Fitnah Dalam Politik

Fitnah dalam politik atau dalam terminology politik disebut pembunuhan karakter itu sangat berbahaya, tentu saja membuat prestasi orang lain rusak ditengah rakyat.

Biasanya kalangan rezim jahat sering melakukan pembunuhan karakter terhadap seseorang tokoh politik yang dianggap menjadi lawan rezimnya. 

Namun dalam politik ada sebuah teori yang merupakan dampak terbalik yakni, Metode Kebisuan Spriral. 

Maksudnya kira-kira ilustrasinya begini :

Ketika penguasa bersikap keras atau otoriter memfitnah orang tertentu yg dianggap lawan politiknya maka pemilih menjadi diam namun kelilingnya akan membesar sebagaimana spiral dan mengecilkan kekuasaan yang ditengah.

Begitulah kekuasaan yang akhirnya menghilang ditangan rezim kelompok tertentu dinegeri mana saja hal ini dapat terjadi. Sebagai contoh pemilu lalu parlemen diisi oleh partai A 100 kursi tapi pemilu kedepan bisa saja hanya tinggal dua kursi saja karena memang politik itu dinamis ditengah rakyat yang rasional.

Issu-issu itu berkembang secara cepat terkadang disalah persepsikan oleh pemilih tanpa bisa dihambat. Bahkan ketika selesai pemilu rakyat baru menyadari kekeliruannya.

Akhirnya mereka yang baik gagal terpilih dan yang jahatlah yang menguasai parlemen, dan masadepan rakyatpun semakin suram.

Pada masa kampanye juga sering dipermaslahkan bahwa seseorang tidak gencar lakukan kampanye, padahal calon itu selalu di dapil tapi karena fitnah mereka politisi baikpun menjadi korban.

Semoga hal ini tidak dialami di Aceh karena dapat merugikan rakyat dalam waktu yang panjang. 

Wassalam...


Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil