Cerita Timses dan Pola Politik Dalam Kehidupan Rakyat Aceh
Cerita Timses dan Pola Politik Dalam Kehidupan Rakyat Aceh
Ady : Hei Jamin Pue Haba Ho Lawetnyoe Hana leumah.
Jamin : Hei Bro Mantap Lho gue liat di baliho, caleg ya..gua baru dari Batam kerja disana.
Ady : Itulah Jamin, kamu skrg disini aja jadi timses aku sampe menang, kalau sdh menang pokoknya kita atur semua untuk apa kerja di Batam...ini pejabat lho...apapun bisa kita atur..
Jaminpun mengumpulkan teman2nya membentuk timses dan bekerja, si ini tunduk ke sana yg disana tunduk kesini, pokoknya struktur tradisional tunduk menunduklah, belum disentuh oleh kader GRAM.
Dalam proses kerja meski terjadi curiga ini itu, fitnah dan protes tim bisa dibentuk dari kabupaten kecamatan hingga ke desa. Dalam mempertahankan kerja 5 bulan lagi uang sudah habis 2 Milyar, bayangkan tiap bulan Adi harus mengeluarkan uang krn ia sudah menjadi Tuan Timsesnya.
Apa kerja timses? Pokoknya mengajak orang memilih Adi sbg orang dermawan, sekali-kali beri bantuan ke dayah dan mesjid dgn jumlah yg unik misalnya 2.556.000,- atas nama Hamba Allah, kemudian timses mendatangi orang mengatakan itu sumbangan Adi. (Propagandalah).
Bila kehabisan uang Ady lapor ke ayahnya dan ayahnya orang dipercaya kalau tidak ada yg bantu lagi ambil pinjaman pd pihak lain hingga pemilu dan si Ady pun menang.
Kemudian timses yg menggantungkan hidup pada Ady selama kampanye tadi mulai segan mendatanginya. Hanya dua orang yg selalu bersama Ady sebagai ajudan dan supir, nyan pih deuk2 troe.
Ady pun kemudian pindah ke Banda Aceh karena dia menjadi DPRA, sudah disiapkan rumah di ie masen sekitar Ulee Kareng Banda Aceh.
Timses tadi itu yg mentalitas baik, yg sudah pernah minta bantu dimasa kampanye ketika anaknya sakit atau membantu pemakaman ibunya oleh Ady telah menjadi Warga Negara Pasif, tidak bisa berbuat apapun kecuali mengajukan proposal di awal tahun.
Sementara yg mental jahat dan tidak punya malu mendatangi terus meski si Ady sudah berkali2 mengatakan sibuk. Akhirnya mereka mendekati ajudan dan supir kemudian bekerja mengawal proyek aspirasi.
Mulailah beri bantuan untuk kelompok ini dan itu merekalah yang atur dan memotong fee untuk Ady DPRA 20 persen utk mereka 20 persen, jadilah fee 40 persen, pimpinan kelompok 10 persen biaya pengurusan 10 persen persen. Maka tinggallah proyek bantuan aspirasi itu 40 persen, dalam pelaksanaan tidak ada lagi biaya kerja. Jadilah rakyat menerima bantuan itu 35 sd 40 persen.
Tahun pertama Jamin dapat 1 paket dapat aspirasi 200 juta kemudian ia dapat fee 20 persen 40 juta. Belum 3 bulan uangnya habis karena istrinya sudah terbiasa dengan kehidupan barang2 rumah di Batam. Kemudian Jamin memutar otaknya yg rasional dgn sisa uang untuk kembali bekerja ke Batam. Karena Ady sudah jarang bisa ditemui sehingga semua tidak pasti.
Sementara timses yg dikecamatan dan desa yaitu orang2 mental baik apalagi bermental jahat tahun ke 2 mulai mengomel bhw Ady ingkar janji, pengkhianat, hingga mereka didekati lagi pada pemilu berikutnya.
Maka harapan pribadi dan kelompok sistem jaringan akan merusak sebagian besar masa depan rakyat karena larut dalam politik salah kaprah apalagi mereka yg berdomisili di gampong.
Mereka yg berpikir cara keledai tentu bekerja lagi utk Timses krn tidak punya pilihan, sementara yg berpikir manusiawi mengambil posisi sebagai rakyat yg memahami politik dan bekerja mencari rezeki dgn keahliannya.
Dengan kejadian itupun mereka berpengetahuan dan timbul kesadaran, iapun paham bahwa DPR itu harus dipilih secara rasional yang memang memiliki kemampuan dibidang ilmu politik yg berpikir secara komprehensif untuk perubahan kehidupan rakyat dan memahami dampak sosial dari sistem politik yg buruk terhadap rakyat.
Sementara mereka yg gemar membaca mencari pengetahuan kepada orang2 yg memahami politik yg benar, barulah menimbang untuk mengambil keputusan utk bekerja dalam politik atau mengambil sikap positif untuk mendorong kebaikan bagi terbuka peluang utk hidup rakyat yg lebih baik.
Justru karena itu politik jaman ini sudah harus terbuka memberi pengetahuan dan pencerahan kpd rakyat sehingga orang2 politik perlu memiliki kualitas berpikir yg baik, karena dengan begitu mereka tidak akan mempertaruhkan masa depan rakyatnya apalagi mencelakainya.
Bagaimana seharusnya Timses yang benar akan ditulis pada edisi2 mendatang.
--------------------------------------------------------
Gejala yg bisa diperhatikan : Caleg dan politisi tergopoh2 seakan militan, Yang paham tidak ambisius, dan mencerahkan dan membangun pikiran rakyat ke arah kebaikan bernegara.🌷
Justru karena itu, tidak semua caleg politisi, tidak semua politisi jg caleg.
Salam