Politik Tidak Sehat Rakyat Tak Berdaulat
"Rakyat Tidak Pernah Berdaulat Bila Politik Tidak Sehat dan Pemilih Tidak Rasional"
--------------------------------------------------------
Beberapa pemilu terakhir kita sibuk memecah belah rakyat antar Parlok dan Parnas. Padahal kedua partai itu saling berkait dan saling membutuhkan.
Ketika kader parlok tidak bisa lagi calon diparlok maju melalui parnas. Saya kira intruksi2 penguatan sesama parlok pada pemilu hanya untuk membangun eforia dan hegemony (pengaruh) pada pemilih tradisional di desa.
Yang kita sayangkan masyarakat pemilih dibawah larut dalam eforia lokalis sementara kita yg diatas membangun kepentingan dengan nasional.
Tanpa sadar kita telah dengan sengaja membangun kesenjangan politik antara para politisi dan rakyat, seharusnya hal2 normatif itu terbuka saja. Sehingga keputusan yang berbalik oleh partai tidak dianggap pengkhianatan oleh rakyat. Kenapa ini terjadi juga???
Karena kita takut terbuka dengan rakyat padahal partai politik itu milik rakyat bukan milik pengurus atau politisi apalagi ketua partai.
Politik tertutup eksklusif itu juga pola-pola pembodohan rakyat di bawah atau membelenggu mereka dalam lingkaran bawah tempurung. Inilah yang menyebabkan mentalitas rakyat drop dan ketakutan. Mereka tidak bisa berpikir normal untuk menuntut hak2nya dalam bernegara. Akhirnya mereka hanya menerima bantuan atau apa yg diberikan oleh para politisi bukan hak2 nya dalam bernegara yang original. Misalnya menerima rumah bayar fee atau jadi timses caleg yang menang. Jika tidam menang mereka menganggap tidak punya hak lagi. Itulah bentuk kebodohan yg dikatagorikan rakyat tidak berdaulat.
Ketika pemilu perangi parnas setelah pemilu minta kerjasama dgn parnas. Setelah pemilu mulai bicara jabatan dikelengkapan dewan sesama parlok juga tidak singkron. Terus apa yang dilakukan??
Yach...Membangun kerjasama dengan partai yang sama kepentingan tanpa melihat parlok atau parnas.
Itulah dinamika yang senantiasa terjadi, silakan evaluasi dan berpikir rasional untuk menilai kebenaran perkataan saya.
Kenapa saya bicara begini?
Karena menurut saya politik itu baru bisa diluruskan ketika kita terbuka dalam bersikap, sehingga semua rakyat paham kenapa partai ini mengambil keputusan berada dalam posisi politik begana dan begini.
Jika ada yg kita tutupi maka kita belum bisa berpolitik untuk kepentingan rakyat yg sering kita elu-elukan sbg kedaulatan rakyat yg merupakan harapan politik demokratis.
Dengan begitu maka politik itu perlu dipahami bahwa politik itu bukan bersiasat apalagi sebatas propaganda atau menipu sesama politisi dan rakyat.
Menurut saya sudah masanya kita mengakhiri trik2 politik jaman jahiliah karena rakyat harus diberi pencerahan, jika semua paham maka kita berpolitik membangun rakyat akan lebih mudah. Itulah yg disebut political will .dalam membuka kanal2 kesejahteraan bagi rakyat yang seadil-adilnya.
Wassalam,,,