99 Persen Orang Politik Aceh bergantung hidup dengan Anggaran Negara.
Salamat Subuh !!
Hari ini Thema Kita Adalah :
99 Persen Orang Politik Aceh bergantung hidup dengan Anggaran Negara.
--------------------------------------------------------
Indikatornya Apa??
Lihat saja, ketika Anggaran daerah tidak lancar maka nyaris seluruh kampanye2 caleg terhambat.
Yg ingin saya sampaikan adalah bhw jika pemilu2 yg lalu caleg membagikan uang atau lancar melakukan kampanye, itu semua adalah karena mereka memanfaatkan pemotongan2 uang rakyat dari negara (sering disebut fee) atau mereka buat anggaran bea siswa kemudian mereka bagi kepada anak2 rakyat tanpa landasan yg jelas.
Kalau landasan sbg orang miskin maka hampir seluruh daerah rakyat miskin, kalau program itu bukan jadi-jadian alias ecek2 kenapa hanya waktu pemilu, kalau landasannya anak berprestasi maka seharusnya ada persyaratan akademiknya.
Terus karena apa? Tidak lain hanya untuk menarik perhatian orang tuanya seakan caleg itu orang kaya atau dermawan. Padahal kalau benar2 mereka memperhatikan rakyat bea siswa itu tidak mesti saat pemilu tapi setiap tahun juga bisa dianggarkan.
Menurut saya hal ini tidak bisa dikatagorikan bantuan tetapi kewajiban negara terhadap orang miskin dan mengatasi jumlah anak terlantar apabila bertambah dapat membahayakan negara dimata dunia.
Jika model pengelolaan negara seperti begini, maka saya sepakat dengan pemikiran2 radikal bahwa rakyat Aceh itu dalam kuasa Neo Kolonialisme tapi penjajahnya goblok itu.
Penjajahnya siapa?
Ya orang Aceh itu sendiri,,,,,
Yang protes siapa??
Ya yg sedang berkampanye, tapi nulisnya di baliho dikit aja, kata2nya begini : (Tidak Ada Negara Miskin yg Ada Negara Salah Urus") Salah dimana dia juga 100 persen tak paham.
Menjelaskan sebagaimana saya menjelaskan begini tidak sampe ilmunya. Kalau nanti mereka yg gantikan pemerintah dan DPRA sekarang bagaimana, apakah ada perubahan??
Jawabnya (Beh Panee) yg menulis di baliho itu juga Ramene, saya kenal semua kok kapasitasnya,,,😊😀
Orang2 yg tidak cakap namun punya akses atas negara yg hidup dengan cara menginjak bahu-bahu orang miskin yang kebetulan tidak punya akses terhadap negara, padahal kemampuannya sama saja dgn rakyat miskin tadi.
Apakah uang negara untuk Aceh selama ini dipergunakan untuk meningkatkan ekonomi rakyat Aceh??
Jawabnya adalah Tidak!!
Karena apa??
Karena bicara ekonomi Aceh dalam perspektif pemerintah daerah adalah bicara kemampuan mendorong produksi barang dan jasa di Aceh.
Pertanyaannya, Barang Apa yg kita andalkan sebagai barang yg Aceh punya barang yang nomor satu kuantitas dan kualitasnya..??
Kemudian jasa apa satu saja yg merupakan primadona bagi orang Aceh yg boleh disebut keahliannya.
Berikutnya selama ini pemerintah ada tidak membuat skenario dalam merencanakan melahirkan barang2 dan jasa yg surplus?? Sehingga kita bisa disebut kaya??
No No No.....dilihat dari kacamata realita atau tanyeng langsung bak Mantan Gubernur atau PLT Gubernur Aceh.
Pue chit yg hebat dum.
Yg meuphom2 hanjeut meu toe pih dalam pemerintah itakot hanjeut ijak buet peubangai rakyat.
Kalau saya yg punya kuasa bagaimana??
Minimal saya paham masalah dan akar2nya. Insya Allah saya tidak membiarkan situasi rakyat sebangsa saya dibodohkan dan menderita. Itu sikap saya dlm politik.
Saya bertanggung jawab dalam setiap kata dan kalimat yg saya ucapkan. Yg tidak bersepakat silakan ajukan keberatan dan beri argumen. Ini bukan provokasi tapi itulah realita keberadaan dan kemampuan kita pejabat di Aceh.
Maka saya mencetuskan Ideology GRAM dan Mendirikan Partai GRAM
"Salam Olah Raga Otak"