Sebagai Pemberi Apalagi Pemimpin Jangan Pernah Mempermalukan Penerima Bantuan Sebagai Manusia Rendah"










Selamat Sore,,,,

Suatu hari dengan senang hati para pemberi makan orang miskin mendatangi rumah-rumah warga miskin di berbagai tempat untuk berbagi nasi bungkus. Mereka dengan gembira melakukan pemotretan kala menyerahkan nasi bungkus dimaksud.

Tapi tahukah anda apa yang telah anda lakukan dengan pemberian nasi bungkus kepada mereka sementara anda tidak mampu memanusiakan mereka. Karena sesungguhnya tidak ada orang yang ingin di persaksikan sebagai orang miskin dan menerima makanan dari orang lain. Tetap saja mereka merasa terhina ketika itu menjadi pertontonan. Maka berhati-hatilah dalam membuat yang memperlihatkan kepada publik terhadap posisi orang lain.

Jangan pernah anda merasa sempurna ketika anda bisa mengupayakan bantuan kepada pihak lain, misalnya anda bisa membangun rumah seorang fakir miskin atas bantuan yang anda prakarsai atau anda berhasil memintanya kepada pemerintah, kemudian dengan bangga anda pamerkan bahwa dia sebagai penerima dan anda terkesan sebagai pemberi.

Pikirkanlah bahwa jika anda diposisinya meski anda mendapatkan makanan atau rumah tetap saja anda berada dibawah sebagai penerima bantuan. Kemudian tentunya mereka tidak berbangga diposisi tersebut apalagi mereka memiliki pengetahuan yang baik hanya krn ketidak adilan dalam kepemimpinan daerah maka mereka terposisikan seperti itu.

Maka berbahaya sekali seseorang yang dipercayakan memimpin masyarakat sementara ia berpikir kasar kurang bisa menghormati dan menyanjungi nilai-nilai kemanusiaan dalam memimpin sosial. Oleh karena itu si pemimpin terbiasalah melihat kehidupan semut dan jika perlu melihat kehidupan amuba yang lebih kecil lagi  dengan pola hidup mereka.

Salam







Postingan populer dari blog ini

Jalan Sunyi Dari Puncak Seulawah

BUKU RAKYAT : Lhoksukon & Tanah Luas: Dua Wajah Loyo Pikiran di Tengah Kaya

Hak Referendum Rakyat Aceh Bukan Mustahil