Sikap Tentang Pemerintah Aceh
Selamat Pagi,,,,
Suatu pagi saya singgah disuatu caffe bersarapan, biasalah disetiap caffe kita bertemu orang dgn berbagai karakter. Ada seseorang yg suaranya lumayan besar menyapa, omen bg Edo that treb hana meurumpok, mantong neuturi lon, sapanya.
100 persen saya menjawab "kiban han taturi sdrku" dia tersenyum, saya jg terus berpikir dimana terakhir bertemu. Tidak mungkin orang berbohong hanya soal kenal, apalagi saya bukan seperti orang kebanyakan misal gubernur yg mensiasati teman sebagai cara menundukan orang dan memuluskan kuasanya.
Kemudian kita bersalaman dan saya mengajak minum dan sarapan bersama. Akhirnya saya teringat ini kawan dulu kader yg kritis dan cerdas tapi kemudian bekerja diluar daerah kini baru kembali ke Aceh. Dalam pembicaraan itu dia mencari tahu sikap saya thd pemerintah Aceh. Saya katakan bhw saya tdk mengerti sekarang ini. Kelihatannya makin parah aja kondisi ya bang tegasnya.
Itukan mitra politik abang dulu, tambahnya. Saya jawab benar, tapi koalisi dan mitra politik itu yg benar hanya di pusat di daerah sebahagian besar orang mencari pekerjaan melalui partai politik jadi hanya bersiasat asal pengurus pusat tidak tahu mereka bebas dari kebijakan politik partainya.
Saya dengar abg juga masuk caleg ke partai Demokrat, Benar tapi saya kan tidak terpilih, pengikut saya tdk inginkan saya ke sana, kalau terpilih tentu saya sdh pasti kesana. Maka saya tidak pernah membeli jabatan pemerintah kepada rakyat, karena saya tidak bisa merubah kondisi apapun dan karir saya tamat. Mending saya diluar bebas bicara, mengkritik, mengajarkan ttg teori2 sosial siapapun dan berapapun orang mau membacanya tidak begitu penting bagi saya, yg terpenting saya terlepas dari janji pada Tuhan utk memberikan apa yg saya tahu kpd orang lain.
Partai lokal GRAM gimana bang, tanya dia, ya biasa, pemilu ke depan jika mau ikut pemilu bisa aja masuk ikut verifikasi KIP kembali utk menjadi kontestan pemilu. Tergantung kemauan rakyat Aceh jika mereka mau sudah pasti ada yg mengajak membangkitkannya, jika mereka mau begini terus dan merasa sudah aman kondisinya ya kita diam saja, gituu....
Sikap abg thd pemerintah saat ini, biasa aja lagi pula saya dicari waktu oleh plt. Gubernur sejak masa kampanye hingga skrg belum ada jg waktu yg paaaas, gitu...saya bertemu Ketua Pusat partai apa saja, gampang lho...
Kalau gitu kami bentuk grub utk kelompok ekstra parlemen spy rakyat Aceh bersuara gimana bang, tanyanya. Oya, silakan jawab saya. Sangat berguna itu. Kursi gubernur itu milik rakyat yg duduk disitu pribadinya milik siapapun tdk masalah asal dia tidak bawa kuasa kursi itu ke kamar tidurnya atau ke jantung hati sekongkolannya...😁 krn ke depan hukuman mati sdh akan berlaku. _--
Gampangkan,,,,😄
Selamat Pagi,,,,
Suatu pagi saya singgah disuatu caffe bersarapan, biasalah disetiap caffe kita bertemu orang dgn berbagai karakter. Ada seseorang yg suaranya lumayan besar menyapa, omen bg Edo that treb hana meurumpok, mantong neuturi lon, sapanya.
100 persen saya menjawab "kiban han taturi sdrku" dia tersenyum, saya jg terus berpikir dimana terakhir bertemu. Tidak mungkin orang berbohong hanya soal kenal, apalagi saya bukan seperti orang kebanyakan misal gubernur yg mensiasati teman sebagai cara menundukan orang dan memuluskan kuasanya.
Kemudian kita bersalaman dan saya mengajak minum dan sarapan bersama. Akhirnya saya teringat ini kawan dulu kader yg kritis dan cerdas tapi kemudian bekerja diluar daerah kini baru kembali ke Aceh. Dalam pembicaraan itu dia mencari tahu sikap saya thd pemerintah Aceh. Saya katakan bhw saya tdk mengerti sekarang ini. Kelihatannya makin parah aja kondisi ya bang tegasnya.
Itukan mitra politik abang dulu, tambahnya. Saya jawab benar, tapi koalisi dan mitra politik itu yg benar hanya di pusat di daerah sebahagian besar orang mencari pekerjaan melalui partai politik jadi hanya bersiasat asal pengurus pusat tidak tahu mereka bebas dari kebijakan politik partainya.
Saya dengar abg juga masuk caleg ke partai Demokrat, Benar tapi saya kan tidak terpilih, pengikut saya tdk inginkan saya ke sana, kalau terpilih tentu saya sdh pasti kesana. Maka saya tidak pernah membeli jabatan pemerintah kepada rakyat, karena saya tidak bisa merubah kondisi apapun dan karir saya tamat. Mending saya diluar bebas bicara, mengkritik, mengajarkan ttg teori2 sosial siapapun dan berapapun orang mau membacanya tidak begitu penting bagi saya, yg terpenting saya terlepas dari janji pada Tuhan utk memberikan apa yg saya tahu kpd orang lain.
Partai lokal GRAM gimana bang, tanya dia, ya biasa, pemilu ke depan jika mau ikut pemilu bisa aja masuk ikut verifikasi KIP kembali utk menjadi kontestan pemilu. Tergantung kemauan rakyat Aceh jika mereka mau sudah pasti ada yg mengajak membangkitkannya, jika mereka mau begini terus dan merasa sudah aman kondisinya ya kita diam saja, gituu....
Sikap abg thd pemerintah saat ini, biasa aja lagi pula saya dicari waktu oleh plt. Gubernur sejak masa kampanye hingga skrg belum ada jg waktu yg paaaas, gitu...saya bertemu Ketua Pusat partai apa saja, gampang lho...
Kalau gitu kami bentuk grub utk kelompok ekstra parlemen spy rakyat Aceh bersuara gimana bang, tanyanya. Oya, silakan jawab saya. Sangat berguna itu. Kursi gubernur itu milik rakyat yg duduk disitu pribadinya milik siapapun tdk masalah asal dia tidak bawa kuasa kursi itu ke kamar tidurnya atau ke jantung hati sekongkolannya...😁 krn ke depan hukuman mati sdh akan berlaku. _--
Gampangkan,,,,😄