M&G, Investasi Bodong Masih Marak Membodohkan dan Merugikan Rakyat Indonesia


Oleh : Goodfathers

Selama ini proyek Investasi bodong di media sosial sudah mulai berkurang, karena masyarakat sebahagian telah tercerahkan tentang persyaratan investasi dan trading abal-abal yang dikendalikan oleh sekelompok sindikat.

Banyak masyarakat yang terjebak karena keuntungan yang mereka dapat diawal terutama dalam merekomendasikan refferal atau pengikut baru yang bersedia menginvestasikan uangnya.

Coba bayangkan setiap referal yang di rekomendasikan mereka harus melakukan deposit $100, sementara yang merekomendasikan mendapat $10 per orang.

Lantas kalau 100 orang mereka sudah mendapat    $ 1.000, sedangkan perusahaan asing tersebut mendapatkan uang investasi $ 10.000.

Meskipun yang merekomendasikan hanya mendapat $1.000 tetapi harapan mereka sungguh positif karena mendapat hadiah.

Tetapi sebenarnya apa yang terjadi? Mereka sedang menjalankan fungsi sebagai agen perusahaan yang membohongi orang tentang proyek investasi itu dan mereka adalah bom waktu yang hanya menunggu waktunya meledak.

Tau kenapa?
Ketika perusahaan itu mengalami titik keseimbangan antara uang  masuk dari rekrut pesertanya lebih sedikit dan membayar keuntungan peserta membengkak maka tibalah waktu panik, mereka meyiasati dengan berbagai cara.

Misalnya dengan memberi dalih-dalih salah mengikuti mekanisme trading, sinyal kurang baik dengan dalih kalkulasi tidak mencapai angka tertentu pada market. Pokoknya berbagai dalih yang diterima secara nalar pada masyarakat pragmatis yang pemikirannya memang pendek.

Sebenarnya perusahaan yang operasionalnya berpola money game rumusnya sangat sederhana, dimana menambah orang dengan uang pemasukan yang juga membayar biaya keuntungan dalam menggunakan media, misalnya trading dengan menggunakan nama perusahaan ternama untuk membangun trust pada publik, sementara kepada anggota yang sudah kena sihir hanya butuh lancar bayar di masa awal.

Mereka tidak ubahnya hanya di elus dan dibelai untuk waktu tertentu agar tercipta keseimbangan dan terjadi surplus keuangan.

Nah, memantau perkembangan pertumbuhan jaringan anggota yang tergabung berjumlah kurang lebih dibawah seribuan orang, maka uang wajib klein berputar diperusahaan tersebut berkisar $1.00.000 seluruhnya.

Berikut sebagai uang ekstra dari peserta awal yang merekomendasikan anggota baru 15 persen mereka melakukan deposit besar dari $1.000 sampai $2.000.

Estimasinya secara maksimal $ 1.500 dikali 15 persen dan dikali 1.000 yakni $225.00 ditambah $100.000 Jadi begitu banyak uang rakyat yang direkrut oleh perusahaan trading abal-abal yang mereka kendalikan. Maka dalam waktu 3 bulan perusahaan model begini masih cukup aman dan mereka terus berharap pesertanya mencapai tahapan tertinggi sebelum mereka tutup yang sering disebut scam oleh masyarakat.

Legalitas Perusahaan

Memantau lagalitas perusahaan untuk rekrut dana publik di Indonesia tentunya tidak perlu kita pertanyakan, karena bila secara resmi tentu mereka kedepankan surat-surat dari pemerintahan dan lembaga yang menanganinya.

Diantaranya, surat keterangan dari Bapepti tentang keuangan trading, Izin Tempat Usaha, Izin perdagangan, izin perbankan dan sebagainya.

Namun perusahaan ini hanya bermodalkan sertifikat dari pemerintah negara bagiannya di Colorado. Hal ini belum tentu juga akurat walau mereka menunjukkan surat dari negara itu, kita harus mencurigai aktivitas usaha seperti ini rata-rata datangnya dari Inggris Raya seperti Hongkong.

Lengkap atau tidak lengkap surat-surat perusahaan yang penting mereka hanya perlu bahan yang ditunjukkan kepada masyarakat Indonesia yang dianggap kurang memahami dan tidak mencurigai operasinya.

Bahkan kepada saya secara pribadi mereka sengaja menunjukkan tanpa saya minta. Itu menandakan secara mentalitas pelaksana operasional perusahaan tersebut melanggar aturan negara ini.

Sebagai warga negara ini, kita juga paham memiliki hak dan kewajiban jangan sampai kita dipermainkan oleh pihak lain yang dapat saja mengaburkan rakyat yang merupakan saudara kita sendiri.

Dengan demikian kita bisa membantu rakyat supaya tidak terpuruk dalam investasi bodong yang dapat merugikan masyarakat dalam pengembangan pendapatan nya.

Untuk itu maka rakyat yang terjebak berinvestasi pada usaha ilegal di Indonesia harus segera menyadari agar tidak perlu menunggu pembenaran dan pelarangan dari pemerintah tentang boleh atau tidak karena sudah jelas perusahaan tersebut abal-abal dan sudah pasti investasi anda tidak ada jaminannya.

Uji Sistem Trading Kontrak Penghasil Uang Yang Di Tawarkan.

Perusahaan broker internasional sebahagian besar yang sudah establish banyak dari masyarakat yang mengetahuinya, seperti Forex.com, Binance, Instaforex, FBS, Octa, dan sebagainya.

Yang penting kita sebagai klein melakukan trading secara mandiri tanpa di manage dalam kelompok sebagaimana grub arisan. Karena operasi perusahaan yang salah kaprah itu rata-rata memaksakan kleinnya untuk berinvestasi dengan jumlah uang tertentu.

Perusahaan trading abal-abal inipun tidak bisa menunjukkan itikad baiknya dalam manajemen pengelola keuangan nasabah.

Sebenarnya perusahaan yang normal dalam manajemen Trading dapat ditandai dengan beberapa hal sebagai berikut :

Pertama, selalu memisahkan uang operasi perusahaan dengan uang trading nasabah dengan akun segreget. Perusahaan tidak bisa menggunakan dan mengganggu uang nasabah yang digunakan untuk trading, karena klein bisa mengeksekusi sendiri uang perdagangannya tersebut.

Kedua, setiap klein memiliki akun yang mandiri yang 100 persen dalam pengendaliannya.

Ketiga. Tidak ada pemotongan uang nasabah untuk fee refferal karena bisa mengganggu keuangan nasabah lainnya apalahi 10 persen.

Namun di perusahaan yang mengatasnamakan M&G ini justru uang nasabah dapat dipotong untuk fee yang merekomendaikan mereka sebagai refferal hingga 10 persen.

Maknanya no segreget akun. Akun mandiri juga mereka tidak dipersembahkan kepada nasabah sehingga mereka bisa membekukan akun secara sepihak dan mengutak-atiknya.

Hal ini menjadi indikator yang sangat akurat bahwa perusahaan ini berbohong kepada peserta atau kleinnya dalam keuangan mereka.

Dalam melakukan trading dengan sistem kontrak seharusnya trading tidak akan loss (rugi) begitu saja, perusahaan akan menggantikan kerugian nasabah. Tetapi yang terjadi pada M&G sebaliknya beberapa kali trading dan nasabah loss mereka mereka biarkan saja karena ada juga setengah dari mereka yang profit.

Nah, ini juga indikator yang menjelaskan bahwa mereka  bukan broker yang benar dalam melakukan trading.

Kenapa demikian? Tentu saja karena pasar (market) crypto pada waktu yang sama naik diseluruh dunia akan naik, sebaliknya ketika harga turun maka semua gtafik pasar dunia ikut turun.

Menjadi aneh kalau ada peserta yang dia beli (Buy) naik, justru loss karena grafiknya turun (Sell) sebagian lagi yang mendepositkan dana lebih justru tetap profit.

Kemudian yang lebih aneh lagi yang mengalami loss justru wajib berbicara dengan pimpinan perusahaan yang mereka namakan konsultan trading.

Pertanyaannya, apakah mungkin konsultan merubahnya dengan mengadakan profit pada akun yang loss tersebut?

Padahal sistem sudah mengatur bahwa jika loss akan dilanjutkan dengan lipat tiga modal atau dalam trading normal melipat lot yang loss pada tahap pertama. Dapat disebut rumus martiangle dalam terminology trading normal.

Nah, dalam perkara ini perusahaan melanggar hukum trading yang bila trader paham mereka pasti tahu sebagai indikasi kejanggalan dan akun trading klein yang dikendalikan secara sempurna oleh pemilik perusahaan.

Kemudian yang paling kentara bahwa setiap klein baru di awal operasi perusahaan di Indonesia diberi 1.200 USDT untuk modal trading selama dua hari. Dana ini bisa menghasilkan dalam sekali trading sebesar 3 sampai 5 USD. Tetapi klein harus menambah akun mereka minimal $100 untuk modal mereka sebagai pemilik akun.

Nah, dalam ilmu marketing dana ini bisa aja dana virtual untuk memancing daya tarik masyarakat. Karena keuntungan tersebut dengan mudah diambil kembali oleh perusahaan, bahkan mereka membekukan akun klein secara sepihak.

Oleh karena itu bagi masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur segeralah menarik uangnya sebelum dana mereka di habiskan sepihak oleh perusahaan.

Kalau anda terlalu yakin maka sadarlah karena sama sekali tidak rasional dalam hukum trading. Saya ingin mengingatkan karena saya tidak ingin masyarakat Indonesia menjadi korban penipuan pihak asing.

Dan kalau pernyataan saya dianggap lancang dan salah oleh perusahaan mustahil mereka akan berdiam karena mereka rugi dan terhina dengan pernyataan saya.

Salam






Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil