Ilmu Politik Kita Itu Ilmu Olah, Yang Memalukan!
Maksudnya pemerintah atau pemimpin sedang memimpin rakyat, atau sebaliknya apakah sedang mengolah, membungkus dan membodohi rakyatnya untuk menjaga jabatannya sebagai pemimpin.
Sebenarnya aneh, sistem sosial hingga saat ini tidak pernah berubah. Kepemimpinan kita yang tidak mampu memberi warna pada kehidupan rakyat. Seakan pemimpin berjalan sendiri rakyat juga demikian dengan jalannya sendiri. Anggaran pembangunan yang besar tidak mampu membangun soliditas sosial yang normal.
Yang terilustrasi hanyalah pola-pola kekuasaan yang yang memperlihatkan kamuplase berbentuk pencitraan bahkan pemimpin hanya terkesan sebagai pahlawan dimata pendukung dan kelompoknya.
Padahal seorang pemimpin harus berani menempuh arus politik yang tidak populer untuk merubah kebiasaan buruk sosial disuatu daerah maupun negara. Pemimpin harus tegas pada sikapnya atas kebenaran yang memang sesuai dengan standar pembangunan sosial yang sesungguhnya. Akan halnya Lee Kuan Yew ketika merubah Singapura.
Jika mengikuti arus pemikiran sosial yang warganya sebagian besar orang awam maka perubahan itu hanya menjadi simbol dan tidak terjadi apapun dalam sistem kepemimpinan itu sendiri.
Maka pemimpin di negeri tertinggal harus bekerja keras membangun kepercayaan sosial karena mereka belum berpikir secara rasional, maka di negeri tertinggal dan berkembang dimana rata-rata masyarakatnya berpendidikan menengah ke bawah sering melahirkan kepemimpinan kharismatik.
Modalnya hanya kepercayaan berlebihan kepada seseorang yang dianggap berniat baik untuk meluruskan dan memperjuagkan nasib rakyatnya. Meski pada akhirnya rakyat harus menerima kenyataan bahwa kepemimpinan itu hanya mwnjurus pada absolutisme yang menjadikan pemimpin otoriter dan mementingkan egoisme diri dan pemujinya.
Karena itulah maka dinegeri atau daerah tertinggal perlu intervensi yang tepat sasaran terhadap masalah-masalah yang dihadapi rakyat dalam keterpurukannya. Biasanya zona seperti ini penanganan bermula dari peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan sosial yang dilakukan dengan tujuan membentuk larakter sosial yang berkesadaran untuk merubah nasibnya.
Maka ini boleh dikatagorikan sebagai perjuangan yang dibentuk dengan ideology sosial dan dipahami oleh rakyat sekaligus pendekatan batin antara pemimpin dan stakeholders serta wakil-rakyat dengan rakyat itu sendiri. Hal inilah yang boleh disebut perjuangan kehidupan ummat dan boleh dikaitkan dengan ajaran Teology semisal Syahid dalam Islam atau ketika ini sudah terbentuk barulah dapat di sebut apa yang dikenal dalam istilah bahasa Aceh "Udeep Saree Matee Syahid, Meunyo ka tameupakat adak lampoh jrat tapeugala"
Sebenarnya kalimat-kalimat tersebut sebagai manifestasi berlakunya Demokrasi dalam sistem sosial disuatu daerah. Tapi jika secara kebatinan atau Hati belum terjalin antara rakyat dan pemimpin sungguh kalimat itu hanya kamuplase atau hanya menjadi dalih-dalih sektarian yang dikembangkan oleh si pemimpin yang akhirnya bermuara pada kalimat sejenis "Ikutlah aku jika ingin kesejahteraan"
Maka yang timbul selanjutnya adalah Otoritarian sebagaimana kekuasaan Firaun dimasa lalu.
"Salam Olah Raga Otak"
