Penulis vs Politisi: Pahami Posisi Saya

Saya menulis sebagai penulis, bukan wartawan. Semua tulisan adalah buah pikiran saya sendiri—obyektif, tajam, dan kadang menantang. Jika ada yang tersinggung, itu bukan serangan pribadi, tapi cermin dari ketidakpahaman posisi penulis.

Sebagai politisi, saya harus melihat dari sudut pandang partai dan strategi politik. Namun, tulisan tetap tulisan—bukan propaganda, bukan alat politik, tapi sarana membangun kesadaran rakyat.

Rakyat harus paham: posisi saya sebagai penulis dan politisi berbeda, tapi keduanya selalu menekankan kebenaran dan kepentingan rakyat. Jangan salah paham.

Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil