orang yang merasa superior dan bisa sumber inspirasi besar kampanye politik yang benar.
Jangan berpikir sebatas membuka embarkasyi, yang sebatas hanya menambah banyak pekerja atau pesuruh, itupun yang lewat bekerja disana ya rata rata mereka yang punya koneksi dengan pejabat dan calon pejabat yang anda pilih.
Katakan kalau seluruh Indonesia di full kan ke Aceh maka, pertanyaannya adalah:
Berpikirlah yang sehatπ«‘
Jikapun itu terjadi maka masih ada dampak lain bahwa :
Posisi pemerintah dan orang Aceh hanya pelayan syariat bukan bersyariat dengan kekuatan masyarakat Aceh sendiri.
Semakin di paksakan pembangunan fisik itu hukumnya seperti kehidupan alamiah berputar, kita kuatkan dalam soal A akan lemah dalam bidang B.
Maka konsultan pembangunan itu perlu mengeluarkan biaya untuk mendidik mereka, kalau mereka masih bodoh tidak memahami pembangunan itu sebagai keseimbangan alam, ya itu nasib atau takdir. Mungkin bentuk bumi ini bulat saja mereka tidak yakin sepenuhnya sebagai inspirasi keseimbangan ilmiah dan alamiah.
Gitu,,,,Semoga Bahagia, jangan berharap sejahtera dalam bernegara selama anda (rakyat tidak paham berdaulat).
Mengkritik bukan sembarang kritik yang juga pikirannya sama dengan pejabat yang dikritik untuk kehidupan sosial.
Salam...