Rakyat Masih Percaya Pada Kharisma Tokoh
Kepemimpinan politik di Indonesia itu masih tergolong Tradisional Kharismatik, lihat aja partai2 yg ketuanya masih dipimpin orang lama itu pasti Establish dan ada di puncak pemenang pemilu.
Sementara partai yg Ketua Umumnya silih berganti seperti kacang itu sebahagian besar hanya menjadi Petarung Ambang Batas. Bahkan ke depan Ambang Batas itu semakin besar yaitu 5 persen.
Meski pengkaderan dianggap berjalan baik namun partai2 seperti ini tidak mampu membaca kondisi sosial politik rakyat Indonesia. Mereka menganggap sistem dan manajemen partai lebih utama, sementara kepercayaan thd orang (Tokoh) sungguh lamban.
Lihat saja PDIP dgn Megawati, Demokrat dgn SBY, Gerindra dgn Prabowo dan sebaliknya Golkar dgn sistem yg begitu kuat ada di papan tengah, sementara PAN, PKS, PPP yg Ketua Umumnya silih berganti hanya berada sebagai petarung Ambang Batas.
Karena rakyat Indonesia yakin dgn pemimpin kharismatik maka SBY, Prabowo mengambil alih kepemimpinan partai politik. Oleh karena itu untuk keluar dari petarung Ambang Batas seharusnya partai2 lain tsb perlu mengajak kembali tokoh2 yg sudah dikenal dan dipercaya publik untuk mengambil kembali partai politiknya demi menyelamatkan serangan Ambang Batas tsb.
Jika tidak maka kita akan menyaksikan terus partai2 itu bertarung di papan degradasi dengan Ketua Umumnya sebatas mengincar satu jabatan Menteri. Menurut saya partai semacam itu sudah kalah sebelum bertanding🙆♂😊👌🙏
Salam
Iklan :
"Suami marahi Istri makan masak sendiri"
