Secara Politik Anggaran Terlambat Sedikit Lebih Baik Daripada Jadi Alat Politik Uang
BANDA ACEH - Politikus asal Aceh Utara, Tarmidinsyah Abubakar, melihat nilai positif secara politis terkait realisasi APBA yang masih rendah dalam triwulan I tahun ini. Dia menilai realisasi anggaran "terlambat sedikit lebih baik daripada menjadi alat politik uang".
Penilaian itu disampaikan saat portalsatu.com beberapa waktu lalu meminta tanggapannya terkait minimnya realisasi APBA. (Baca: APBA 2019 Rp17 T: Realisasi Keuangan Baru 27 Persen, 211 Paket Tayang)
Namun, menurut Tarmidinsyah, secara normatif dan jika tidak berkait dengan tahun politik, menjawab pertanyaan ini sangat mudah. Masalahnya jelas soal kemampuan manajemen pemimpin birokrat yang lemah. Kalau disebutkan alasan lain-lain, menurut dia, juga tidak masuk akal.
https://metasmining.com/register?id=623799
"Masalah berikutnya sistem keuangan daerah yang tidak memenuhi syarat transparansi publik. Faktor lain, saya melihat masalah ini juga dipengaruhi program pembangunan yang tidak terintegrasi secara baik ini ada indikasi pemerintah daerah setiap tahun seakan tidak memahami anggaran daerah untuk membangun apa?" kata Tarmidinsyah.
Padahal, kata Tarmidinsyah, kalau konsep pembangunan itu benar tentu penganggaran menjadi gampang. "Tapi dalam konteks kekinian ini kan tahun politik, dan lagi pula masih bulan Maret, paling juga dua bulan lagi setelah itu harus lancar dan tuntas," ujar politikus Partai Demokrat ini.
"Bagus juga implementasi anggaran pembangunan stagnan dalam masa pemilu agar para caleg yang politisi itu efektif menerapkan ilmu politiknya untuk memengaruhi rakyat pemilih. Kalau anggaran pembangunan turun tentu uang beredar akan banyak terselewengkan," ungkap Tarmidinsyah.
Menurut dia, eksekutif boleh saja merasa khawatir jika anggaran itu direalisasikan saat ini berpotensi akan dipergunakan oknum politikus yang menjadi caleg untuk "membeli suara" sehingga berdampak terhadap rusaknya sistem politik di Aceh.
"Saya rasa wajar kalau pemimpin eksekutif mengkhawatirkan lahirnya wakil rakyat yang lemah akibat menggunakan uang negara untuk terpilihnya mereka. Karena wakil rakyat hasil pemilu ini tentu akan menjadi mitra kerja pemerintah ke depan. Pemimpin eksekutif boleh saja berharap hasil pemilu yang berkualitas untuk mendapat mitra kerja yang lebih baik di masa yang akan datang," ungkap mantan politikus PAN ini
Menurut dia, sekaligus bisa saja kebijakan ini sebagai keinginan Plt. Gubernur membangun dunia politik Aceh yang lebih baik. "Menurut saya arahnya ke sana. Makanya realisasi tahun ini masih sangat minim. Saya hanya melihat gejala yang memungkinkan secara politik anggaran terlambat sedikit lebih baik daripada menjadi alat politik uang," pungkas Tarmidinsyah.[]
http://portalsatu.com/read/news/secara-politik-anggaran-terlambat-sedikit-lebih-baik-daripada-jadi-alat-politik-uang-48541
Editor: portalsatu.com
